Hubungan Pak Nas dan Habibie yang seperti bapak & anak menentukan sikap Pak
Nas.  Faktor subyektivitas kelihatannya banyak berperan dalam pengambilan
sikap ini. Siapa sih yang tidak ingin Anaknya menjadi orang nomor satu di
Indonesia.  Hanya patut di sayangkan soalnya Pak Nas khan figur yang oleh
banyak orang dianggap berada diposisi netral apalagi sebagai sesepuh ABRI.
Sehingga dengan kedatangan Pak Nas ke Istana dan kemudian mengungkap
dukungannya kepada Habibi patut disayangkan (terlepas layak tidak nya figur
Habibi).

> ----------
> From:         [EMAIL PROTECTED][SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         14 Juli 1999 16:25
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [Kuli Tinta] Pernyataan Pak Nas
> 
> 
> Semalam saya denger berita katanya pak Nas menyatakan mendukung / percaya
> bahwa pak Habibie bakalan terpilih lagi menjadi presiden, sedangkan kita
> sendiri tau bahwa pak Nas merupakan sesepuh dari ABRI, bukankah ini secara
> tidak langsung menyatakan bahwa ABRI selalu setia dibelakang "STATUS QUO"
> atau ada manuver politik yang lain ?
> bagaimana analisa rekan-rekan sekalian ?
> 
> regards...
> = dave =
> 
> 
> 
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke