Kita punya dua telinga dan satu mulut. Artinya perlu lebih mampu mendengar dari pada 
bicara.

Mestinya Anda telah mendapat banyak pelajaran dari posting banyak netters disini, 
bahwa sikap dan pola pikir Anda sungguh menyedihkan. Tetapi ternyata Anda tidak cukup 
punya kemampuan untuk menerima masukan.

Untuk Anda ketahui, saya sama sekali bukan partisan, walaupun kalau saya mau ada 
tawaran untuk itu dengan posisi yang berdasarkan hasil Pemilu ini ternyata cukup 
terhormat. Jawaban saya, justru karena saya tahu situasi politik Indonesia, saya belum 
mampu masuk kedalamnya. Dan mungkin tak akan pernah. Bagi saya, politik adalah 
pengabdian, bukan untuk mencari nafkah, kekuasaan atau popularitas. Dan tidak harus 
lewat Parpol.

Sementara saya sudah bahagia dengan bidang pengabdian yang saya pilih sekarang.

Saya tidak pernah memilih partai berdasarkan sentimen Agama, dan saya tidak pernah 
membuat statement apapun tentang caleg non muslim. Silahkan periksa kembali 
posting-posting saya.

Inti posting saya tentang koalisi PAN dan Golkar adalah menyesalkan kejadian itu, 
karena merupakan bunuh diri politik dari mas Amien Rais yang sempat mencuat sebagai 
tokoh utama reformasi.

Dalam pandangan saya, koalisi macam itu berarti pengkhianatan terhadap konstituen PAN, 
dan berakibat buruk pada perkembangan PAN selanjutnya. Bagaimanapun PAN sudah jadi 
Asset Nasional, yang perlu dijaga keberadaannya.

Kenyataannya, walaupun Anda membantah dengan seribu dalih untuk membenarkan koalisi 
itu, bahkan menganggap saya tidak tahu politik dan sebagainya, saat ini Anda sudah 
tahu bahwa PAN telah membatalkan rencananya untuj berkoalisi dengan Golkar. Hanya 
dalam waktu sehari!!! Yang lebih menyedihkan, penyebab batalnya itu lebih karena 
penolakan Golkar (Dr. Marwah Daud), sehingga fenomena ini sungguh menyedihkan 
sekaligus memalukan. Karena bagaimanapun PAN harus mengeluarkan energi ekstra untuk 
recovery.

Jadi saya atau Anda yang nggak tahu politik ?????

Be conscious, please.
 
--

On Sat, 12 Jun 1999 19:24:14   Raja Komkom S. wrote:
>
>On Fri, 11 Jun 1999, Yap C.Young wrote:
>
>> Upaya PAN menjual diri dan mengkhianati konstituennya dengan merayu 
>> berkoalisi dengan Golkar, dengan harapan menggolkan Capresnya, ternyata 
>> berbuntut menyedihkan.
>> 
>> Pulang Kampus sajalah Mas Amien. Politik praktis bukan jalan hidup Anda. 
>> Atau keluarnya Anda dari ICMI memang bagian dari strategi Golkar untuk 
>> menjaring pihak yang berseberangan, yaitu pemuda dan mahasiswa kritis dan 
>> kalangan terpelajar?
>> 
>Hehehehehe... ternyata cara fikir anda sangat parsial dan tidak runtut,
>karena saya lihat anda membenarkan satu hal untuk membenarkan hal yang
>lain, dibagian lain anda menyalahkannya, demikian sebaliknya.
>
>Ternyata inti dari pendapat anda lebih condong ke sentimen agama juga
>ternyata, hehehhee..... sampai bawa-bawa ICMI segala, dan strategi dari
>Golkar segala, hehehehe... kasian sekali cara berfikir anda bung Yap.
>
>Kelihatan dari  statement-statement anda, bahwa anda anda itu kurang
>memahami politik itu kayak apa, hehehehe......mungkin anda perlu lebih
>rasional dalam mendukung satu partai, karena saya khawatir  anda
>memilih partai itu hanya dari sentimen agama saja, dan bukan kualitas dan
>program-programnya, yah ... seperti statement-statement anda sebelumnya
>tentang caleg Non-muslim. Hehehehe...kasihan sekali
>
>
>peace for REFORMASI 
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>


Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke