Anda benar bung Abu, hari ini kemajuannya cukup pesat. Hari Selasa cuma dapat 1%, hari Rabu sudah hampir 5%. Mudah-mudahan semakin cepat, sehingga semuanya segera serba jelas. Tapi masih menjadi pertanyaan, kenapa mesti ditabulasi (manual) di Kecamatan dan PPD? Bukankah dengan sistem database, lebih tepat entry-nya langsung dari hasil TPS? Karena satuan datanya adalah angka per Partai per TPS. Tingkatan diatas TPS cukup diwakili dengan coding system tertentu. Dengan demikian selain lebih cepat juga lebih mudah validasinya. Dan nggak berulangkali tanda tangan, check and re-check dsb. Prosedur setelah dihitung di TPS dan ditanda tangani petugas yang berhak seharusnya cukup begini saja : 1. Bawa ke data entry station. 2. Entry (kalau perlu doble entry system) 3. Print. 4. Validasi (oleh KPPS, Saksi dan Pemantau). 5. Koreksi (kalau perlu) 6. Print (lihat hasil koreksi, kalau sudah benar KPPS dan Saksi tanda tangan, kalau belum : koreksi ulang, print lagi) 6. Save (Kalau sudah diyakini benar). 7. Send. Setelah itu original documents disampaikan secara berjenjang ke KPU. Kalau perlu summary, diprint saja langsung dari komputer. Summary yang menjadi cover letter ini boleh boleh saja ditanda tangani orang sekampung yang merasa dapat honor. Kalau ini dilakukan, hari Selasa yang lalu seluruh kota besar di Indonesia sudah masuk datanya, dan dijamin akurat. Kalau ditabulasi manual, error factornya akan lebih besar, waktunya lebih lama dan biayanya makin besar. Ngapain juga beli komputer US$. 2.5 juta. Setahu saya konsultan perangkat lunak untuk Pemilu ini cukup handal dan mahal, jadi agak mengherankan kalau pola pikirnya seperti itu (Manual berulangkali sampai PPD untuk mengerjakan tabulasi yang nggak ada gunanya, sebelum di-entry). Kalau yang di-entry data tabulasi per PPD-I atau II, bagaimana untuk mengurai laporan hasil per TPS? Di-entry lagi? Payah deh. >From: abu <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] >To: [EMAIL PROTECTED] >Subject: Re: [Kuli Tinta] KPU: Lambat sekali !!! >Date: Wed, 09 Jun 1999 09:32:30 +0700 > >Saya kira tidak aneh, justru menurut saya wajar saja kenapa ? >- Saya yang ikut nimbrung di TPS menghitung suara sampai jam 23.30 Malam >besoknya baru di hitung di kecamatan > dengan pengawasan ketat dari partai-partai >- Belum ke PPD II dan PPD I tingkat Provinsi >- Dari Jawa Barat saya lihat di koran Pikiran Rakyat sudah selesai semua >dihitung pagi ini >- Jadi besar kemungkinan data tersebut masuk hari ini dari berbagai >Provinsi >saya kira >- Jadi kesan terlambat saya kira tidak usah di "aneh"kan lebih baik setelah >cek >dan ricek kembali dari partai-partai > kemudian di kirimkan ke KPU di luar negeri juga saya kira tidak >terburu-buru >Iya khan ? > > >"Yap C.Young" wrote: > > > Aneh, sistem komunikasi berlapis gaya KPU (dari mulai kurir, telepon, >fax > > sampai internet) ini sampai 24 jam setelah penutupan waktu nyoblos kok >baru > > menghasilkan kurang dari 1%. Yang lebih parah justru suara dari kota >besar > > sama sekali belum masuk. Bahkan website KPU yang katanya on-line, setiap > > kali hanya terbaca : Hasil Pemilu 1999 belum dapat dilihat. Sampai >kapan? > > > > Ada apa yaaa ???? Nggak lucu ah. Rakyat kecewa !!! > > > > ______________________________________________________ > > Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com > > > > ______________________________________________________________________ > > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] > > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > > > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! > > >______________________________________________________________________ >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! > > > > > > > ______________________________________________________ ------------------------------------------------------------------------ BrainPlay.com has your favorite interactive friend. Each Furby has its own unique personality. Train them to sing, dance and perform their own tricks. Visit BrainPlay.com to order your friend today! http://clickhere.egroups.com/click/344 SAPU BERSIH BAHAYA LATEN STATUS QUO: GOLKAR, DWIFUNGSI ABRI, POLITIK SAR
