Mas Kojen menulis :
"Semua rakyat yang memilih PDI Perjuangan menginginkan Mega menjadi
Presidennya. ..........Kenyataan sekarang bahwa PDI Perjuangan meraih
suara terbanyak dibandingkan parpol-parpol lainnya. Dengan demikian tak
bisa tidak Megawati adalah pilihan terbanyak rakyat Indonesia. Sebagian
besar rakyat Indonesia ,memang menginginkan Mega sebagai Presiden mereka.
Kemenangan PDI Perjuangan adalah kemenangan Mega dan kemenangan Mega adalah
kemenangan rakyak Indonesia yang terbanyak ".
Mas Kojen,
Kalau ukuran yang dipakai adalah pemilu yang baru lalu, yang memilih PDIP,
yang bisa diartikan yang menginginkan Mega jadi Presiden " cuma 32 % ".
Kalau mau diartikan dari sisi lain, yang tidak menyenangi Mega adalah 68 %.
Kalau mau lebih teliti , yang 68 % itu , yang tidak memilih PDIP ( yang
menurut logika anda yang nggak mau Mega), terpecah-pecah keinginannya : Ada
yang mau Amin , Yusril, Gus Dur , Hamzah Haz, dll.
Yang paling benar adalah bahwa yang mau Mega itu memang lebih besar
dibanding yang mau Amin atau yang mau Yusril atau yang mau Hamzah Haz.
Sekarang tinggal PDIP apakah mau berinisiatip menarik yang lain-lain itu
jadi berbalik mendukung Mega. Rundingan seperti itu adalah tradisi demokrasi
yang amat wajar dilakukan dimana-mana. Kalau nggak mau rundingan , apa
boleh buat. Dukungan rakyat yang cuma segitu ( 32 %) sama sekali belum
memadai untuk "mengangkat" Mega. Masih agak jauh untuk bisa disebut "
menerima pilihan terbanyak dari rakyat Indonesia ".
Lain halnya bila pemilu kemarin adalah pemilu pemilihan presiden langsung,
meskipun PDIP baru menerima sepertiga dukungan rakyat ( 32%) seperti
sekarang ini, Mega tetap harus naik jadi Presiden. Kondisi seperti itulah
yang diinginkan oleh beberapa pakar dengan usulan meng-amandemen UUD 45
bab: pemilihan presiden. Dari lewat perwakilan seperti saat ini, menjadi
langsung dari rakyat. Seperti pemilu memilih wakil rakyat MPR yang baru
lewat ini.
Wassalam.
Abdullah Hasan.
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!