Saya juga nggak tahu mengapa moderator sampai pada kesimpulan itu. Apakah karena
identitas dia yang telah dikenal, dan milis ini membiarkan suara anti statusquo,
sehingga dia mendapat tekanan dari pihak tertentu.
Kalau memang itu penyebabnya ya boleh saja dia khawatir keselamatan dirinya.
Padahal solusinya sederhana saja, serahkan saja kepada netter lain untuk berperan
sebagai moderator, dan tetap pertahankan milis ini tanpa moderasi.
Mungkin beberapa members akan resign (unsubscribe), tetapi akan masih banyak lagi yang
subscribe.
Saya berpendapat tidak ada berita sampah, karena selalu ada learning points dari
pendapat seabsurd apapun, tergantung dari persepsi kita masing-masing.
Toh tidak ada kewajiban untuk masuk arena diskusi. Jadi kalau memang sangat sebel ya
jangan dibaca, atau delete saja, atau unsubscribe.
--
On Fri, 4 Jun 1999 14:35:56 Abdullah Hasan wrote:
>Saya kuatir sekali bahwa keputusan untuk memoderasi Milis ini adalah karena
>MENTAL ORDE-BARU didiri kita yang belum bisa terkikis habis. Kekuatiran
>tersebut mirip dengan kekuatiran akan kebebasan berpendapat , kebebasan
>pers, demokrasi barat, dan sejenisnya. Kekuatiran yang bersumber anggapan
>kurang dewasanya manusia-manusia untuk dapat menilai sendiri mana yang "bisa
>dibeli" mana yang "sampah". Juga kekuatiran tersebut mungkin timbul dari
>kekuatiran melihat momok kenyataan " KETIDAK-SERAGAMAN" diantara kita.
>
>Come on , pak Moderator..... Hilangkan sikap "kekanak2an" anda.....Kita
>semua sudah dewasa..... Mana yang sampah, jangan ditanggapi. Yang ber-tolol2
>mempertentangkan agama secara dangkal , mari kita ketawai bersama........
>
>Sadar betul bahwa kita bhinneka, adalah langkah awal untuk "eka"nya.
>
>Wassalam.
>
>
>-----Original Message-----
>From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>To: recipient list not shown: ; <recipient list not shown: ;>
>Date: Friday, June 04, 1999 2:36 AM
>Subject: [Kuli Tinta] Isu
>
>
>>Yth. Peserta Milis
>>
>>Rupanya, panasnya gelombang Pemilu juga merembet ke milis Kuli Tinta. Isu
>yang berkembang di luar milis juga diforwardkan ke milis. Lebih parah lagi,
>isu itu pun tak jelas juntrungannya dan menyangkut ke masalah pertentangan
>agama. Padahal, sebenarnya milis Kuli Tinta bukan milis penampung isu.
>Karena itu, moderator melihat pemasukan isu yang belum jelas itu, akan
>sangat berbahaya dan menimbulkan prasangka-prasangka yang tidak jelas.
>Karena itu, menjelang Pemilu 7 Juni 1999, moderator berkeputusan untuk
>memoderasi kembali milis ini seperti sedia kala. Sebenarnya, keputusan ini
>sangat berat diambil. Namun, rasanya sangat penting karena kebebasan itu
>ternyata menjadi counter-productive disebabkan isu-isu dari luar seperti
>disebutkan di atas.
>>
>>Demikian diberitahukan, terimakasih
>>Moderator
>>______________________________________________________________________
>>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>
>>TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
>
>
Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!