Bukan membandingkan Citra, tetapi boleh kan kita mengkritisi apa yang
terjadi sekarang supaya semuanya semakin baik.
Aneh benar dan penuh kontradiksi.
1. Mengapa TABULASI bisa menghambat data entry, kalau satuan datanya adalah
perolehan suara per Partai per TPS. Mengapa nggak di-entry berdasarkan
original data per TPS (Laporan KPPS).
2. Kalau data entry harus dilakukan setelah selesai TABULASI per PPD II,
kenapa ada Pengumuman Hasil Sementara yang memuat angka kecil (total dibawah
5.000 suara) untuk 1 Propinsi. Saya kira jumlah itu belum mewakili satu Dati
II terkecilpun di Indonesia. Jadi belum selesai TABULASI nya dan belum sah
dilaporkan ke KPU.
3. Kalau data entry dilakukan dari TABULASI, jelas error factornya akan
lebih tinggi. Risikonya bisa beragam. Misalnya seperti hitung ulang yang
terjadi di DKI Jakarta, atau ancaman menolak mengesahkan hasil Pemilu
seperti yang dilontarkan KH. Dr. Agus Miftah, MSc,DSb. cs yang hampir
berbuntut pertarungan fisik dengan Dr. Andi Mallarangeng.
Kontradiksi ini diduga karena ketidak jelasan visi tentang pemanfaatan
komputer dan sistim kominikasi, dan konsistensi ketaatan peraturan KPU oleh
KPU sendiri. Asal beli saja, biar keren, padahal duitnya dapet ngutang.
Fatal, kan???
Coba deh perhatikan, sekali lagi nggak ada hubungannya dengan jaman dulu,
tetapi semata-mata karena ingin memberi masukan optimalisasi pemanfaatan
dana (hutang) rakyat yang jutaan dollar. Boleh kan ???
>From: "Citra" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] KPU: Lambat sekali !!!
>Date: Fri, 11 Jun 1999 06:36:29 +0700
>
>From: Raja Komkom S. <[EMAIL PROTECTED]>
>
>
> > Setuju, Soalnya saya juga nangkring di TPS dan selesai nya juga jam
>23:30
> > malam.
> > wajar dan sabar aja, yang penting kan jurdil.
>
>Betul...
>Jangan donk kita membandingkan dengan dulu-dulu, kalau dulu jumlah partai
>yang ikut hanya 3, sedangkan sekarang 48, otomatis laporan (yang saya lihat
>di TV melalui telepon) menjadi lebih lama. Lalu, kalau dulunya sebelum
>berperang kita sudah dapat menerka siapa yang menang, kalau sekarang khan
>jurdil.
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!