Satu lagi komentarnya; saya BUKAN "kelompok agama Kristen". Saya beragama Kristen tapi bukan kelompok agama Kristen. Bagi saya, agama adalah hubungan pribadi saya dengan Tuhan Allah yang saya nyatakan dengan kepedulian dan cinta kasih kepada sesama tanpa pandang bulu. Saya tidak mau berkelompok-kelompok atas nama agama, karena agama hadir bukan untuk membeda-bedakan, tetapi untuk membangun solidaritas sesama manusia dan penghormatan serta pemujian kepada Allah. Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin> ____________________________________________ Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN! Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB) Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED] -----Original Message----- From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: 06 Juni 1999 1:53 Subject: Re: [Kuli Tinta] -SPANDUK HUJAT PDI ,,, : BAU CENDANA Salah satu kelemahan bangsa ini adalah keengganan untuk bertandang pada kelompok lain. Misalnya kelompok Islam ke kelompok Kristen. Sebaliknya Kelompok Kristen ke kelompok Islam. Dari masing2 sudut rumah, masing2 memandang khayalan kegelapan pada rumah orang lain. Hasilnya adalah underestimate yang berlebihan atau kekuatiran2 berlebihan yang amat mudah diprovokasi orang jahat. Sebagai contoh, sekali lagi soal koran Republika. Koran itu adalah salah satu rumah bagi kami orang2 Islam yang berpendidikan. Saya menganjurkan bagi saudara2 yang masih sangat asing dengan koran tersebut untuk sesekali datang bersilaturrahmi membaca koran tersebut. Jangan kaget. Didalamnya ada pula secara rutin menulis orang2 seperti Kwik Kian Gie , Frans Magnis Suseno menyebut dua orang yang bukan Islam itu. Tentunya disana tidak ada berita nuansa "luarbiasanya hebat kwalitas Megawati" , tapi tidak ada pula penghujatan rendah kepadanya. Didalamnya kelihatan jelas bagaimana opini kalangan baru Islam. Kalangan yang mau tidak mau karena jumlahnya yang banyak akan sangat mewarnai negeri ini dimasa depan ( kalau tidak ditindas lagi oleh semacam ORBA Baru ). Saya jamin tidak ada bau kayu "cendana"nya. Ini bukan Iklan Koran. Yang saya maksudkan adalah iklan empati. Mengerti perasaan orang lain. Jangan gampang2 melakukan perendahan berlebihan atas sesuatu yang belum kita kenal. Terus terang ini dipicu oleh ketawaran perasaan yang saya rasakan yang dipunyai oleh seorang mahasiswa Kristen semacam Sdr. Manurung. Orang yang kelihatannya saleh dengan agamanya tapi masih sangat gamang terhadap rumah orang lain. Nggak tahu dunia sudah sampai kemana. Saya kuatir SEKALI itu merupakan sample sahih atas saudara2 yang lain dari kelompok agama Kristen. Mudah2an ini tidak benar. Tapi sungguh. Saya menginginkan kita ini dapat bersatu. Bukan saling melebur. Tapi saling menghargai dalam berbagai perbedaan. Perbedaan keyakinan agama, keyakinan politik, perbedaan pendapat, perbedaan ras, perbedaan sudut pandang, dan sebagainya. Dari situ, dari perbedaan2 tersebut, barulah dapat kita pilin suatu kekuatan kebangsaan kita. Kekuatan sesungguhnya dari Bangsa Indonesia. Insyaallah! Wassalam. ----- Original Message ----- From: Dadang Darmawan <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Saturday, June 05, 1999 2:46 PM Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: SiaR---SPANDUK HUJAT PDI PERJUANGAN BERTEBARAN DI JAKARTA > Rekan Martin, > Lahirnya Republika merupakan counter attack dari banyaknya pemberitaan - > pemberitaan yang tidak seimbang dari Kompas selama ini. Kita semua tahu > bagaimana pemberitaan Kompas selama ini, selalu berpihak pada kepentingan umat > kristen. Kalau ada suara dari rekan - rekan kita yang muslim, selalu mendapat > pemberitaan yang kecil, kecuali berita tersebut menguntungkan policy umat > kristen. Tulisan - tulisan Kompas begitu menasional sehingga "mencuci otak" > banyak masyarakat kita. > Disitulah Republika lahir. Memberi harapan baru dalam dunia pers muslim untuk > meluruskan berita - berita yang salah selama ini. > > Soal cendana punya saham atau tidak, memang perlu dicek sejauh mana andil saham > tersebut pada Republika. Tapi bukankah selama ini LB. Moerdani (musuh besar orde > baru) juga di belakang Kompas ????? > So, apakah kita tetap terfokus pada sang pemilik saham atau isi pemberitaannya > ??? > > Martin Manurung wrote: > > > Sangat logis bila pelakunya adalah link Cendana... dan kebetulan pula > > nama-nama > > yang disebut, selama ini track recordnya sangat dekat dengan Cendana > > (termasuk Republika). > > > > > ______________________________________________________________________ > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia! > > > > > > > ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia! ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
