Mas,

Saya prihatin dengan teman anda tsb, semoga dia cepat sembuh dan pulih dari
trauma kejadian itu.
Saya menganjurkan agar teman anda itu menghubungi LBH sebuah PT-Hukum (FH-UI
misalnya atau FH-Untar) untuk minta bantuan pengacara, lalu pergilah ke
kantor polisi untuk melapor kejadian itu. Partisipasi aktif seperti itu
sangat membantu pulihnya keamanan masyarakat lainnya dan membantu tegaknya
hukum yang adil di republik.
Lalu buat sahabat-2 lain saya mohon tidak cepat-2 menghubungkan kejadian
seperti itu dengan isu anti Cina apalagi dari kalangan muslim, saya sangat
yakin itu. Soalnya selain saya banyak berhubungan dengan orang-2 yang
katakan saja islam radikal, saya juga mengenal banyak teman yang bermain
valas. Isu anti Cina sangat menguntungkan para spekulan valas karena mereka
dapat menjual dollar dengan harga tinggi dan ketika nanti kondisi sudah
mulai mendingin dollar tersebut dapat dibeli kembali dengan harga yang
relatif lebih murah. Ini adalah jalan mencari uang yang sangat mudah dan
dalam waktu 1 atau 2 minggu uang kita sudah berbunga lebih dari bunga
deposito 1 tahun.
Jadi maksud saya, walaupun isu tersebut menyebutkan bahwa akan ada kerusuhan
anti Cina oleh muslim, bukan tidak mungkin isu itu dikeluarkan oleh para
spekulan valas dengan memanfaatkan parameter-2 yang sangat logis terutama
bagi kalangan cina, sehingga dengan begitu banyak orang-2 cina yang melepas
rupiah untuk saving atau untuk mengungsi.
Kemungkinan yang lain adalah memang datang dari para penjahat yang tambah
kesini tambah canggih, dengan isu seperti itu maka semua kejadian akan
menjadi isu politis sehingga usaha penyelidikan akan suatu kejadian menjadi
tidak fokus, dengan begitu mereka dapat dengan cepat menghindar dan
menghilangkan jejak.

Saya sangat yakin, kasus yang dialami teman anda tidak ada hubungan sama
sekali dengan masalah rasial. Ini hanyalah trik untuk mencari keuntungan.
Saya yakin sekali karena tidak ada seorangpun dari penghubung saya yang
mengiyakan isu 4 Juni.

Regards,


CA>

----- Original Message -----
From: Ali Adalin <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, June 01, 1999 8:46 PM
Subject: [Sahabat Internet] Berkaitan isu 4 Juni


> Di akhir bulan April, teman saya, di kantor tempat saya bekerja dulu,
> namanya M, laki-laki, Cina.
>
> M di hari itu, pulang dengan membawa mobil Suzuki Carry. Sesuai dengan
jalur
> perjalanannya, M melewati daerah Pesing, Jakarta Barat sekitar jam 22.30 -
> 23.00. Di daerah ini, M terpaksa menghentikan mobilnya karena ada 4
(empat)
> sepeda motor telah menunggu dan menghalangi perjalanannya. M menghentikan
> mobilnya. Ada 4 (empat) orang berpotongan tentara mendatanginya. Kaca
mobil
> diketoknya. M membuka kaca. Pada saat membuka kaca, orang tersebut
langsung
> mencabut kunci mobilnya, mencabut lock pintunya, dan membuka pintu.
>
> Setelah itu, salah seorang memandang M dan bertanya "KAMU CINA, YA?".
> Lanjutannya, M dipukuli. Untungnya M pura-pura pingsan. Melihat M
terkapar,
> keempatnya langsung meninggalkannya di jalan. M langsung membawa mobilnya
ke
> rumah sakit Sumber Waras dan harus menginap di rumah sakit.
>
> Tidak ada barang yang diambil/dirampok dari M. Jadi, jelas sekali
motifnya.
> Hal ini terjadi kira-kira 3 (tiga) minggu sebelum email mengenai 4 Juni
> beredar.
>
> Salam
>
>
> ______________________________________________________
>
> ------------------------------------------------------------------------
> eGroups Spotlight:
> "Stateside Gulf War Illness" - Discuss the causes, after-effects,
> and legal developments associated with the Gulf War Illness.
> http://clickhere.egroups.com/click/112
>
>
>
> eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/sahabat_internet
> http://www.egroups.com - Simplifying group communications
>
>
>
>



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!




Kirim email ke