--- Cosmas Damianus Tufan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Diam-diam Partai Amanat Nasional (PAN) terancam
> perpecahan.  Kubu Faisal Basri berhadapan
> dengan Kubu AM Fatwa.  Hebatnya, tabloid AMANAT
> sendiri, corong resmi PAN, yang membuka
> kemelut ini.  Demikian berita dari Tabloid DETAK
> terbaru.
> 

Di posting-postingku yang lalu, perkiraan ini sudah aku 'baca',
peluangnya untuk terjadi sangat besar sekali. Yang sudah terbukti
adalah Golkar yang berselisih sendiri.

Pergulatan politik di kubu-kubu tersebut bergerak sangat cepat, karena
memang Sidang Umum MPR tinggal beberapa hari lagi. Kemungkinan pecah
dalam waktu dekat sangat tinggi, dibanding untuk bersekutu. Maklum,
tingkat saling 'olok' di antara mereka sudah sedemikian dalam melukai
masing-masing, sehingga sudah tak cukup waktu untuk menyembuhkannya.

Bagaimana pun, kesempatan untuk tampil membela dan menjadikan negeri
ini ke arah yang benar sudah jadi obsesi. Itu sebabnya, jika ada
gelagat sedikit saja yang agak melenceng, maka kecurigaan pun cepat
muncul, yang repotnya sulit untuk dicoba disederhanakan kembali.

Melihat sepakterjang orang-orang PAN, setidaknya Faisal Basri masih ada
hal-hal tertentu yang cukup bermutu, untuk diajak dalam rombongan
mereka yang bisa memperbaiki carut-marut bangsa ini. Kualitas Faisal
Basri, yang sudah sangat alergi terhadap Habibie, mana mungkin bisa
berendeng bareng dengan AM Fatwa, yang sudah kehilangan harapan itu.
Sehingga sudah sangat sulit bagi Faisal Basri, dengan modal
intelektualitas yang berkadar tinggi itu, untuk bisa tenteram berada
dalam kubu yang patut dipertanyakan itu. Lebih-lebih dengan manuver mas
Amien yang bahkan membingungkan orang dalam poros tengah sendiri,
seperti yang diutarakan oleh Yusril.

Saat ini, yang masih konsisten dengan gerakan awal perjuangan mereka,
cuma tinggal PDI Perjuangan, PKB, dan TNI. Selebihnya, selain terlalu
kecil sehingga tak perlu masuk hitungan, juga sedang mengalami masalah
internalnya yang tak gampang diurai. Golkar, meski kelihatan konsisten,
tetapi itu hanya di permukaan saja. Berbagai terpaan skandal, bagi
kelompok profesional dan intelektual, jelas memalukan. Lebih-lebih
Baramuli, yang kian nekad saja tiap hari itu. Ya, memang, tidak nekad
pun, mau pura-pura baik pun, track record yang dimilikinya tak cukup
menjadikan paspor untuk berperahu bersama di era pemerintahan baru
nanti. Nekadnya, yang semakin tidak karuan dan memuakkan, buntutnya
akan membawa musibah terpecahnya partai ini.

Bututnya Habibie di mata rakyat, setidaknya menjadikan partai Golkar
sudah sulit untuk tetap konsisten membela Habibie. Saat SU nanti, saya
punya keyakinan, akan banyak yang membelot. Ketika semua sudah melihat
kasus bank Bali sebagai sebuah skandal yang sangat memalukan Habibie,
tiba-tiba mas Amien tampil dengan 'guyonan' soal Lippo, yang sangat
mudah untuk ditafsirkan sebagai order dari Habibie untuk membelokkan
perhatian. Kalau ada apa-apa di PAN, boleh jadi ini salah satu
penyebabnya.

Bukan mau mendahului, sebentar lagi akan ada partai lain yang menyusul.
dan itu pasti bukan PDI Perjuangan serta PKB.

Gigih
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail 
kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!









Kirim email ke