Yaa begitulah yang saya saksikan di Liputan 6. Juga jawaban mas Amien Rais, 
bahwa dia nggak melempar issue itu. Langsung dari Yogya. Kayaknya sih masih 
ada rekan lain yang menyaksikan. Who knows?

Point saya kira kira begini, mumpung orang PDIP sendiri menantang diaudit, 
ya langsung saja dilakukan. Agar hasilnya obyektif, tim auditornya yang 
bener-bener independent, kalau perlu diketuai mas Amien Rais. Jadi jelas 
duduk perkaranya. Dan diumumkan secara luas hasil auditnya, sebagai public 
accountability.

Saya kira terhormat juga kalau Golkar meminta audit juga, bukan sekedar 
membantah.

Seperti Yapto-lah, dia datang memenuhi panggilan Polri tanpa menunggu ijin 
Presiden, walaupun dia anggota MPR. Hari ini Yapto memberi pelajaran bagus: 
Ijin Presiden bagi pemeriksaan anggota MPR harus dilihat kasusnya. Kalau 
kasusnya tidak berkaitan dengan status keanggotaannya MPR ya nggak perlu 
ijin Presiden.

Entahlah kalau peranan Novanto di Baligate, atau Bedu Amang di skandal Bulog 
itu memang dalam kedudukannya sebagai anggota MPR.
Yang kocaknya, Habibie (melalui Muladi) bilang Presiden siap keluarkan 
ijinnya. Ternyata menurut Jendral Togar Sianipar, Polri belum pernah 
memintanya.

Tapi ngomong ngomong Lippogate ini separah apa sih? Sudah dapat info yang 
lebih akurat? Atau sekedar seneng ngeramein? Becanda dong!

Yap

>From: "Abdullah Hasan" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [Kuli Tinta] AUDIT  PDIP
>Date: Fri, 27 Aug 1999 21:17:07 +0700
>
>
>From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
>"Sabam menyatakan kesiapan PDIP untuk diaudit lagi kapan saja, walaupun
>sebelumnya telah diaudit oleh KPU."
>
>Kalau anda pernah tahu, bekerja , apalagi punya P.T . Kalau anda bukan
>seorang anak kecil lagi. Kalau anda pernah dengar Pajak Pendapatan atau
>Pajak Penjualan. Kalau anda dinegeri ini paling tidak pada lima tahun
>terakhir, maka :
>
>Anda akan mesem kalau mendengar audit. Audit Organisasi Politik lagi :
>Ngakak.
>
>Bung Yap bisa memang tukang becanda.........
>
>Wassalam.
>Abdullah Hasan.
>
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke