Dear Netters,
gara-gara posting saya kemarin yg nyebut-nyebut kerusuhan Mei 98,
ada beberapa posting via japri yg menanyakan soal "fitnahan" ini.
Netters yth, tentu saja ini tidak bisa dibuktikan, setidaknya sekarang
ini. Mungkin kelak 40-50 tahun lagi, akan ada saksi perkosaan yg
berani bicara terbuka, seperti kasus Rape of Nanking, Jugun Ianfu
atau kasus systematic rape Tentara Merah PD II*

*Silakan search di web dg kata kunci "rape + war", "rape +
military tactic", "rape as a military strategy", yang gitu-gitu deh.
Lalu cari juga di amazon.com, ada beberapa buku yang
membahas soal rape as a weapon of war/ military ini.

Anda pernah baca komik Tangui- Laverdure ( Skwadron Mig
21 Perancis ) dgn berbagai judulnya? Tema2 ceritanya adl
persaingan group2 bisnis raksasa dunia yg berusaha menaikkan
atau menjatuhkan pemerintahan negara / kerajaan kecil demi
kepentingan bisnis mereka (penguasaan ladang minyak, tambang
uranium, batu bara, emas dll ). Dgn menggunakan segala kekuatan
yg ada, baik >*intrik militer dan politik, devide, adu domba,
rekayasa*< dll. Contoh di Indonesia, yaaa semua banjir darah
dari Mei 1998, Banyuwangi smp Ambon itulah

PENTING: Jangan mau dininabobokkan seolah kita negara
miskin. Negara kita sangat KAYA, banyak tambang yang belum
digali. Ingat, siapa menguasai migas, dia menguasai dunia.
Besarnya hutang kita bukan berarti negara kita miskin.

Di luar sana, pemerintahan negarapun sudah nyaris dikuasai oleh
Konglo Kapitalis mis: Jepang, Amerika dll. Sedangkan contoh soal
group raksasa yg mengatur pemerintahan adl bisnis minyak. Dgn
peran yg begitu kuat, mereka tidak perlu lagi mendukung apa atau
siapa presiden kita. Mereka bisa menentukan posisi presiden,
siapa pun presiden Indo, akan tunduk.

Neokolonialisme ekonomi ini menyusup ke mana2. Tahun lalu,
Muladi pake konsultan asing utk bikin RUU Agraria. Ternyata,
salah satu konsultan adl agen asing, yang sudah bikin kacau
landreform di Filipina dan Vietnam. Karena itu wartawan harusnya
mengamati pembuatan RUU Migas, juga RUU Kehutanan, siapa
tahu ada penyusupan dan lagi-lagi bangsa kita dirugikan. Yang
gini-gini nggak diperhatiin wartawan, nggak menjual kali ya?

Kalaupun Indonesia pecahpun, bagi mereka tidak apa apa, bahkan
lebih baik, sebab bargain position utk negara kecil sangat
memudahkan mereka utk intervensi, baik politik, keuangan,
agama, maupun sosbud lainnya. Dan tetesan uang minyak itu,
seperti Kerajaan Brunei, akan lebih terasa. (catatan: Maluku
adl propinsi kaya minyak, tapi belum ditambang. Jika jihad2an
itu jadi berangkat, lalu Maluku bubaran, betapa bahagianya
sang grand dalang karena berhasil menunggangi dalang lokal)

Kerusuhan Mei itu menurut analisis Ciganjuran** adalah puncak
tertinggi dari persaingan antara Jahudi Diaspora versus Cina
Diaspora. (You know, systematic/ genocidal rape adl cara efektif
utk mengusir suatu etnis, menghancurkan mental mereka => Bosnia,
Nanking, tentara merah PD II). Tujuannya memang menghancurkan
dominasi Cina di Indonesia. Pimpinan Uni Euro dan US hanyalah
manajer2 yg berhadapan dgn Hongkong Singapore dan RRC sendiri.
Bentuk konkritnya adalah perang dagang Clinton dan Zu Rong Zi,
dgn buntut pemboman Kedubes Cina. Bentuk lokalnya adalah
pengambilan alih 50 % ekonomi Indonesia dari Cina Baba dan
Cina Sinyo ke Jahudi Diaspora. Lobby Moslem cuma korban di
tengah. Orang2 yg di-iming2kan dan dikorbankan. Kasihan.

Setelah Jews menguasai semua, Lobby Cina didesak, maka Lobby
Moslem juga akan menjadi tamu di negaranya sendiri. Kasihan
kelompok ultra kanan dan ABRI hijau. Mereka main
lokalan sementara Gus Dur main sangat jauh ke depan. Dia
gandeng Cina Sinyo, dia lindungi Cina Baba di bawah payung
Islam Universal. Sedangkan keluar dia main dengan Mormont
dan Maronit serta Druz itu via Simon Pherez Foundation dan
Solomon Brothers, termasuk Rotschild Foundation. Jadi Gus Dur
mengambil keuntungan dari pertarungan dua diaspora tadi. Tetapi
paham kebangsaannya sangat tinggi. Dia tidak akan merugikan
Indonesia barang serambutpun.

Ingat waktu Gus Dur ngomong CIA biayain demo mahasiswa? Itu
hanya peringatan buat US (Stapleton Roy panik langsung menghadap
ke Ciganjur) karena antara State Department, Pentagon dan CIA
tidak satu visi tentang Indonesia, mereka memiliki policy masing
masing. Belum lagi konflik terbuka antara Partai Demokrat dan
Republik. Belum lagi permainan group-group bisnis raksasa yang
memiliki kepentingan tersendiri. Inilah arti ucapan Gus Dur yang
tidak dimengerti orang di mana Gus Dur mengatakan CIA
mendukung demo mahasiswa. Tujuannya, minta CIA stop sebentar,
satukan visi dulu dengan Pentagon, State Departement, dan Foreign
Ministry. Juga hendaknya konsultasi dengan partner Eropah, Asia,
Australia. Sementara penyatuan visi di luar, Gus Dur mati-matian
mengupayakan Dialog Empat mencari solusi internal utk Indonesia.
Sekaligus memberi win win solution bagi kedua penunggang macan
baik Eyang mau pun Hbb untuk lengser dan hidup dgn tenang.
Sayang Hbb dgn segala pemikir septic tank nya telah menolak
kesempatan emas ini.

Harusnya mereka bersyukur masih diajak dialog karena fase
awal langsung main keras bahkan gaya radikal fasis. Cara Hitler
pembunuhan 6 juta jewish atau gaya komunis Vietnam dengan Boat
Peoplenya. Mereka main mulai Tasikmalaya, Situbondo,
Pekalongan, Ujung Pandang, Banyuwangi dll untuk menggeser
peta ekonomi. Gereja dibakar untuk jatuhkan Gus Dur di mata
dunia. Tapi Gus Dur dilawan  yaaaa amburadul semua.

** Tentu saja mereka bisa salah, tapi kiai-kiai NU ini uedaaan rek
wawasannya. Kaum sarungan sorbanan sendal jepit ini sangat
menguasai analisa bentuk model begini. Jangan kaget kalau tiba-tiba
mereka bisa bicara soal Magna Charta sampai International Tribune
bagi penjahat perang yang baru akan dibentuk. Mereka mengerti
Adam Smith sampai matinya konsep ekonomi orthodoks. Mereka
juga paham adanya jalan CIA, jalan State Department maupun
jalur Pentagon. Mereka mengerti mithologi Yunani Kuno sampai
Nichiren Soshu. Mereka tahu European Catholics yang inkulturasi
sampai American Christians yang relatif radikal. Makanya nanti
coblos no. 35, jangan lupa :) Hidup Pil KB eh PKB, hehehe
Inga.....Inga.......35, long live kaum sarungan....

Salam 35,



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!




Kirim email ke