Pak Ghalib, Presiden, bisa diberhentikan oleh MPR, jadi Mega bisa jadi Presiden tapi tidak bisa jadi Ketua MPR. Kalau MPR tidak bisa, mahasiswa bisa menghentikan Presiden, jadi Mega bisa jadi Presiden tapi tidak bisa jadi mahasiswa. -----Original Message----- From: Bahrudin Ghalib <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wednesday, June 09, 1999 11:43 PM Subject: RE: [Kuli Tinta] Wanita Muslim Tidak Berkualitas sbg Presiden? >Pak Daniel, >Benazir Buto bukan pemimpin tertinggi Pakistan, karena dia hanya PM dan di >Pakistan masih ada presidennya, yang sewaktu-waktu bisa memecat PM dan sudah >dia lakukan. Yang tidak direkomendasikan oleh Islam adalah kalau perempuan >pemimpin tertinggi dalam negara atau institusi, kalau masih ada laki-laki. >Seandainya Indonesia menganut sistim parlementer, adanya jabatan PM, maka >Megawati bisa sebagai PM, karena sewaktu waktu bisa diberhentikan dan >diganti oleh presiden. > > >> ---------- >> From: Daniel H.T.[SMTP:[EMAIL PROTECTED]] >> Reply To: [EMAIL PROTECTED] >> Sent: Monday, June 07, 1999 8:42 PM >> To: [EMAIL PROTECTED] >> Subject: Re: [Kuli Tinta] Wanita Muslim Tidak Berkualitas sbg >> Presiden? >> >> At 03:54 07/06/99 +0700, 007 wrote: >> > >> >Yang bener aja. Pilih mana, pemimpin lelaki dengan titel Haji model >> Soeharto >> >yang >> >punya putri sulung berkerudung dan bergelar hajjah bernama Mbak Tutut, >> >dibanding dengan wanita yang meskipun tidak berkudung dan tidak bergelar >> >hajjah, >> >jelas bukan ateis dan tukang tilep? Saya mah pilih yang terakhir, lo. >> >Oya, mungkin anda belum nonton ya? Dalam wawancara dengan salah satu >> stasiun >> >televisi, ketua umum partai Masyumi menolak dibilang Benazir Buthho itu >> >berhasil. Dia mengatakan, kegagalan Benazir adalah bukti bahwa tidak ada >> >yang bisa mengingkari apa yang dikatakan Allah Swt yang melarang wanita >> jadi >> >pemimpin bangsa. >> >Tapi memang dia (juga si pewawancaranya) lupa menyebut nama Cory Aquino, >> >yang notabene non-muslim (Katholik), dan sukses mengantar Filipina >> menjadi >> >negara demokratis bebas KKN. >> > >> >> Iya ya tuh kawan, >> Benazir Bhuto gagal karena dia mengingkari perempuan tdk boleh jadi >> pimpinan bangsa? Ah, yg benar aja. Benazir 'kan 2 x jadi PM? Lalu >> pimpinan >> laki-laki, gagal krn apa? Trus pimpinan wanita yg berhasil, bagaimana? >> Org >> itu hrs bikin penilaian yang obyektif dong, jangan mengkotak-kotak sesuai >> dengan kepentingan politiknya. >> >> Daniel H.T. >> >> >> >> ______________________________________________________________________ >> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] >> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] >> >> PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia! >> >> >> >> >> >> > >______________________________________________________________________ >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! > > > > > > > > ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
