Rekan netters,
Saya juga cukup prihatin sekali. Sungguh nista dan bejat pelakunya, dan itu
saya yakin akan kebenarannya, sesuai substansi berita yang ditulis di mils
ini (maaf, saya tidak berlangganan Republika).
Si Salomon & istri, Lia maupun Pdt. Willy tentu melakukan perbuatan yang
mengandung pemaksaan & biadab (perkosaan). Agama apapun tidak ada yang
membenarkan. Mereka harus & wajib mempertanggung jawabkan perbuatannya
secara pribadi., ataupun kelompok bila memang ada organisasinya.
Namun yang mengherankan, mengapa rumah ibadah bisa digunakan dengan
cara-cara seperti itu ?. Itu yang sulit untuk dipercaya secara wajar. Kalau
memang benar begitu, saya rasa tempat itu & pengurusnya harus di
'reformasi', karena sejauh yang saya tahu selama ini tidak rumah ibadah yang
benar difungsikan seperti itu. Katakan ini sebagai ekses, & tidak legal.
Sekian & trim's.
Fw.
-----Original Message-----
From: Frarev Sitorus [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Wednesday, July 07, 1999 11:01 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Kuli Tinta] Re: [bincang] Re: [Re: [Kuli Tinta]
Berita di Republika]
Hmm...
Seharusnya Janganlah mengutuk manusia-nya , tetapi kutuklah dan
jauhi
perbuatan dari pada manusia itu. Apalagi mengutuk manusia dan
memusuhinya
tanpa secara jelas perbuatan dari manusia tersebut. Kalo emang
posting
saya ini tidak berguna, maaf dan send aja ke recycle bin.
salam
FRAREV SITORUS
On Sat, 3 Jul 1999 [EMAIL PROTECTED] wrote:
> Tidak usah heran membaca berita kristenisasi di Sumatera Barat.
Hal seperti ini terjadi di mana-mana di negeri Pancasila. Di Jakarta saja,
yang berada di pusat kekuasaan, di pusat Majelis Ulama Indonesia, itu sudah
kejadian sehari-hari. Hanya saja tidak ada media yang berani membeberkan
karena takut terkena pasal-pasal SARA. Pembantu rumah tangga dipaksa masuk
Kristen/Katolik, sudah tak terhitung jumlahnya. Dan ... umat Islam diam
saja. Kebodohan dan kemiskinan umat Islam membuat negeri ini lama kelamaan
akan terbalik menjadi cuma 15% muslim dan 85% Kristen/Katolik. Bayangkan,
apalagi kalau sampai Megawati jadi presiden, karena Mega tak lebih dari
robot yang dikendalikan sepenuhnya oleh orang-orang di sekitarnya yang
Kristen/Katolik seperti Theo Syafei, Sabam Sirait, Kwik Kian Gie, dan
komplotannya. Nah, "Hidup Mega! Merdeka!!!"
> -------
> > Musa Sebayang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Kuntoro wrote "
> > -------deleted--------
> > >>Saya sebagai umat Kristian mengutuk keras pemaksaan pindah
agama apalagi
> > >>disertai dgn perkosaan,
> > --------deleted---------
> >
> >
> > Saya setuju dengan pak Kuntoro. Kalau ada oknum yang memaksakan
pindah agama
> > dengan cara perkosaan harus diadili beramai ramai....dan saya
yang pertama
> > yang akan menjitak kepalanya....
> >
> >
______________________________________________________________________
> > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!