Pak Hasan,
Kalau itu yang Bapak maksud namanya bukan obyektif lagi. Jadi termasuk
Waluyo.
----- Original Message -----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 28 August 1999 00:20
Subject: Re: [Kuli Tinta] LIPPOGATE : WALUYO
-From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
"Mengembalikan sesutu yang menyimpang kepedoman atau standard semula menjadi
sasaran setiap sikap kritis. Tidak lebih tidak kurang. Berpikir asal beda
cenderung mencari perhatian, jauh dari artian kritis."
From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
"...Berpikir kritis berarti mengedepankan obyektifitas, kejernihan berpikir,
dan dilandasai oleh moral kejujuran. Berpikir kritis bukan berarti
mengesampingkan fakta dan logika. Orang Jawa mengenal istilah Waluyo......."
Pencerahan dari dua orang saudara kita seperti diatas amatlah diperlukan.
Lebih indah bila ditujukan "keluarga" sendiri pada waktu jaya agar tidak
terjerumus dalam aroganisme rendahan. Secara alami kemudian akan memancar
keluar. Sekarang ini memang amat banyak kumpulan manusia bangsa ini yang
gagal melihat kumpulan lain sebagai sesama manusia. Melihat kumpulannya
sendiri sebagai kumpulan malaikat tanpa salah serta melihat kumpulan manusia
lain sebagai kumpulan setan jahat yang menjijikkan. Contohnya seperti
dibawah ini:
From: Hihihiiik Yek
" ...Jijik banget aku lihat si pendek tengik ini. ........AR penipu,
pembohong, pecundang!!!
.....Dasar provokator pengecut. Aku muak! ........... Hihihiik Yek....."
Wassalam.
Abdullah Hasan.
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!