Inilah demokrasi kita, kalau ingin nanti tahun 2004 kalau sudah presiden
dipilih langsung, tapi kalau sekarang siapa yang menang pemilu belum tentu
langsung bisa menjadi presiden toooh ....
> ----------
> From: Yudhi Dzulfadli Baihaqi[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, June 11, 1999 2:55 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Prediksi : Kabinet Indonesia Baru
>
>
> [[EMAIL PROTECTED] Amin Riza]$ date
> Wed, Jun 09, 1999 at 10:23:30AM -0700
> > Kalau Presidennya Amien Rais, itu sih namanya nggak menghormati suara
> rakyat. Ngapain musti Pemilu. Kenapa nggak Rudini atau Habibie saja
> sekalian.
> > Come on, jujurlah pada diri sendiri.
> > Kabinet macam ini hanya valid kalau PAN dan PDR yang menang. Jangan main
> selonong dong....
> >
>
> Yah, itulah karena komposisi anggota MPR/DPR yang "tidak mencerminkan hati
> rakyat".
> Walhasil boleh saja toh menyusun prediksi, karena Parpol harus minimal
> dapat
> 76% suara di DPR supaya bisa menguasai Sidang Umum MPR. CMIIW
> Dalam hidupnya pun di Orba, Golkar tidak pernah meraih suara sebanyak itu.
>
> Terus, ada yang diangkat. Dan yang MENYEBALKAN ada ABRI/TNI di situ.
>
> Jadi .....
> HARUS AMANDEMEN UUD 45, supaya Presiden dipilih langsung.
> Dan.... CABUT DWI FUNGSI ABRI/TNI.
> Nah.. menurut saya yang STATUS QUO yang mempertahankan kayak gini.
>
> > --
> >
> > >>
> > >> Rancangan Susunan Kabinet Indonesia Baru I
> > >> Periode 1999-2004
> > >>
> > >> Presiden : Prof. DR. Amien Rais
> > >> SUMBER : TEMPO Interaktif
> > >> Jumat, 4 Juni 1999
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!