Saya setuju.. diaudit saja. Supaya independen justru jangan Amien Rais dong,
karena ia juga pemain politik dan ia bukan auditor. Akuntan Publik kan
banyak, di dalam negeri ada di luar negeri juga banyak..

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub

-----Original Message-----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 27 Agustus 1999 22:05
Subject: Re: [Kuli Tinta] AUDIT PDIP


Yaa begitulah yang saya saksikan di Liputan 6. Juga jawaban mas Amien Rais,
bahwa dia nggak melempar issue itu. Langsung dari Yogya. Kayaknya sih masih
ada rekan lain yang menyaksikan. Who knows?

Point saya kira kira begini, mumpung orang PDIP sendiri menantang diaudit,
ya langsung saja dilakukan. Agar hasilnya obyektif, tim auditornya yang
bener-bener independent, kalau perlu diketuai mas Amien Rais. Jadi jelas
duduk perkaranya. Dan diumumkan secara luas hasil auditnya, sebagai public
accountability.

Saya kira terhormat juga kalau Golkar meminta audit juga, bukan sekedar
membantah.

Seperti Yapto-lah, dia datang memenuhi panggilan Polri tanpa menunggu ijin
Presiden, walaupun dia anggota MPR. Hari ini Yapto memberi pelajaran bagus:
Ijin Presiden bagi pemeriksaan anggota MPR harus dilihat kasusnya. Kalau
kasusnya tidak berkaitan dengan status keanggotaannya MPR ya nggak perlu
ijin Presiden.

Entahlah kalau peranan Novanto di Baligate, atau Bedu Amang di skandal Bulog
itu memang dalam kedudukannya sebagai anggota MPR.
Yang kocaknya, Habibie (melalui Muladi) bilang Presiden siap keluarkan
ijinnya. Ternyata menurut Jendral Togar Sianipar, Polri belum pernah
memintanya.

Tapi ngomong ngomong Lippogate ini separah apa sih? Sudah dapat info yang
lebih akurat? Atau sekedar seneng ngeramein? Becanda dong!

Yap



______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke