---- you wrote: 
> 
> Koran Rakyat Merdeka 29 Juli 1999,
> 
> Kamis, hari ini Mega akan menyampaikan garis-garis kebijakan politik PDI-P 
> dalam bentuk pidato politik.  (Jadi pidato 27 Juli 1999 khusus untuk intern PDI-P, 
>pen.).
> Acar yang juga dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat dan sesepuh PDI-P 
> serta warga PDI-P, wartawan akan diberi kesempatan untuk melakukan 
> tanya jawab.  Inilah bocoran dan gambaran apa kira-kira yang akan disampaikan
> oleh Mega di kantor PDI-P Jl. Lenteng Agung.
> 
> 1.  Amandemen UUD45:  PDI-P pada prinsipnya setuju dengan amandemen UUD45 
>     asal hanya batang tubuhnya saja, sedangkan pembukaan tetap seperti sekarang.
> 

--pada prinsipnya--.....ikut

> 2.  Dwifungsi ABRI: Seperti kesepakatan Ciganjur, bahwa peran sosial politik ABRI
>     akan dikurangi secara gradual, dalam kurun waktu 6 tahun TNI tidak ada di DPR

--tepatnya: seperti 'kata orang' di Ciganjur--....ikutan

> 
> 3.  Pengadilan Pak Harto:  PDI-P berprinsip hukum harus ditegakan.  Siapapun yang 
>     salah harus dihukum sesuai kesalahannya.  Disini memang tidak langsung 
>     menyebutkan diri Pak Harto, tetapi maknanya sudah jelas, bahwa PDI-P tidak
>     segan mengadili Pak Harto.
>     Sikap PDI-P dalam menegakan hukum tercermin jelas ketika mereka menggunakan
>     legal action dalam menghadapi kekerasan rezim Orde Baru saat terjadinya tragedi
>     berdarah  27 Juli 1998.

27 Juli melulu.......

> 
> 4. Otonomi Daerah:  Pada prinsipnya PDI-P setuju diberlakukannya otonomi daerah dan
>     tidak pernah menutup kemungkinan itu.  Namun bagaimana pelaksanaannya tetap
>     disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

--pada prinsipnya--.....ikutan yang kayak banyak orang omongin itu lho.

> 
> 5. Hasil Pemilu:  Kemenangan PDI-P dalam Pemilu ini merupakan kemenangan rakyat.

lha wong aku kalah gitu koq. Jadi yang kalah itu bukan rakyat gitu? nggak dianggep? 
enak ajah. Biar jelas: Aku ndak ndukung PDI-P.

> 
> 6. Koalisi:  PDI-P membuka peluang melakukan koalisi dengan partia-partai yang 
>memiliki
>    platform yang sama.  Saling dukung mendukung sesama partai reformis merupakan
>    suatu keharusan, karena partai reformis adalah harapan dari rakyat untuk 
>menghantarkan
>    kemenangan bangsa Indonesia.

Sama-samain deh tuh platform. biar reformis.

> 
> 7.  Soal Caleg Muslim dan Non-Muslim:  Dijelaskan ternyata lebih banyak caleg nomor 
>     jadi dari kalangan Muslim.
> 
ha..ha..ha. maksudnya abangan gitu!?. O ya, Agus Miftah,  juga Islam lho.

> Demikian sekedar informasi alias bocoran.  Tentu saja apa yang sebenarnya akan 
>sama-sama
> kita tahu dari pidato politik Mbak Mega hari ini.  Yang jelas, mudah-mudahan 
>diskusi/"debat"
> di milis ini bukan lagi debat kusir dengan segala macam apriori tetapi sudah 
>didasarkan
> pada fakta/data yang jelas, yaitu pidato politik Mbak Mega.
> 
> salam
> 

PIDATO POLITIK????, Koq mau ngomong aja pake istilah yg serem-serem gitu sih. Belum 
jadi presiden gayanya udah selangit, tengil. Feodal.

catatan saya:
Dari point2 di atas, tidak ada satupun --agenda reformasi-- yang orisinil made in 
PDI-P. Atau paling tidak yg selama ini dengan gigih (bukan Gigih) PDI-P perjuangkan. 
hanya ikut trend, numpang keren.

Suatu saat sifat aslinya akan muncul. Beware....kawan.

Salam
Alvi


---------------------------------------------------------
Get free personalized email at http://geocities.iname.com

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke