Generalisasi seperti itu tidak sehat Bung Komkom.., saya tidak sependapat
dengan anda
Sahabat saya seorang Guru Besar Ilmu Ekonomi di UI dan kini sedang tugas
mengajar ke luar negeri (visiting professor) memilih PDI Perjuangan.
Alasannya, ia suka dengan gaya Megawati yang tenang dan tidak asal bicara
saja. Ada lagi rekan saya yang kini sekolah di Australia juga memilih PDI
Perjuangan. Dan jangan lupa PDI Perjuangan juga menang (telak!) telah di
Sidney, Belanda, dll. PDI Perjuangan juga menang (tipis) dari PAN di asrama
Universitas Gajah Mada. Semua itu ada di kalangan terpelajar. Sebaliknya,
pembantunya tetangga saya yang tamat SD memilih PAN. Kenapa? Alasannya,
Amien Rais itu ganteng (entah benar atau tidak..;-). Ya.., alasannya cuma
karena Amien Rais ganteng. Lalu, apakah dengan itu, lantas saya mengatakan
bahwa yang memilih PAN itu adalah kelas pembantu yang cuma menganggap Amien
Rais ganteng? Jadi, generalisasi seperti itu tidak valid. Tapi, apa
salahnya pula kalau basis suatu partai adalah orang biasa yang tidak
berpendidikan tinggi (yang merupakan bagian populasi terbesar di Indonesia)?
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
-----Original Message-----
From: Raja Komkom S. <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 11 Juni 1999 13:47
Subject: Re: [Kuli Tinta] "Riset" (u/Jopie)
On Fri, 11 Jun 1999, Jopie J Bambang wrote:
> Ck...ck...ck....
>
> Saya ingin tahu partai pilihan anda karena 'melihat' tulisan anda yang
> begitu terpelajar....
Yang pasti saya akan mendukung Partai yang meng-agendakan reformasi,
antara lain amandement UUD 45 yang jelas-jelas udah mandul itu, pengadilan
Soeharto, masalah TIM-TIM, Aceh, Otonomi, dll yang berhubungan dengan
masalah mendasar dan Biang keladi yang menghancurkan Negara ini.
Sulit bagi saya untuk mendukung Partai anti-reformasi dan partai status-
quo, Maaf kalau boleh tunjuk hidung langsung saya berani katakan bahwa
PDIP dan PKB itu adalah partai Anti-Reformasi, ini setelah melihat agenda
serta program-2x dalam kampanye mereka. Sedangkan Golkar jelas-jelas
partai berlumuran dosa dan jelas Status-quo.
>
> Anda mengingatkan saya akan kesan bahwa (dulu) musik jazz adalah musiknya
> kaum the have - orang terhormat dll dan musik dangdut musiknya orang
> kampungan.
>
Argument tentang pilihan rakyat itu kan tidak menunjukkan bahwa
partai-partai seperti PAN, PK, atau PUDI itu menjadi milik nya kaum
terpelajar dan partai-partai seperti PDIP dan PKB sebagian besar pilihan
para petani miskin, kuli-kuli, pedagang kecil, dst.
Tapi lihatlah itu sebagai kritisme dalam menilai sesuatu.
Saya berani taruhan bahwa para kaum terpelajar ini memilih PAN/PK/PUDI/PBB
karena program-program dan visi dari para kontestan ini.
Dan saya pun berani taruhan bahwa kelas menengah ke bawah itu akan memilih
PDIP dengan harapan harga-harga akan turun, kondisi akan kembali normal
tanpa ada lagi keributan, demonstrasi, dsb. Singkatnya mereka sebenarnya
belum mengerti apa itu reformasi.
Any Way,
Harus diakui pula bahwa masyarakat Indonesia ini masih berada dalam
Pra Renaisance dalam determinasi dan konteks Kultur Eropa atau zaman
Jahiliyah("Kegelapan") dalam determinasi Islam.
Jadi jangan heran kalau figur pemimpin masih merupakan hal yang dominan
dalam memilih partai atau presiden, dan hal itu lah yang dilakukan oleh
para calon-calon presiden Amien Rais, Megawati, B.J Habibie, dst.
Memang ironis. Nah, tugas reformasi berikutnya adalah untuk mengubah cara
berfikir seperti ini, dan waktu masih panjang BUNG!.
-------------------
Raja Komkom Siregar
reformasi TOTAL for NEW INDONESIA
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!