>From: "Raja Komkom S." <[EMAIL PROTECTED]>
>Masalahnya sekarang :
>1. Menumbangkan status-quo dulu atau
>2. Reformasi dulu ??
>
>Ada ide ?
Pilihan yang smart adalah membesarkan PAN. Lakukan konsolidasi, mengapa
akseptansi rakyat begitu kecil terhadap PAN yang sangat akademik itu, sambil
melakukan penumbangan status quo dan pelaksanaan reformasi.
Ada beberapa hal yang perlu dicermati :
1. Readiness to accept dramatic change.
Tingkat kesiapan ini cukup rendah dikalangan masyarakat kita, apalagi dalam
tekanan ekonomi yang begitu berat, sehingga hal yang dianggap eksperimental
tidak begitu diterima. Nasib yang lebih parah menimpa PUDI, PRD dan PBB.
Visi, Missi,platform, program dan sebagainya perlu diterjemahkan (draw down)
sampai bahasa awam dan harus memberi kesejukan. Jangan menebar kebencian.
Katakan PAN baik, dan nggak perlu disebut si anu jelek, karena rakyat sudah
tahu. Biarpun makanan enak, kalau kebanyakan kan muntah juga.
2. Positioning.
Mengutip Arif Budiman dalam Forum (20 Juni 99) ini, ada 2 hal "pedas" yang
perlu disimak dengan open mind yaitu :
... PAN itu tidak jelas kelaminnya, oleh kelompok sekuler dianggap Islam,
oleh kelompok Islam dianggap sekuler....
... (Tentang AR) dia baru berubah, terlalu singkat untuk orang bisa percaya.
Dulu dia sangat lain. Sangat sektarian, sangat anti Cina, anti Kristen dan
sebagainya ......
Saya ingat, dalam bisnis, positioning seperti ini disebut stuck in the
middle, suatu posisi yang "dipastikan" tidak akan memenangkan pasar.
Bukan filosofi PAN yang harus dirubah, tetapi persepsi masyarakat yang harus
diperbaiki, dengan pro aktif sosialisasi pada target konstituen. Termasuk
menterjemahkan dalam bahasa awam, misalnya dengan membuat "demonstration
plot" simulasi pelaksanaan program PAN.
Bentuknya bisa "Desa PAN", "Kawasan PAN" atau bentukan konkrit yang mudah
dilihat dan dinikmati secara riil hasilnya oleh masyarakat.
Hasil positipnya akan menjadikan masyarakat terinspirasi : Oh ternyata enak
juga ya kalau kita hidup dibawah PAN.
3. Penuhi janji kampanye.
Walaupun bukan ruling party, dari posisinya (apakah ikut dalam Pemerintahan
ataupun oposisi) PAN tetap punya kesempatan untuk merealisir janji kampanye.
Orang akan menilai bukan dari sikap atau niatan, tetapi dari perilaku. Kalau
bicara Clean govenance, berikan contoh perilaku clean govenance dibidangnya
seandainya ikut Kabinet, atau berikan reaksi yang jelas dan mendidik kalau
berada di oposisi. Bukan sekedar mendemonstrasikan "gue lebih hebat". Begitu
dilakukan untuk semua janji, jangan sampai menjadi loyo karena nggak menang,
sehingga menimbulkan kesan promise is to denie.
Berhubung kontrak sebagai konsultan pengembangan PAN belum diteken, segini
dulu aja la yaooo.
Tuuh, gue sayang PAN juga kaaan.
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!