Benar.., tapi saling memaafkan.., lha siapa yang salah sehingga perlu
dimaafkan?
Sebenarnya saya tak mau menanggapi posting bung Komkom yang ini. Tapi
okelah, sebagai pernyataan penutup, saya mau tegaskan: Dalam posting saya
yang pertama, saya malah memprotes perkataan/statement dari Sri Bintang yang
mengesankan rakyat Indonesia itu supergoblok karena memilih cuma karena
bendera. Saya protes, bahwa bila rakyat memilih PDI Perjuangan, ataupun
tidak memilih PUDI, bukan berarti rakyat cuma asal coblos karena lihat
bendera, tentu rakyat punya alasan-alasan sendiri. Lalu, posting itu
mendapat tanggapan dari Bung Komkom yang menegaskan bahwa memang rakyat
Indonesia itu supergoblok dan bahkan ultragoblok. Gitu lho...
Udah ah.
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
-----Original Message-----
From: Irwan Reza Iskandar <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 16 Juni 1999 21:39
Subject: Re: [Kuli Tinta] PAN: Kasihan bener
Iya.... Iya..... saling memaafkan....
forumnya jangan jadi ajang debat kusir/sopir angkot jadinya kurang
berbobot.....
kalau sopirnya berantem .....angkotnya enggak berangkat ....... kenek jadi
penonton/pengamat aja untuk bahan masukan
sambil cari angkot lain alias ganti topik....
----- Original Message -----
From: Raja Komkom S. <[EMAIL PROTECTED]>
To: Kuli Tinta List <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 16 Juni 1999 6:44
Subject: Re: [Kuli Tinta] PAN: Kasihan bener
> Dear Netters,
> Bung Martin kayaknya kata-kata bodoh,goblok dan super goblok harus di
> klarisifikasi ulang lagi, lama-lama kok jadi nggak enak kedengarannya,
> rasanya kita kok kayak sopir angkot yang lagi marah-marah(yang lagi marah
> lho...bukan sopir angkot yang lagi baek).
>
> Dan kesannya kok jadi saya itu orang paling sombong dan paling pintar di
> milis ini, mohon maaf, bagaimanapun saya ini manusia biasa dan
> kadang-kadang(sering kali ya...) emosional dalam menulis. Mohon maklum.
> Saya malah ingin belajar banyak dari Om-Om di milis ini. Terutama dalam
> merangkai kata(caaa...ileee...hehehe).
>
> Kata-kata itu(super-goblok) kan sebenarnya mulanya muncul dari bung Martin
> yang menceritakan tentang wawancara DR. Sri Bintang di TV. Dalam
> kata-katanya ada kata-kata "super-goblok", untuk menggambarkan cara
> berfikir para pemilih Indonesia. (Saya sendiri sih nggak nonton wawancara
> itu, tapi Saya percaya aja sama bung Martin).
>
> Tapi kemarin saya lihat wawancara Dr. Sri Bintang, (kata-kata goblok
> nggak muncul sekalipun) dan saya sepakat dengan beliau bahwa pemilih
> Indonesia BELUM SIAP UNTUK MENERIMA SESUATU YANG BARU, bangsa kita masih
> lebih cenderung untuk memilih sesuatu yang sudah eksis.
>
> Yah, ndak apa-apa lah, mudah-mudahan 5-10 tahun lagi Reformasi sudah
> mendapat simpati rakyat.
>
> Reformasi untuk Rakyat.
>
> On Mon, 14 Jun 1999, Martin Manurung wrote:
>
> > He..he..he.., Mbak Ita yang baik. Saya mau berdiskusi dengan Bung Komkom
> > karena saya tidak pernah menganggap orang lain bodo. Jadi, saya
menganggap
> > semua orang pintar dan bisa menjadi sumber pengetahuan atau paling tidak
> > wawasan.
> >
> > Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> > ____________________________________________
> > Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
> > Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
> > Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Ita & Felix <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> > Date: 14 Juni 1999 5:25
> > Subject: Re: [Kuli Tinta] PAN: Kasihan bener
> >
> >
> > Mungkin bagi Bung Komkom saya juga termasuk orang bodo.. tapi setau
saya,
> > orang pinter biasanya nggak repot2 menggoblok-goblokan orang lain dan
memuji
> > diri sendiri, orang lain bisa menilai. Tambahan lagi saya kok jadi
kasian
> > sama Bung Amin Riza, Bung Martin Manurung, dll.. kok mau saja melayani
> > 'diskusi intelek' Bung Komkom ini.. lebih baik kita berdiskusi sama
orang
> > lain yang selevel kegoblokannya saja.
> >
> > Apa boleh buat, kan kita2 yang goblok ini hanya bisa bicara tentang
etika
> > dan moral, hal yang absurd menurut pandangan Prof. Komkom..
> >
> > Salam,
> >
> > Ita
> >
> >
> >
> >
> > ______________________________________________________________________
> > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!