Terima kasih bung Denny. Inilah contoh Nasionalis sejati : Memikirkan nasib Bangsa/Negara, dan mementingkannya diatas segala-nya. Sudah lama kita tidak melihat Nasionalis dibumi Indoensia...:) Salam, bRidWaN At 02:40 PM 8/24/99 +0700, Denny Setiadi - OIS wrote: >Karena tidak ada yang pernah tuntas selama di pegang oleh yang satu itu. >Kenapa beban berat ini harus dipikul oleh Bangsa ini. >Betapa sangat menyakitkan beban ini. >Jutaan orang di negeri ini harus berjemur di terik matahari, jutaan orang >harus mengais-ngais di tumpukan sampah, jutaan orang harus mengalami >kesakitan di tanah sendiri sambil menyaksikan sesuatu yang diambil yang >berharga Jutaan Dollar per hari dari tanah sendiri, jutaan orang harus >melihat orang lain tertawa dan menari di tanahnya mereka, jutaan orang >setiap subuh harus mengejar-ngejar bus/angkutan umum dan pulang larut malam >dan juga mengejar-ngejar bus/angkutan umum dan menghirup udara yang tidak >bersih hanya untuk mengejar bebepa ratus ribu Rupiah dan hanya agar anak dan >istrinya bisa makan. Jutaan orang di Ambon, Aceh, Timor Timur, Kalimantan, >Banyuwangi, Kupang dll yang harus saling membunuh antara saudara. >Sementara mereka melihat dan membaca di TV, Radio, koran, majalah dan media >lainnya ada beberapa orang yang seharus mereka hormati, mereka panuti dan >merka tauladani hanya beberapa bulan mendapatkan Ratusan milyard Rupiah, >Ironis!!!! >Begitu hebatkah ketebalan muka beberapa orang tersebut, begitu hebatkah alat >penutup telinganya sehingga beberpa orang tersebut tidak pernah malu dengan >jeritan rakyatnya dan harus ditegur dunia >Haruskah beberapa orang tersebut menyalahkan jutaan orang yang saling >membunuh di Ambon, Aceh, Kalimantan, Banyuwang, Kupang dll. Haruskah >beberapa orang tersebut menyalahkan anak-anaknya yang tawuran, haruskah >beberapa orang tersebut menyalahkan anaknya yang mengkonsumsi Ganja, >Shabu-shabu, Putau, Heroin, dan jenis Narkotika yang menakutkhan yang lain. >Tidak sadarkah beberapa orang tersebut bahwa bagaimana nasib bangsa dan >negeri ini dimasa depan yang dipimpin oleh orang yang tidak kuat mentalnya, >dan terbiasa dengan narkotik. >Betapa sangat dan sangat mengerikan negeri ini, atau kita masih harus >mengkambing hitamkan masa lalu, karena kita pernah di jajah Belanda, Jepang, >Portugis, Orde Lama dan Orde Baru. >Banyak sudah pakar-pakar kita berargumnetasi di media cetak ataupun dimedia >elektronik, tapi intinya masih sama ajha yaitu mencari kambing hitam. Bukan >mencari sebab dari diri sendiri dan bukan apa yang terbaik harus dilakukan >oleh negeri ini secara bersama-sama tanpa harus mencari kambing hitam dan >saling menyalahkan, bahwa kita harus menyadari dari jaman nenek moyang kita >sering diadu domba hanya karena Duit atau Uang, bahwa kita menghormati orang >lain hanya kalau berduit, sehingga sering kita melihat bahwa kedudukan >seseorang setinggi-tingginya bisa dikangkangi oleh cukong-cukong berduit, >para guru tidak ada wibawa karena sang murid bisa membayar apa saja kepada >sang guru. >Jadi itulah yang terjadi di negeri ini hukum rimba yang ada karena yang kuat >saja yang selalu menang. >Jadi itulah yang terjadi didiri saya pesimis, karena sejarah membuktikan >bahwa kalau soal keadilan tidak pernah membela yang kecil, walupun yang >kecil lebih banyak. Atau memang begitu kah kehidupan. atau memang saya yang >terlalu emosi atau pendapat saya yang salah atau saya sudah frustasi atau >hanya didiri saya saja yang pesimis. >Saya hanya berdoa kepada Tuhan saya maafkanlah saya kalau saya bersalah >dalam menulis tulisan ini, dan maafkanlah yang beberapa orang itu kalau >mereka bersalah dan bukalah hatinya untuk memikir rakyat negeri ini yang >sudah menjerit kesulitan, tunjukanlah kebenarannya kepada rakyat negeri ini >kalau tindakan beberapa orang tersebut adalah benar adanya. > >> ---------- >> From: bRidWaN[SMTP:[EMAIL PROTECTED]] >> Sent: Tuesday, August 24, 1999 12:47 PM >> To: Denny Setiadi - OIS; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; >> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; >> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; >> [EMAIL PROTECTED] >> Subject: Re: [Sahabat Internet] Re: ICW Pesimis Kasus BB Dituntaskan >> >> >> >> >> Wah, anda Nasionalis sejati rupanya yah ? >> >> >> At 08:14 AM 8/24/99 +0700, Denny Setiadi - OIS wrote: >> >> > Saya yakin pasti tidak tuntas sampai ke akar-akarnya. >> > Saya yakin pasti. >> >> >> ---------- >> >> From: bRidWaN[SMTP:[EMAIL PROTECTED]] >> >> Sent: Saturday, August 21, 1999 6:59 PM >> >> >> >> >> >> Kira-kira Kasus BB ini apa bisa dituntaskan semuanya >> >> atau engga. Siapa yang berani bilang : PASTI ? >> >> Engga ada kan ? >> >> So....? >> >> >> >> >> >> Salam, >> >> bRidWaN >> >> >> >> ------------------------------------------------------------------ >> >> >> >> ICW Pesimis Kasus BB Dituntaskan >> >> Reporter: Iwan Triono >> >> >> >> detikcom, Jakarta- Koordinator ICW (Indonesian Corruption Watch) >> >> Teten Masduki, pesimis DPR mampu menyelesaikan secara tuntas >> >> Skandal Bank Bali. " Saya kira begini, skenarionya adalah kasus >> >> Bank Bali ini akan selesai setelah dana tersebut dikembalikan," >> >> kata Teten di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Sabtu (21/8/1999) >> >> di sela-sela diskusi tuntutan pertanggung jawaban wakil rakyat. >> >> >> >> Teten juga tidak yakin kalau orang-orang yang terlibat dalam >> >> kasus itu akan dijatuhi hukuman. "Saya rasa mereka tidak akan >> >> diadili sampai tuntas," Ujar dia dengan nada kecewa. ICW sendiri >> >> pada prinsipnya sangat mengecam keras tindakan dari orang-orang >> >> yang tidak bertanggung jawab, karena tindakan mereka jelas-jelas >> >> merugikan negara. >> >> >> >> ....deleted.................................................... >> > > ______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
