Cahaya menyebar ke segala arah. Dia menyinari segenap penjuru dunia. Tak
ada sebuah daerah pun yang luput dari pancarannya. Dari Kutub Utara hingga
Kutub Selatan yang sama-sama dingin. Dari Samudra Pasifik yang teduh
hingga kawasan Gurun Sahara yang gersang.
Namun emosi manusia yang menerima cahaya ini berbeda-beda. Orang-orang
Eropa sering menyengaja berlibur ke kawasan Khatulistiwa yang hangat,
sekedar untuk berjemur di bawah siraman hangatnya cahaya. Juga diyakini
cahaya berperan penting bagi keberlangsungan kehidupan. Dari fotosintesis
tumbuhan yang rumit, hingga sekedar penguapan air laut di tambak-tambak
garam, merupakan bukti peran penting cahaya bagi kehidupan.
Walau demikian ada kalanya manusia justru dengan sengaja menolak cahaya
ini. Bagi yang sering apel pagi, sengatan cahaya matahari tak lain
hanyalah diartikan sebagai siksaan. Demikian juga bagi pekerja kasar di
pelabuhan yang terpaksa bekerja di siang bolong, berharap adanya mega yang
menghalangi sampainya cahaya ke punggung mereka yang tak terlindungi.
Kondisi ini juga diamini oleh pekerja-pekerja kasar di sektor lain.
Cahaya hanya merambat menurut garis lurus. Dia tidak akan berkelok
menghindari rintangan untuk mencapai tujuannya. Rintangan justru akan
memantulkannya ke tempat lain. Itulah sebabnya gua-gua yang lembab,
liang-liang dalam tanah yang berbau pengap, bahkan sekedar di balik
tumpukan batu, tak dapat dicapai oleh cahaya. Namun demikian di sana masih
ada kehidupan. Di balik batu, cacing-cacing justru menemukan habitat yang
didambakannya. Demikian juga dengan kelelawar yang membenci cahaya, akan
sangat menyenangi gua-gua gelap yang lembab.
Analogi yang tidak identik benar dengan cahaya adalah kebenaran. Dia telah
disampaikan secara 'jelas' kepada manusia. Namun begitu mudah manusia
menolaknya, hingga ia tak kuasa menggapai relung hati manusia dan
membasuhnya dari karat-karat kenistaan. Namun demikian tanpa kebenaran pun
manusia tetap berhak hidup, hidup dalam bentuk kehidupan yang dipilihnya
sendiri.
beDoer
Posisikan diri anda, sudah puas ?
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!