Rabu, 9 Juni 1999 Megawati larang anggota PDI Perjuangan berpesta pora Laporan Yogi Kuswantini JAKARTA, Mandiri Ketum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri melarang anggota partainya untuk berpesta pora menyambut hasil penghitungan suara sementara yang disebutnya sebagai �membesarkan hati�. Para kader partai diimbau untuk menghayati kemenangan ini lebih sebagai wujud kepercayaan rakyat kepada keluarga besar PDI Perjuangan, daripada kemenangan partai. "Jangan mengadakan pesta pora yang hanya akan membuat kita lupa pada jati diri kita dan tujuan perjuangan yang sesungguhnya, yakni memberi kemenangan kepada seluruh rakyat Indonesia," katanya dalam pesan hariannya yang diterima Mandiri Online, Rabu malam. "Agar memaknai perolehan suara ini dengan lebih menundukkan kepada sebagai rasa syukur dan merendahkan hati sebagai upaya terhindar dari segala bentuk kesombongan," katanya lagi. Kepada mereka yang memiliki kemampuan finansial, dianjurkan untuk menyampaikan ungkapan syukurnya dalam bentuk membantu yatim piatu di berbagai panti asuhan agar mereka "menikmati kemenangan rakyat ini sebagai bagian kemenangan mereka juga." Di samping tetap mendorong anggotanya untuk tidak membuka peluang terjadinya praktek kecurangan �oleh pihak-pihak yang masih ingin memenangkan partai yang pro status quo�, Megawati menyampaikan rasa haru, kebanggaan dan terima kasih kepada para kader yang disebutnya �teguh memegang prinsip anti kekerasan�. "Tetapi ingat, perjalanan kita masih panjang. Maka tetap panjangkan pikiranmu, tetap panjangkan semangatmu dan panjangkan langkah perjuanganmu!" PDI Perjuangan menurut hasil resmi KPU pada pukul 18:30 wib telah meraih 1,8 juta suara. PKB di urutan berikutnya menembus angka satu juta dan meraih 1.023.281. Golkar masih di posisi ketiga dengan 734.667. Kemudian berturut-turut PPP 413.364, PAN 280.453, PBB 58.485, PK 45.660, PKP 37.502, PNU (Partai Nahdlatul Umat) 19.188 dan Partai Persatuan 17.294. [888] [888] ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
