Kehidupan masih mungkin berlangsung tanpa berhubungan langsung dengan
cahaya. Hewan-hewan penghuni dasar samudera rasanya tidak pernah mengecap
cahaya. Namun kalau secara tidak langsung, mereka masih membutuhkan
cahaya. Makanan mereka akan sirna tanpa keberadaan cahaya. Dengan demikian
keberadaan mereka akan turut sirna.
Bumi tanpa cahaya tidak memungkinkan adanya kehidupan. Bersyukurlah kita
karena saat ini masih ada cahaya di bumi, kendati belum tentu cahaya itu
menerpa kita. Tapi kita turut bertanggung jawab menjamin cahaya ini tetap
eksis di muka bumi, demi eksistensi diri kita dan makhluk hidup
keseluruhan. Semakin kecil intensitas cahaya, semakin muramlah bumi kita
dan harapan keberlangsungan kita.
Black hole menyerap segala macam, termasuk cahaya (kata para ilmuwan).
Cahaya itu tidak dipantulkan atau dibelokkan, namun justru dilenyapkan.
Analogi black hole tetap akan kita dapatkan tanpa perlu berfikir terlalu
jauh. Makhluk yang senantiasa menyerap cahaya dengan tujuan melenyapkannya
Namun hal ini tak akan menjadi kenyataan kecuali sumber cahaya itu
berhasil diserapnya.
beDoer
orang yang tidak suka gelap-gelapan (niru Dave nih gue)
On Wed, 4 Aug 1999, [iso-8859-1] �� wrote:
> Kalau cagaya itu masuk ke black hole maka cahaya itu tidak akan dipantulkan
> atau dibelokkan.
>
> Apakah memang ada kehidupan tanpa cahaya?
>
> ----- Original Message -----
> From: Abdur Rahim <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: 03 August 1999 12:25
> Subject: [Kuli Tinta] Cahaya
>
>
>
> Cahaya menyebar ke segala arah. Dia menyinari segenap penjuru dunia. Tak
> ada sebuah daerah pun yang luput dari pancarannya. Dari Kutub Utara hingga
> Kutub Selatan yang sama-sama dingin. Dari Samudra Pasifik yang teduh
> hingga kawasan Gurun Sahara yang gersang.
>
> Namun emosi manusia yang menerima cahaya ini berbeda-beda. Orang-orang
> Eropa sering menyengaja berlibur ke kawasan Khatulistiwa yang hangat,
> sekedar untuk berjemur di bawah siraman hangatnya cahaya. Juga diyakini
> cahaya berperan penting bagi keberlangsungan kehidupan. Dari fotosintesis
> tumbuhan yang rumit, hingga sekedar penguapan air laut di tambak-tambak
> garam, merupakan bukti peran penting cahaya bagi kehidupan.
> Walau demikian ada kalanya manusia justru dengan sengaja menolak cahaya
> ini. Bagi yang sering apel pagi, sengatan cahaya matahari tak lain
> hanyalah diartikan sebagai siksaan. Demikian juga bagi pekerja kasar di
> pelabuhan yang terpaksa bekerja di siang bolong, berharap adanya mega yang
> menghalangi sampainya cahaya ke punggung mereka yang tak terlindungi.
> Kondisi ini juga diamini oleh pekerja-pekerja kasar di sektor lain.
>
> Cahaya hanya merambat menurut garis lurus. Dia tidak akan berkelok
> menghindari rintangan untuk mencapai tujuannya. Rintangan justru akan
> memantulkannya ke tempat lain. Itulah sebabnya gua-gua yang lembab,
> liang-liang dalam tanah yang berbau pengap, bahkan sekedar di balik
> tumpukan batu, tak dapat dicapai oleh cahaya. Namun demikian di sana masih
> ada kehidupan. Di balik batu, cacing-cacing justru menemukan habitat yang
> didambakannya. Demikian juga dengan kelelawar yang membenci cahaya, akan
> sangat menyenangi gua-gua gelap yang lembab.
>
> Analogi yang tidak identik benar dengan cahaya adalah kebenaran. Dia telah
> disampaikan secara 'jelas' kepada manusia. Namun begitu mudah manusia
> menolaknya, hingga ia tak kuasa menggapai relung hati manusia dan
> membasuhnya dari karat-karat kenistaan. Namun demikian tanpa kebenaran pun
> manusia tetap berhak hidup, hidup dalam bentuk kehidupan yang dipilihnya
> sendiri.
>
> beDoer
>
> Posisikan diri anda, sudah puas ?
>
>
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!