Tadi malam saya nelpon ke Indonsia untuk memastikan bahwa adik-adik,
kakak-kakak saya, dan semua keluarga akan datang ke TPS pada hari
Senin.
Seorang adik saya fanatik mendukung PDI. Ini wajar karena ayah
saya adalah pentolan PNI di tingkat kabupaten.Ayah seorang
demokrat sejati. Beliau tidak pernah memaksa anak-anak,
istri, atau cucunya untuk milih apa. Tapi ayah terlihat
senang ketika tahu ada anaknya yang jadi aktivist PDI.
Saya tidak mendesak, adik saya itu aktif di PDIP atau PDI
yang lain.
Kakak-kakak yang lain karena dari remaja aktif di lingkungan
Muhamadiyah, mereka rame-rame akan pilih PAN. Yang lucu adalah
ponakan saya, meski bapaknya gentol mendukung PAN, dia bilang
dia akan nyoblos PBB dan mengajak saya nyoblos PBB. Saya bisa
maklumi, karena kakek ponakan saya ini was pengurus Masyumi di
Kabupaten. Inilah warna di keluarga saya, seorang pentolan PNI
[ayah] berbesan dengan pentolan Masyumi [kakek ponakan saya],
punya cucu PBB. Saya tidak akan bertanya ayah dan Ibu mau
nyoblos apa, saya tahu beliau adalah pendukung tradional PDI.
Bahkan rela mengundurkan diri dari PNS ketika atasannya
menegur ayah yang kampanye PNI kemudian jadi PDI.
Kalau dihitung di keluarga ayah-ibu [termasuk anak, menantu, dan
cucu], akan ada 3 PDI, 4 PAN, 3 PBB, 4 PK, 3 Golkar. Sementara
itu saya dan istri tercinta akan nambah 2 suara untuk PK. Inilah partai yang
paling bersih selama kampanye. Orang-orangnya masih
fresh, belum terkontaminasi. Melihat beragamnya pilihan kami,
dan ayah ibu masih tetap senyum-senyum, sementara hubungan
sekeluargaan masih sangat hangat, saya berkesimpulan bahwa
ayah telah berhasil memberikan pendidikan demokrasi kepada anak-anaknya.
Itulah salah satu yang saya kagumi tentang ayah
saya. Selalu menghargai pilihan dan pendapat orang lain. Pesan
yang selalu diberikan kepada kami sangat sederhana "Don't break
the law".
Selamat nyoblos. Apa pun pilihan saudara, jadikan lah Indonesia
menjadi lebih baik dari hari kemarin.
Salam,
HP_
>From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [Kuli Tinta] KESALAHAN BESAR PDI-PERJUANGAN
>Date: Sat, 5 Jun 1999 02:26:17 -0700 (PDT)
>
>KESALAHAN BESAR PDI-PERJUANGAN
>
>PDI-PERJUANGAN telah melakukan KESALAHAN BESAR, sehingga terpaksa
>menerima pukulan-tendangan-kepretan dari MEREKA YANG MENAMAKAN DIRI
>UMAT ISLAM, yang diwakili oleh PARTAI-PARTAI ISLAM, MUBALIGH KONDANG,
>dan KELOMPOK YANG TERBIASA TERIMA PESANAN (tebak, dari mana pesanan itu
>datangnya).
>
>Tak kurang MUI, DDI, bahkan ZAINUDDIN MZ, yang keluar 'merendahkan
>diri' turun ke gelanggang politik, dengan isu-isu yang dikembangkan
>sejak cukup lama, mulai dari 'sembahyang di pura', sampai ke
>jenis-kelamin, dan caleg serta debat-capres.
>
>KESALAHAN BESAR PDI-PERJUANGAN ini disebabkan oleh para pencinta
>fanatik partai ini, yang sudah sejak beberapa tahun ini kian mengental
>dan membesar. Lebih-lebih dengan beberapa putaran kampanye di semua
>kota-kota besar kecil Indonesia, yang mampu membuat merah suasananya.
>
>KESALAHAN BESAR PDI-PERJUANGAN ini adalah :
>
>1. Dipastikan MENANG PEMILU
>2. Dipastikan MENANG PEMILU
>3. Dipastikan MENANG PEMILU
>
>Kesan pertama ini memang SANGAT MENGGODA.
>Selanjutnya, TERSERAH ANDA.
>
>VIVA PDI-PERJUANGAN
>
>Sampai ketemu Selasa, dengan pesta besar PDI-Perjuangan
>
>GIGIH
>
>PS. Dari rumah saya saja ada 5 (lima) suara. PASTI !!!
>
>_________________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
_______________________________________________________________
Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!