In a message dated 6/1/99 2:32:23 PM !!!First Boot!!!, [EMAIL PROTECTED] 
writes:

4. 
<< Apa bener ya ??
 
 Moga aja nggak deh ..
 kalo beneran terjadi bisa serem juge ..
 Artikel ini mirip sekali dengan hal-2 yang di bahas di "santiaji" yang di 
 laksanakan kemarin.
 
 Faran
 
 ------------------------------------------------
 Pabottingi: PDI Mega Anti Reformasi
 Reporter Budi Sugiharto
 detikcom, Surabaya. PDI Perjuangan sudah loncat pagar. Dulu mengaku 
 reformis, ternyata tindak-tanduknya anti reformasi. "Saya sangat khawatir 
 dengan langkah PDI Perjuangan yang sudah lompat pagar," kata pengamat LIPI 
 Mochtar Pabottingi di Surabaya, Selasa (1/6/1999).
 
 Reformasi itu jelas dalam tindakan dan pemikirian. Dan ternyata, pemikiran 
 PDI Perjuangan seperti dalam programnya tidak mau mencabut dwi fungsi ABRI 
 dan tak mau mengamandemen (mengubah) UUD 45. Padahal amandemen itu perlu, 
 menurut Mochtar untuk menciptakan rasionalitas perundang-undangan dan 
 supremasi hukum.
 
 Pendapat Mochtar ini bukan satu-satunya pengamat yang mengatakan demikian. 
 Sebelumnya, pengamat politik yang lagi naik daun Eep Saifulloh Fatah pun 
 menilai bahwa Mega pro status quo karena tindakannya. Begitu pula Hermawan 
 Sulistio mengatakan demikian. Sedang Nurcholish Madjid secara tersamar bahwa 
 yang dimaksud status quo bukan pada organisasinya tapi pemikirannya.
 
 Dengan tidak maunya mengamandemen UUD 45, yang memiliki banyak kelemahan, 
 maka peluang Megawati untuk menjadi diktator besar. Ia bisa menumbuhkan 
 otoritarianisme baru karena dalam UUD pasal 7 misalnya, Presiden dipilih 
 lima tahun sekali, tapi tak jelas untuk berapa kali masa jabatan. Dan masih 
 banyak kelemahan lainnya sebab UUD memang dibuat dalam masa darurat.
 
 "Saya tidak sependapat dengan pernyataan Megawati yang mengatakan bahwa tak 
 mau mengubah UUD 45 karena alasan demi persatuan bangsa. Saya harap itu 
 hanya taktik PDI perjuangan saja untuk memenangkan pemilu. Tapi, kalau 
 ternyata amandemen dan pencabutan dwi fungsi ABRI tidak terlaksana, maka 
 terbukti PDI Perjuangan sudah meloncat pagar sebagai yang anti reformasi," 
 katanya. "Dulu mengaku partai reformis, ternyata tindakannya menjadi anti 
 reformis," tambahnya agak kesal.
 
 Apakah kemenangan PDI Perjuangan akan memunculkan Rezim Orba Seri II, 
 Mochtar mengatakan mungkin saja. Namun, menurut peneliti senior LIPI ini, 
 banyak sekali peluang tampilnya Rezim Orba seri II. Antara lain melalui 
 ICMI, Golkar, Parpol yang melanggengkan dwifungsi ABRI, Utusan Daerah di 
 MPR, dan partai-partai kecil yang melanggengkan status quo.
 
 Tentang adanya politisasi agama oleh kelompok Habibie bahwa kalau bukan 
 orang Islam yang memimpin negara akan rusak, menurutnya partai Islam jika 
 mendukung Habibie salah kaprah. Sebab hal ini mengesankan bahwa orang Islam 
 dan non Islam harus berhadapan. Padahal, menurut Mochtar, orang Islam dan 
 non Islam harus bergandeng tangan membangun pemerintahan yang berkualitas.
 
 
 Hak Cipta � detikcom Digital Life 1999
 
  >>
Komentar:

Jika saya orang PDI-P, apa tanggapan saya?
1. Saya berterima kasih sekali karena diingatkan oleh tokoh sekaliber Mochtar 
Pabottingi. Jika Anda rajin membaca jurnal-jurnal dan analisis politik maupun 
kolom (ini biasanya berat, tapi sebenarnya nikmat lho), Anda bakal tahu bobot 
MP. Ini bukan gosip, lho.
Apalagi kritikan EEP.

2. Saya tidak akan manut, pasrah bongkokan memberhalakan atau mengultus 
partai apalagi figur. Juga tidak akan reaktif apalagi meraung-raung 
(menangis-nangisss seperti  anak kecil) nyebut-nyebut Megawati dan PDI-P 
reformis.

3. Saya akan pertanyakan soal ini secara obyektif kepada DPP PDI--P. Jika 
tidak mendapat tanggapan obyektif pula, makaakan saya katakan goodbye 
Megawati dan PDI-P nya. Lebaik baik gabung PRD atau Partai Krisna.. 

4. Lebih baik dicaci-maki karena mencari  kebenaran daripada terpaksa berlaku 
hamba sahaya. Saya tak mau hidup di dunia  yang tak sampai seabad ini harus 
diisi dengan kekonyolan dan kekeliruan sesat. Otak kita dipakai untuk 
berpikir, bukan untuk jadi budak politik.

Salam merdeka, dan mari tetap berpikir kritis.

Salam,
ramadhan pohan
(penyimak piggiran)

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!




Kirim email ke