KIPP melalui tim 13 merekomendasi PAN, PDIP, dan PKB pada urutan
teratas. Sedang Golkar dan PDR menduduki posisi yang sama yaitu kurang
direkomendasi.

Kita boleh berbeda pendapat, namun siapapun diantara ketiga partai itu
yang akan memperoleh kepercayaan dari rakyat melebihi yang lain pasti
akan memperhitungkan power sharing itu.

Persoalannya adalah bagaimana kalau Golkar yang menang? Mungkin
disinilah arti ucapan Wimar dalam Selayang Pandang itu: "tahu
dirilah...."
*******

Kevin Raymond Evans, Konsultan UNDIP untuk urusan pemilu di Indonesia (Panji
No. 5/19 Mei 1999) mengatakan:
"Kalau orang menganggap pemilu hanya jurdil bila orang-orang rezim lama
dibuang semua, itu berarti tidak ada perubahan. Paradigmanya sama saja
seperti dulu, harus ada rekayasa agar orang-orang lama harus kalah, apapun
caranya".

Dia mengambil contoh Bulgaria - yang setelah kejatuhan komunis dalam pemilu
jujurnya yang pertama justru dimenangkan oleh Partai Komunis lagi(!) laporan
dari berbagai komite independen juga menunjukkan hal yang sama.
Yang berubah adalah tatanan negaranya yang tidak lagi komunis karena pasar
sudah berkembang dan demokrasi mulai berjalan.

(mungkin) contoh semacam inilah yang hendak diraih orba (?)
Besar harapan saya hal ini tidak akan pernah terjadi di Indonesia
(pantauan sementara secara nasional syukurlah tidak terjadi)

salam
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!









______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!





Kirim email ke