Kalau saja politisi kita konsisten :

1. Habibie seharusnya menolak pencalonan dirinya  sebagai presiden karena :
    a.  Pada awal penunjukannya sebagai presiden, menghadapi kecaman sana
sini, ybs menyatakan bahwa ia adalah presiden   transisi & mengesankan bahwa
tidak bersedia untuk pencalonan periode berikutnya.
    b.  Prestasi besar apa yang ditunjukkan oleh Habibie terutama dalam
mendorong percepatan laju reformasi, sehingga pantas    mengubah
pendiriannya.
    c.  Vox populi vox dei, rakyat menghendaki presiden yang baru,
reformist & bebas KKN.

2. Hamzah Haz sudah seharusnya mundur dari kepemimpinan PPP karena
partainya gagal mengumpulkan 20 % dari suara pemilih. Kok sekarang ybs
masih berkoar-koar & seolah-olah lupa dengan statement yang pernah
dikeluarkan. Ybs juga tidak konsisten dengan pencalonan Habibie, karena
sewaktu berhenti sebagai anggota kabinet, jelas-jelas mengatakan PPP tidak
akan mencalonkan Habibie.

3. Amien Rais seharusnya mendukung pencalonan Mega sebagai presiden & tidak
banyak "melontarkan statement-statement" yang membingungkan seperti
presiden harus diuji kemampuannya di depan MPR dsbnya, karena ybs saat-saat
menjelang pemilu menyatakan bahwa calon presiden dari partai pemenang
pemilih seharusnya diberi kesempatan untuk membentuk kabinet. Saya percaya
Amien adalah pemimpin yang mampu, tetapi saya kira masyarakat juga ingin
Amien membuktikan konsistensinya sehingga dapat dipertimbangkan untuk
menjadi calon pemimpin nasional mendatang.

4. dst 

Disinilah moralitas politisi kita diuji, apakah akan senantiasa konsisten
dengan pernyataannya, atau akan menjadi badut politik, asal ngomong &
bunyi. Mudah-mudahan perkiraan saya salah.

----------
> From: SiaR News Service <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: SiaR---GOLKAR TAK DIDUKUNG PKB DAN PAN
> Date: 08 Juli 1999 20:34
> 
> Precedence: bulk
> 
> 
> GOLKAR TAK DIDUKUNG PKB DAN PAN
> 
>         JAKARTA (SiaR,7/07/99) Klaim Akbar Tanjung bahwa partai Golkar
bakal
> didukung PPP, PKB dan PAN ternyata bohong, karena Gus-Dur dan Amien Rais
> sepakat Megawati Soekarnoputri akan didukung Kelompok Ciganjur menjadi
Presiden.
> 
>         Tampaknya keyakinan Ketua Umum Golkar, Akbar Tanjung bahwa
Habibie
> akan menang dalam Pemilihan Persiden bakal rontok. Ini karena pernyataan
Gus
> Dur setelah bertemu Amien Rais di kantor PBNU Jl Kramat Raya, Jakarta
Pusat,
> Selasa (6/7). 
> 
>         Usai pertemuan Gus Dur melontarkan bahwa ia mengusulkan Mega jadi
> Presiden, dirinya ketua MPR dan Amien Rais ketua DPR. Menurut Gus Dur,
> kedatangan Amien tersebut sebagai kunjungan balasan. Setelah pertemuan
itu,
> menurut Gus Dur, segera disusul pertemuan segitiga, dirinya, Amien dan
Mega.
> Dalam pertemuan segitiga itu diharapkan Mega akan menyampaikan
pandangannya.
> Pertemuan itu akan dilakukan minggu ini juga.
> 
>         Dalam pertemuan itu nantinya juga akan dibahas berbagai
> langkah-langkah mengenai kepimpinan Nasional. Gus Dur sendiri
mengusulkan,
> Presiden dijabat Mega, Ketua MPR Gus Dur sendiri. Sedangkan Amien Rais
> menjadi Ketua DPR RI. "Jika usulan saya ini diterima kan tidak
repot-repot
> lagi," kata Gus Dur.
> 
>         Sedangkan Amien Rais usai pertemuan itu menyatakan, pertemuan
> tersebut hanya silaturahmi. "Seperti biasa Gus Dur banyak kelakar dan
> humornya," kata Amien. Namun dalam pertemuan itu menurut Amien, juga
dibahas
> berbagai upaya untuk menempuh momentum perubahan yang nampaknya semakin
> hilang, karena situasi politik yang bertele-tele.
> 
>         Menurut beberapa sumber SiaR di PKB, manuver Gus Dur dengan Amien
> Rais ini sebagai upaya untuk menyelamatkan kebekuan situasi nasional yang
> diupayakan oleh kelompok pro status quo. Menurut sumber tersebut hal itu
> dapat dikatakan sebagai penegasan dari penanda tangan komunike Paso, agar
> kelompok pro status quo tak membuat kisruh politik dengan claim yang
> membingungkan rakyat.
> 
>       Sementara itu Ketua Umum DPP Golkar Akbar Tanjung, merasa optimistis
bahwa
> capres dari Golkar, B.J. Habibie, bakal mampu mengumpulkan suara yang
cukup
> untuk memenangi pemilihan presiden dalam Sidang Umum MPR November 1999
nanti.
> 
>         Bahkan dia mengklaim bahwa Golkar telah menerima dukungan dari
tiga
> partai berbasis Islam terbesar, yakni PPP, PKB, dan PAN.                 
    
> 
>         "Golkar akan unggul jika partai-partai Islam bersama kami. Saya
> telah bertemu dengan Gus Dur, Amien, dan kami menyetujui bahwa mereka
> berkecenderungan mendukung kami," ungkap Akbar saat berbicara di depan
para
> diplomat dan wartawan, seperti dikutip The Business Times edisi akhir
pekan
> kemarin.
> 
>         Ia menambahkan, sejak awal Hamzah Haz, Ketua Umum DPP PPP,
> memberikan lampu hijau bakal mendukung Habibie. Menurut sumber SiaR,
Hamzah
> sudah digarap oleh Golkar lewat kabinet sejak naik menjadi Ketua Umum
PPP.
> Dalam pernyataannya Akbar menegaskan, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan
Megawati
> Soekarnoputri belum membuat langkah berarti untuk membentuk koalisi
dengan
> tiga partai besar berbasis umat Islam.
> 
>         Berdasarkan perhitungan Akbar, Golkar akan meraup 102 kursi di
DPR,
> sementara PDI Perjuangan akan mendapatkan 137 kursi. Tiga partai Islam
> terbesar diramalkan bakal meraih 105 kursi. 
> 
>         Bila perolehan kursi ini digabung dengan Golkar, maka Golkar akan
> mempunyai 207 kursi. "Suatu jumlah yang cukup untuk membuat Habibie
terpilih
> kembali," katanya.                 
> 
>         Dia menambahkan, Golkar juga akan memperjuangkan kombinasi
Habibie
> dan Menhankam/Panglima TNI Jenderal Wiranto dalam Sidang Umum MPR
mendatang.
> Langkah ini diambil agar tetap mendapatkan dukungan dari pihak militer.
> Agaknya skenario pemenangan Golkar sudah mulai dijalankan. Bahwa Tim
sukses
> Habibie yang dikomandani Timmy dan Fanny Habibie akan  melakukan gerilya
> lobby pada Angkatan Darat terutama kubu Wiranto untuk mendapatkan
dukungan
> 38 kursi TNI.***
> 
> 
> ----------
> SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
> 

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke