Sedikit meluruskan Bung Abdullah Hasan,

PDIP di MPR hanya punya suara 22 %. Jadi ada 78 % yang masih tanda tanya
besar ! Makanya belum apa-apa sudah mengancam walk-out kalau terjadi
voting nanti.

Apa menurut anda sikap itu demokratis Bung Hasan ? Buat saya kok itu
sikap calon diktator-proletariat ya ? Makanya saya menggunakan nama
mitra tanding kita jaman baheula dulu, si Hasan Basri alias Proletar.
Biarlah. Kalau dia tahu, mungkin dia keki juga ya. Hahaha.

Proletar


Abdullah Hasan wrote:
> 
>  Mas Kojen  menulis :
> 
> "Semua rakyat yang memilih PDI Perjuangan  menginginkan Mega menjadi
> Presidennya. ..........Kenyataan sekarang bahwa PDI Perjuangan meraih
> suara terbanyak dibandingkan parpol-parpol lainnya. Dengan demikian tak
> bisa tidak Megawati adalah pilihan terbanyak rakyat Indonesia. Sebagian
> besar rakyat Indonesia ,memang menginginkan Mega sebagai Presiden mereka.
> Kemenangan PDI Perjuangan adalah kemenangan Mega dan kemenangan Mega adalah
> kemenangan rakyak Indonesia yang terbanyak ".
> 
> Mas Kojen,
> Kalau ukuran yang dipakai adalah pemilu yang baru lalu, yang memilih PDIP,
> yang bisa diartikan yang menginginkan Mega jadi Presiden " cuma 32 % ".
> Kalau mau diartikan dari sisi lain, yang tidak menyenangi Mega adalah 68 %.
> 
> Kalau mau lebih teliti , yang 68 % itu , yang tidak memilih PDIP ( yang
> menurut logika anda yang nggak mau Mega), terpecah-pecah keinginannya : Ada
> yang mau Amin , Yusril, Gus Dur , Hamzah Haz, dll.
> 
> Yang paling benar adalah bahwa yang mau Mega itu memang lebih besar
> dibanding yang mau Amin atau yang mau Yusril atau yang mau Hamzah Haz.
> Sekarang tinggal PDIP apakah mau berinisiatip menarik yang lain-lain itu
> jadi berbalik mendukung Mega. Rundingan seperti itu adalah tradisi demokrasi
> yang amat wajar dilakukan dimana-mana.  Kalau nggak mau rundingan , apa
> boleh buat. Dukungan rakyat yang cuma segitu ( 32 %) sama sekali belum
> memadai untuk "mengangkat" Mega. Masih agak jauh untuk bisa disebut "
> menerima pilihan terbanyak dari rakyat Indonesia ".
> 
> Lain halnya bila pemilu kemarin adalah pemilu pemilihan presiden langsung,
> meskipun PDIP baru menerima sepertiga dukungan rakyat ( 32%) seperti
> sekarang ini, Mega tetap harus naik jadi Presiden. Kondisi seperti itulah
> yang  diinginkan oleh beberapa pakar dengan usulan meng-amandemen UUD 45
> bab: pemilihan presiden. Dari lewat perwakilan seperti saat ini, menjadi
> langsung dari rakyat. Seperti pemilu memilih wakil rakyat MPR yang baru
> lewat ini.
> 
> Wassalam.
> Abdullah Hasan.
> 
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke