Kawan Ahmad yang budiman,
Jangan heran jika mereka menyerang AR hanya gara-gara AR tidak mau
mendukung PDI-P yang banyak preman bergajulnya.  
Di samping itu, pendukung PDI-P umumnya picik dan malas menggunakan
nalar kayak Megawati.

Dik  Ahmad, diskusi dengan mereka percuma. Lebih baik telepon langsung
Bapak Kwik, satu-satunya yang waras dan intelek di situ.




--- �� <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bung Ahmad dan neters
> 
> Yang memiliki sayap bukan hanya burung, kalimat juga
> bersayap.
> 
> Saya kuang sependapat dengan istilah saling serang
> itu. Kesannya adalah
> kekerasan. Perbedaaan pendapat saya rasa wajar saja
> dalam upaya untuk
> mencari kebenaran dan bentuk demokrasi. Jadi, satu
> pihak mempunyai opini
> atau argumentasi terhadap sebuah fakta dan pihak
> lain mempunyai opini atau
> argumentasi yang berbeda.
> 
> Saat ini Bung Ahmad mempunyai argumentasi mengenai
> sebuah fakta. Bolehkan
> kan kalau ada orang lain memiliki argumentasi lain
> yang berbeda?
> 
> Menurut Bung Ahmad, apakah Diponegoro akan melawan
> Belanda seandainya jalur
> kereta api tidak dibangun melewati depan rumahnya di
> Tegalrejo? Seandainya
> Kartini tidak memulai maka apakah kita tidak akan
> pernah mempunyai Miranda
> Gultom, Sri Mulyani, Mari Pangestu, Dita Sari,
> Marsinah, Sri Adiningsih,
> Wardah Hafidz, dll?
> 
> ��
> (pemerhati berita untuk mencari kebenaran)
> 
> ----- Original Message -----
> From: Ahmad Dimpu <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: 27 August 1999 09:45
> Subject: Re: [Kuli Tinta] AR : Provokator pengecut
> 
> 
> Boleh Ikutan ya, Tapi saya bukan wartawan lho...
> Hanya pembaca setia aja.
> 
> Menarik sekali bahasan tentang situasi politik
> belakangan ini,
> sampai-sampai di milis ini juga saling serang.
> 
> Kenapa sih harus menyalahkan AR? Kenapa tidak
> menyalahkan sejarah
> bangsa ini yang berlumuran dengan dosa dan
> pengkhiantan. Coba lihat apa
> yang telah dilakukan oleh Bapak Sukarno dan Suharto
> yang telah
> mengkhianati Islam. Apakah masih perlu dipetanyakan
> seberapa banyak
> dosa yang telah diperbuat mereka pada umat Islam.
> 
> AR?
> Momentum Reformasi telah membawa beliau pada satu
> misi untuk membangun
> Indonesia baru yang tentunya menurut versi beliau
> mestilah relijius,
> karena latar belakang beliau yang sangat kuat
> pendidikan agamanya,
> walaupun belakangan beliau mengusung bendera
> Nasionalis. Sama dengan
> bendera yang diusung Agus Salim? Mohammad Roem?
> 
> Jadi, kenapa anda-anda sekalian begitu kesal dengan
> langkah-langkah
> bapak reformasi kita itu, hanya karena dia tidak
> mendukung PDI
> Perjuangan?
> Apakah mungkin beliau mendukung kelompok sekuler
> yang secara history
> adalah merupakan lawan beliau?
> 
> Coba perhatikan!
> Kalau misalahnya bapak AR mau mendukung Habibie,
> kenapa tidak
> dilakukannya dari dahulu? Kenapa kelompok sekuler
> sangat antipati dan
> apriori dengan para pakar di ICMI? Apakah anda
> sekalian merasa bahwa
> apa yang ada di ICMI itu adalah sekumpulan penjahat
> Intelektual?
> 
> Pernahkah anda-anda berfikir bagaimana bapak AR itu
> bersusah payah
> membangun kekuatan reformasi melaui poros tengah,
> hanya untuk
> menghindari Kelompok PDIP dan Kelompok Golkar, yang
> secara historical
> telah "menyakiti"(melalui Sukarno/Nasionalis-PNI/
> dan
> Suharto/Nasionalis-Golkar umat Islam yang merupakan
> "massa" dari Poros
> tengah. Itupun karena trend "massa" poros tengah ini
> agaknya tidak
> menyukai PDIP dan Golkar.
> 
> Sikap politik beliau kan jelas, tidak mendukung Mega
> dan Habibie,
> terbukti dari berdirinya Poros Tengah, jadi kenapa
> harus membuat
> dugaan-dugaan kosong yang tak berarti?
> 
> AD
> 
> --- bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > Wah...jangan begitu kawan...:)
> > Siapa tahu kasus ini memang ada benar-nya.
> >
> > Kita himbau saja kepada DPP PDI-P, agar
> > segera membuka permasalahannya secara pro-aktif.
> >
> > Tidak ada gunanya menutup 'bangkai', pasti
> > akan tercium pada suatu saat.
> >
> >
> > Salam,
> > bRidWaN
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>
______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
> LAKUKAN SENDIRI 
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke