Masyarakat Indonesia ultra-goblok?
    Saya rasa masyarakat tidak goblok. Karena itu mereka memilih partai dan
figur yang mampu memahami dan merebut hati orang2 ultra-goblok. Partai dan
figur pilihan orang2 ultra-goblok itu tahu persis bahwa untuk menang Pemilu
1999, orang2 gobloklah yang menentukan.
    Partai dan figur lain? Rupanya masyarakat yang ultra-goblok itu
berpendapat bahwa mereka terlalu goblok untuk memimpin dan mengambil hati
orang2 ultra-goblok. Nah, kalau merebut suara orang2 goblok saja tidak bisa,
bagaimana mau memimpin orang yang tidak goblok? Perlu diingat bahwa
mengambil hati orang goblok bukan pekerjaan goblok.
    Aspirasi rakyat didominasi orang goblok? Itu harus dan mutlak di negara
goblok ini. Pemimpin negara ini harus memasukkan sedikit unsur goblok dalam
otak dan hatinya, agar dapat berempati pada orang2 goblok. Barulah itu ada
gunanya untuk negara yang goblok ini. Ya negara goblok. Cuma di negara
goblok ada jaksa goblok yang menyuruh pengusaha goblok mentransfer uang suap
(semoga Tuhan mengampuni saya yang goblok, jika uang tersebut bukan suap) ke
rekening pribadinya dan rekening istrinya yang goblok.
     Dan terakhir, jika nanti pilihan masyarakat super-goblok ini berhasil
mereformasi negara goblok ini, maka anda semua yang tidak memilih partai
pilihan orang goblok ini, akan terbukti lebih goblok dalam memilih partai
daripada orang2 ultra goblok. Dan itu termasuk saya yang mencoblos si
matahari, karena merasa tidak goblok.

-----Original Message-----
From: Raja Komkom S. <[EMAIL PROTECTED]>
To: Kuli Tinta List <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, June 09, 1999 11:35 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] "Riset" Why PDI-P to be winner


>Saya lebih condong ke DR. Sri Bintang Pamungkas. Memang masyarakat
>Indonesia masih super-goblok bahkan ultra-goblok, memilih sesuatu tanpa
>tau isinya memang seperti cerita si Pandir. Anda jangan heran memang
>bangsa Indonesia ini memang masih tergolong pandir, karena orang yang bisa
>mikir baru beberapa persen saja dan mendominasi.
>
>Kalau Anda mau tahu aspirasi kalangan terpelajar, silahkan lihat hasil
>perolehan suara di basis-basis nya Mahasiswa,dosen-dosen, serta kalangan
>terpelajar lainnya dan silahkan lihat hasilnya serta bandingkan. Kalau mau
>jujur yang mendominasi suara di tempat tsb. adalah PAN, PK, PBB, PUDI.
>
>Kalau anda mau tahu aspirasi kalangan orang-orang kurang/sangat tidak
>terpelajar, jujur saja aspirasi nya adalah PDI P, PKB, P. Golkar.
>
>Kalau mau tahu aspirasi orang-orang terhormat, tapi nggak bisa mikir.
>aspirasinya PKB, P. Golkar.
>
>Orang-orang fanatis pasti memilih PPP,PBI,KRISNA.
>
>Kesimpulannya Aspirasi rakyat kita masih didominasi oleh orang-orang
>Goblok,Tapi itu lah kenyataan, bahwa kemerdekaan selama 54 tahun itu hanya
>baru menghasilkan sebatas orang-orang goblok dan super goblok dengan
>sedikit orang-orang pintar.
>
>Contoh : Kalau orang-orang terpelajar suruh pilih antara Megawati(asumsi
>bahwa bu Mega ini bukan anak Sukarno) dan Sri Bintang, mana yang lebih
>layak jadi presiden, Saya berani taruhan Sebagian besar milih Sri Bintang.
>
>Bayangkan kalau Sri Bintang jadi anak Sukarno dan dia bikin partai PUDI,
>serta Megawati jadi Ketum PDI P. Pilih Mana ???? Atau Sri B. jadi ketum
>PDI P dan Megawati jadi ketum PUDI. pilih mana ???
>
>Intinya perjuangan reformasi itu ternyata masih panjang, masih dibutuhkan
>waktu yang amat panjang bagi rakyat untuk bisa menggunakan dan
>memberdayakan suaranya secara benar. Masih dibutuhkan waktu bagi rakyat
>untuk belajar memilih program dan bukan memilih bendera. Dan saya yakin
>itu hanya menunggu waktu. Jadi PERJUANGAN REFORMASI MAKIN PANJANG.
>
>Sepertinya sistem pemilihan distrik akan menghasilkan wakil-wakil yang
>betul-betul wakil rakyat. Dan anda-pun harus jujur mengakui
>bahwa mau tidak mau sistem distrik ini mesti di adaptasi pada pemilu
>mendatang. Demi Indonesia baru yang jurdil.
>
>
>On Wed, 9 Jun 1999, Martin Manurung wrote:
>
>> "riset" yang tidak ilmiah dari Bung Abu ini juga diucapkan oleh Sri
Bintang.
>> Dia bilang di teve, "Rupanya masyarakat masih lebih senang lihat bendera
>> daripada program". Asumsinya calon presiden PUDI ini rupanya
masyarakatnya
>> masih super-goblok yang mau memilih partai karena benderanya doang. Dalam
>> kasus ini, Bintang tidak fair melihat kenyataan bahwa PUDI kalah dari PDI
>> Perjuangan, bahkan dari Golkar sekalipun!
>>
>> Pendapat Bung Amin, saya pikir lebih obyektif.
>>
>> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
>> ____________________________________________
>> Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
>> Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
>> Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>
>>
>> -----Original Message-----
>> From: Amin Riza <[EMAIL PROTECTED]>
>> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>> Date: 08 Juni 1999 22:36
>> Subject: Re: [Kuli Tinta] "Riset" Why PDI-P to be winner
>>
>>
>> Bung Abu,
>>
>> Dalam pandangan saya, pointers Anda sangat melecehkan kemenangan PDIP.
>> Secara keseluruhan Anda ingin mengatakan bahwa memilih PDIP adalah
langkah
>> keliru, karena dasarnya cuma kasihan (point 1), korban iklan (point 2),
>> masyarakat masih bodoh (point 3) dan numpang popularitas babe (point 4).
>>
>> Begitukah cara Anda merendahkan jutaan masyarakat pemilih di Indonesia ??
>> Kalau benar begitu, Andalah orang yang patut dikasihani dan perlu
>> penyembuhan segera.
>>
>> Dari beberapa teman simpatisan PDI, saya dapat merangkum beberapa strong
>> points mengapa mereka memilih PDIP :
>>
>> 1. Konsolidasi PDIP yang luas dan solid selama beberapa tahun telah mampu
>> menggalang simpati dan keteguhan jiwa, bahkan untuk kelompok tertentu
telah
>> menjadi fanatisme. Sehingga rudal MUI dan tokoh Islampun tak mampu
>> menggoyahkannya.
>>
>> 2. PDIP dipandang sebagai alternatif yang aman, karena sifatnya sebagai
>> reformis yang moderat, dan mengakomodasi kalangan yang lebih luas,
sehingga
>> dianggap lebih mampu mengatasi keterpurukan bangsa.
>>
>> 3. Faktor digencet, anak Soekarno dsb. tidak begitu dominan, karena semua
>> orang sibuk mengasihani dirinya sendiri, dan reputasi Soekarno juga nggak
>> selamanya dipandang positip. Kalau soal digencet, bukan jaman Orba saja,
>> jaman reformasi-pun semua berusaha mendiskreditkan dengan segala cara.
>> Empati memang ada tetapi tidak dominan.
>>
>> 4. Perilaku pimpinan PDIP yang selalu bekerja dalam tim dan kompak
dipandang
>> lebih memberi harapan daripada (partai) yang pimpinannya ingin menonjol
>> sendiri.
>>
>> 5. Reputasi Megawati yang bebas KKN, kredibel, nggak banyak mulut, teguh
>> pendirian dan mampu memanage timnya yang sangat heterogen, lebih memberi
>> harapan.
>>
>> Berpikirlah positip, karena Anda tidak akan menjadi lebih tinggi dengan
>> merendahkan orang lain. Salah satu penyakit jiwa yang berbahaya adalah
tidak
>> suka melihat keberhasilan orang lain.
>>
>>
>> --
>>
>> On Tue, 08 Jun 1999 08:56:54   abu wrote:
>> >Saya ingin memprediksi tentang kenapa PDI-P sementara unggul di medan
>> >Pemilu 1999 koreksi bila saya salah :
>> >1. PDI-P selama orde baru selalu "digencet" sehingga masyarakat
>> >cenderung memilih PDI-P karena simpatik
>> >2. Iklan PDI-P banyak yang memberikan "perintah" untuk mencoblos nomor
>> >11
>> >3. Masyarakat masih belum memandang program-program serta platform
>> >partai tetapi lebih kepada banyaknya peserta
>> >    kampanye di jalanan yang didominasi oleh PDI-P (Pokoke gimana
>> >ramenya)
>> >4. Figur Megawati sebagai anak bapak bangsa
>> >lain-lain ada yang nambahkan ?
>> >
>> >
>> >______________________________________________________________________
>> >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>> >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> >
>> >PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>>
>>
>> Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
>> Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com
>>
>>
>>
>> ______________________________________________________________________
>> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>
>> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke