Saya punya pandangan berbeda tentang Megawati. Sebagai politisi,
prestasi Megawati jeblok. Saat jadi anggota DPR tidak pernah ada
suaranya. Malah sering tidak hadir di persidangan.
Saya juga tidak setuju dengan pandangan Megawati tentang Tim-Tim,
amandement UUD'45, dan "keluguannya" mengatakan perlu paspor kalau
ke Sumatra bila Indonesia jadi negara federal. Yang terakhir ini
menunjukkan kalau Megawati memang tidak berpengatahuan. Seorang
pemimpin, selain bijak, adil, dan sifat-sifat postifi lainnya
ia hendaknya juga seorang yang berpengetahuan dan cakap.
Well, itu beberapa alasan mengapa saya tidak memberi dukungan
kepada Megawati [baca: PDI Perjuangan]. Namun demikian saya
tetap menghormati pilihan teman-teman. Saya juga tidak akan
mengganggu kalau teman-teman kampanye untuk Megawati.
Selamat mencoblos.
Hercule_P
-----------
>From: Freddy <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>CC: [EMAIL PROTECTED],
>[EMAIL PROTECTED],[EMAIL PROTECTED],
>[EMAIL PROTECTED],[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [Kuli Tinta] Pikir dulu sebelum Pemilu
>Date: Wed, 28 Apr 1999 14:26:49 +0700
>
>Diakui (oleh hampir seluruh lapisan masyarakat) ataupun tidak (oleh
>sebagian
>besar islam fundamental, radikal), disadari ataupun tidak Ibu Megawati
>merupakan pemimpin Indonesia yang paling maju dalam berbagai hal dan diakui
>kepemimpinannya baik dari dalam maupun luar negeri. Simaklah beberapa fakta
>berikut termasuk beberapa lawan politik Megawati :
>- Mega memperoleh pengakuan dari negara India dengan dianugerahinya diri
>Megawati sebagai penerima Memorandum of Understanding pada awal tahun 1999,
>penghargaan ini diberikan karena mempunyai kesepahaman dalam perjuangan
>bagi
>tegaknya demokrasi di dunia.
>- Oleh Asiaweek magazine, Megawati juga ditempatkan sebagai tokoh no. 26
>dari 50 tokoh yang paling berpengaruh di Asia. Di Indonesia Mega merupakan
>orang nomor kedua yang mendapatkan penghargaan setinggi itu dibawah Gus Dur
>(no. 23 di Asia, no. 1 di Indonesia). Gus Dur memperoleh penghargaan ini
>karena ia dianggap sebagai tokoh PBNU yang berhasil dengan memimpin sekitar
>40 juta warga Nadlatul Ulama di Indonesia, ini didapatkan otomatis karena
>kedudukannya sebagai ketua umum PBNU. Sedangkan bagi Megawati, yang
>disebut-sebut sebagai simbol perjuangan demokrasi di Indonesia oleh majalah
>tersebut, memerlukan perjuangan yang keras demi tegaknya demokrasi. Di era
>Seoharto, Mega diperlakukan dengan sangat tidak adil dan cenderung amat
>kejam serta melanggar hak-hak azasi manusia (peristiwa 27 Juli 1996). Hal
>yang sama terjadi pada era Habibie (presiden tanpa legitimasi), Mega tetap
>dipersulit diantaranya gugatannya terhadap PDI Soerjadi yang tetap ditolak.
>Majalah Asiaweek menempatkan Soeharto pada peringkat ke-29, Habibie
>peringkat 31, Wiranto peringkat ke-32, sedangkan Amien Rais peringkat
>ke-35.
>- Megawati merupakan satu-satunya pemimpin yang kepemimpinannya dapat
>diterima oleh hampir 27 propinsi (mungkin terkecuali Aceh yang terus
>bergolak melalui Gerakan Aceh Merdeka dan menuntut referendum).
>Kepemimpinnya diakui oleh masyarakat di pulau-pulau besar seperti Jawa,
>Sumatera (minus Aceh), Kalimantan, Sulawesi (minus Ujung Pandang yang
>tampaknya dipengaruhi oleh Money Politics oleh Habibie dan kroni-kroninya
>serta issue bahwa Habibie adalah putra daerah Bugis). Belakangan Habibie
>juga mengaku-ngaku bahwa dalam dirinya juga mengalir darah Jawa karena dari
>nenek moyang garis ibunya yang katanya ada darah Jawa. Issue terakhir ini
>tampaknya dihembuskan untuk meredam rahasia umum, bahwa penduduk pulau Jawa
>hanya bisa menerima pemimpin yang berasal dari tanah Jawa juga.
>- Megawati dapat diterima dengan baik dan luas oleh seluruh masyarakat di
>Maluku. Hal ini terlihat dari kunjungannya yang mendapat sambutan sangat
>meriah di Ambon baru-baru ini.
>- Megawati mempunyai hubungan yang amat erat dan baik dengan Uskup Belo di
>Timor-timur.
>- Megawati merupakan figur yang amat dihormati oleh masyarakat Bali yang
>mayoritas beragama Hindu. Karena hal ini pula ia sempat mendapat serangan
>dari AM. Syaifuddin yang menuduh dan meragukan kualitas keislaman Mega.
>Sekali lagi orang semacam mister AM justru mendapat reaksi hujatan
>masyarakat, terutama masyarakat Bali, sampai-sampai AM harus minta maaf.
>- Megawati merupakan figur yang dapat diterima oleh seluruh agama dan etnis
>di Indonesia meliputi Islam, Kristen Protestan, Katolik, Buddha dan Hindu
>serta aliran kepercayaan kepada Tuhan YME. Baru-baru ini MUI melalui ketua
>umumnya KH. Ali Yafie mengeluarkan semacam fatwa untuk menjegal Mega dengan
>pernyataan bahwa harus memilih partai yang caleg-calegnya islam. MUI
>sendiri
>merupakan organisasi yang terus berusaha melegitimasi pemerintahan Habibie
>dan Soeharto dimasa lampau, pro status quo. Padahal faktanya bahwa
>caleg-caleg PDI Perjuangan merupakan satu-satunya partai terdiri dari
>berbagai agama. Tokoh kristen yang juga salah satu ketua PDI Perjuangan
>Theo
>Syafei merupakan seorang kristen. Sebagian besar etnis Tionghoa yang
>beragama Budhha juga merupakan simpatisan PDI Perjuangan. Hampir seluruh
>umat Hindu, terutama masyarakat Bali amat mendukung ibu Mega, hal ini dapat
>dimaklumi bahwa ibu Bung Karno adalah Balinese yang beragama Hindu. Umat
>Islam sendiri sebagian besar mendukung Megawati karena Mega juga bersahabat
>baik dengan Gus Dur dari PBNU dan pimpinan Partai PKB (Matori Abdul Jalil).
>Islam terbesar di Indonesia adalah NU bukan Muhammadiyah atau islam-islam
>fundamental lainnya.
>- Simpatisan PDI Perjuangan terdiri dari semua lapisan masyarakat, mulai
>dari masyarakat kelas bawah seperti pedagang asongan, pedagang kaki-5,
>tukang becak, petani, pekerja. Demikian pula masyarakat menengah dan kelas
>atas seperti Arifin Paniogoro, dll. Bahkan tokoh paranormal seperti Permadi
>turut berkampanye untuk PDI Perjuangan.
>- Amien Rais berusaha menjegal Mega dengan komentar bahwa perempuan tidak
>boleh jadi presiden. Setelah merebaknya tema kampanye persamaan hak untuk
>semua orang, termasuk perempuan, tokoh plin-plan ini kemudian kelihatan
>harus menjilat ludahnya sendiri dengan berkampanye bahwa perempuan juga
>harus diperjuangkan untuk kesamaan hak baik dengan kampanye langsung maupun
>melalui iklan di TV. Dasar plin-plan dan ironisme seorang tokoh yang
>mengaku
>reformative. Please remember, all men are created equal in democracy
>country. Tokoh ini ternyata lupa dengan ajaran negeri paman Sam yang
>mengutamakan demokrasi, ironisnya mister Rais adalah lulusan universitas
>Chicago.
>- Yusril Izha Mahendra mencoba menjegal Mega dengan issue kultus individu.
>Tokoh Partai Bulan Bintang ini ketakutan karena ia sendiri tidak punya
>kharisma sama sekali dan kedekatan historisnya dengan mantan presiden
>Soeharto, karena ia adalah orang yang sering membuat naskah pidato presiden
>Soeharto serta sering nginap di rumah tokoh nomor wahid KKN itu. PBB
>sendiri
>diduga didanai cendana dan terdiri dari tokoh-tokoh keras seperti Ahmad
>Sumargono, tokoh KISDI yang merekrut PAM SWAKARSA pada saat terjadinya
>tragedi Semanggi beberapa waktu lalu. Terakhir ia juga merekrut keturunan
>bekas pemberontak seperti pemberontak Daud Beureuh yang dimuat di Kompas
>beberapa waktu lalu.
>- Adi Sasono, tokoh calon presiden dari PDR (Partai Daulat Rakyat), adalah
>seorang tokoh oportunis yang memanfaatkan kedekatannya degan Habibie,
>memanfaatkan dana JPS (konon 6.5 Trilyun, menurut Wardah Hafidz, tokoh
>Konsorsium Kemiskinan Kota), dan dana KUT untuk kepentingan Money Politics.
>Padahal oleh Toby Mutis (rektor Trisakti) bahwa konsep ekonomi kerakyatan
>Adi Sasono harus diredefinisi karena cenderung retorika demi rakyat kecil
>dengan membagi-bagikan duit untuk kepentingan politik praktis semata
>sementara banyak rakyat lain justru amat menderita karena salah alamatnya
>JPS. Janji-janji jika PDR atau Golkar menang maka tidak perlu dikembalikan
>kredit-kredit tersebut.
>- Sri Bintang Pamungkas, tokoh ini sebetulnya hebat, namun sayangnya
>terlalu
>idealis sehingga ia telah kehilangan momentumnya. Dulu terkenal bersama
>Megawati dengan simbol Mega-Bintang yang terus maju melawan kezaliman
>Soeharto. Tetapi kemudian serasa tenggelam karena kesalahan dalam memilih
>timing yang tepat dengan harus mendekam dipenjara. Selain itu, ia juga
>dikenal terlalu menonjolkan diri sendiri dan cenderung tidak mampu memanage
>orang-orang pintar, hal sebaliknya justru Megawati dikelilingi oleh
>orang-orang pintar yang dikoordinasikan dengan amat baik. Jika Bintang
>menang, maka presiden tanpa menteri dan cenderung terus terjadi re-shuffle
>kabinet.
>- Pemerintahan kabinet Habibie-wiranto tidak mau dan tidak mampu
>menyelesaikan kasus-kasus besar, mulai dari kerusuhan mei 1998, penembakan
>mahasiswa Trisaksi, Semanggi, sampai dengan kasus pemboman mesjid Istiqlal.
>- Dari 3 putaran kampanye terlihat betapa besarnya semangat dan jumlah dari
>massa pendukung PDI Perjuangan. Jika pemilu berlangsung luber, jurdil, maka
>hampir dipastikan bahwa PDI Perjuangan akan menang dan meraih suara
>mayoritas.
>
>Dalam kampanyenya Mega terus mengingatkan pentingnya persatuan, budaya
>politik tanpa kekerasan, perjuangan nasib kaum perempuan, buruh, serta
>anak-anak di Indonesia agar jangan sampai terjadi lost generation.
>
>Kepada umat Islam juga diharapkan agar tidak terpengaruh oleh isu-isu untuk
>kepentingan agama. Pada dasarnya pemilu adalah pesta demokrasi rakyat untuk
>memilih wakil-wakil rakyat bukan untuk memilih pemimpin agama dan juga
>bukan
>untuk menunjukkan existensi agama pada umat.
>
>Hindari partai yang menggunakan tema Suku, Agama (ini paling bahaya dan
>sedang dimanfaatkan/dieksploitasi secara berlebihan), dan Ras Antar
>golongan
>dalam berkampanye.
>
>Gunakan hak pilih anda dengan berdasarkan suara hati nurani anda dan
>tetaplah berdoa dan bersembahyang kepada Tuhan YME agar diberikan pemimpin
>yang terbaik untuk membawa Indonesia keluar dari krisis yang amat parah dan
>berkepanjangan, karena tujuan tulisan ini hanya untuk menggugah hati nurani
>anda sekalian.
>
>Hidup Ibu Megawati, coblos nomor 11, PDI Perjuangan.
>
>
>Amin Riza wrote:
>
> > Sindiran yang sangat sarkastis bung Yap. Jangan patah dulu, permainan
>masih berlangsung. Semua sedang belajar dari proses. Semoga tidak semua
>orang berpegang pada : pengalaman adalah guru terbaik. Karena dia selalu
>datang terlambat. Semoga yang terjadi setelah Pemilu tidak sehitam yang
>bung Yap khawatirkan.
> > Pada keprihatinan yang sama, saya sedang berdoa semoga dalam 20 hari
>kedepan datanglah kesadaran para tokoh reformasi untuk menjadi lebih dewasa
>dan menyatukan langkah.
> >
> > Harus diakui tokoh pro reformasi kurang konseptual, dengan membiarkan
>komposisi DPR/MPR tak tersentuh. Inilah penyakit : best effort. Mereka lupa
>diri dalam euphoria ketika Soeharto dengan seenaknya menyatakan berhenti.
>Mereka lupa bahwa itu pelecehan hukum. Berhenti seenaknya, tanpa
>pertanggung jawaban. Bahaya sekali bagi suatu negara kalau semua pejabat
>boleh menyatakan berhenti kapan dia mau. Sama bahayanya kalau pejabat nggak
>mau mundur juga walau sudah jelas salahnya atau tidak legitimate.
> >
> > Seharusnya saat itu Soeharto langsung ditahan, supaya tidak dapat
>konsolidasi. Lalu Harmoko cs digusur dari Senayan, diganti tokoh reformis,
>lalu dipilih Presiden sementara yang membentuk Kabinet transisi dengan
>tugas utama menyelenggarakan Pemilu.
> >
> > Yang terjadi sama sekali jauh dari itu. Jadi memang terlalu pagi untuk
>optimis, tapi juga terlalu cepat untuk patah arang.
> > Saya paham sakitnya hati Anda kalau lihat Harmoko masih bisa cengengesan
>dilayar TV bersama para pimpinan partai tanpa massa dan tidak sah sama
>sekali, macam Budi Hardjono dan Ipar Faisal Tanjung yang jadi Wakil ketua
>DPR/MPR itu yang dapat suaranya juga disulap dari Sumut.
> > Bung Yap, do you still remember option number four : pray. Don't take :
>Forget it, please. Make sense?
> >
> > --
> >
> > On 10 May 99 10:49:12 EDT Yap C.Young wrote:
> > >Iyalah bung Iwan, teman-teman di Jakarta juga masih optimis Golkar
>memenangkan
> > >Pemilu kali ini, walaupun prosentasenya tidak seoptimis Bomer Pasaribu,
>tetapi
> > >masih diatas 50% setelah ditambah kursi ABRI dan jatah 200 kursi
>perwakilan.
> > >Karena itu benturan antar pendukung partai reformis harus terus
>digalakkan,
> > >dan jangan kunjung bersatu. Biarlah tragedi Trisakti dan Semanggi
>menjadi
> > >kenangan. Penjarahan Mei menjadi dongeng saja. Teruskan serangan yang
>tajam
> > >kepada PDIP, PAN dan PKB. Dengan demikian mundurnya Akbar Tanjung dari
>Kabinet
> > >tidak menjadi pengorbanan yang sia-sia. Jangan khawatir, kalau tidak
>dapat
> > >diadu domba, kan masih banyak cara lain yang dapat ditempuh,
>penculikan,
> > >penyuapan, penjebakan hukum, sampai cara-cara sederhana lainnya untuk
> > >menghilangkan tokoh reformis dari daftar manusia. Kalau nggak bisa
>dirayu ya
> > >digebuk. Golkar pasti menang, dengan tenang atau dengan perang.
> > >
> > >iwans <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >I was confused. Sungguh !
> > >
> > >What's mean do you say ? Saya hanya tulis fakta-faktanya saja kok.
>Makanya
> > >berbentuk tanya jawab. Pengantarnya itukan bukan bagian dari fakta. Itu
> > >pendapat saya pribadi. Dan kita boleh adu argumentasi disini. Bagi
>saya,
> > >apa yang dikatakan KKG tak ada bedanya bila hal yang sama kita ajukan
>pada
> > >Akbar Tandjung. Apa bedanya ? Nothing.
> > >
> > >Golkar juga bertekad tidak akan mengubah UUD 1945 secuilpun. Begitu
>juga
> > >PDIP.
> > >
> > >PDIP akan mempertahankan dwifungsi ABRI, sama saja dengan Golkar.
> > >
> > >Golkar dan PDIP juga tidak bersedia ikut debat calon Presiden.
> > >
> > >Begitu seterusnya. Jadi apa beda Golkar dengan PDIP. Cuma warnakan ?
> > >
> > >Bagaimana sih ? Atau di forum kuli-tinta ini dilarang untuk
> > >menjelek-jelekkan PDIP ? Dilarang menghujat Megawati ? Saya kira itu
> > >bertentangan dengan sikap demokrasi yang kabarnya diemban oleh partai
>ini
> > >dan tentu saja seluruh simpatisan serta pengikut partai ini. Dan saya
> > >justru bingung, apakah posting saya itu sebegitu jeleknya sehingga anda
> > >merasa enggan menjawabnya ? Kenapa tidak saudara ajukan saja
>argumentasi
> > >yang bagus untuk membela posisi PDIP andai saudara mendukungnya.
> > >
> > >Itu lebih bagus. Dan saya lebih menghargai saudara Citra yang
> > >terang-terangan punya argumen soal kucing dalam karung yang kena
>tepung,
> > >ketimbang orang-orang yang nggak jelas juntrungannya.
> > >
> > >Itu saja.
> > >
> > >eg wrote:
> > >
> > >> Justru itu yang tidak boleh dilakukan wartawan, seharusnya kita
> > >> memaparkan
> > >> apa yang sebenarnya terjadi, nggak usah diberi bumbu lain sehingga
> > >> lebih
> > >> sedap atau dikurangi kuahnya sehingga menjadi asin.
> > >>
> > >> Regards
> > >> =======================
> > >>
> > >> He... he.... , aku ingin tertawa...........
> > >>
> > >>
>______________________________________________________________________
> > >> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > >> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > >>
> > >> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >______________________________________________________________________
> > >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >____________________________________________________________________
> > >Get free e-mail and a permanent address at
>http://www.netaddress.com/?N=1
> > >
> > >______________________________________________________________________
> > >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> > Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
> > Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com
> >
> > ------------------------------------------------------------------------
> > @Backup - The #1 Online Backup Service
> > Automatic, Safe, Reliable Backup and Restores. FREE for
> > 30 Days. INSTALL Now and have a chance to win a Palm Pilot V!
> > http://clickhere.egroups.com/click/218
> >
> > eGroup home: http://www.eGroups.com/group/bhinneka
> > http://www.eGroups.com - Simplifying group communications
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
>
>
_______________________________________________________________
Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!