--- "Yap C. Young" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya klarifikasi, tim auditor yang saya maksud itu
> tidak hanya dalam konteks 
> keuangan saja. Memang yang terkenal adalah financial
> auditor, yang titik 
> beratnya menguji kelayakan penerapan Generally
> Accepted Accounting 
> Principles, dan dalam bisnis sekarang diperluas
> kesegmen managerial in a 
> broad sense.
> Dalam kasus yang kita bahas ini, Anda menyebut yang
> terjadi adalah :
> >Money for politics, politics for money ?
> Untuk unsur money-nya: Financial Auditor. Untuk
> politics-nya: Political 
> Auditor. Malah masih ada unsur yang mereview aspek
> hukumnya.
> Ini adalah special investigative audit, yang
> sasarannya memberi kejelasan 
> kaitan antara uang itu dengan unsur politiknya, dan
> reportnya didisclose 
> kepada masyarakat sebagai public accountability.
> Politiknya! Dan untuk disiplin ilmu politik, Mas
> Amien adalah pakarnya. 
> Unsur financial auditornya boleh saja dari the big
> 5, misalnya PwC yang lagi 
> ngetop itu.

Hahaha...

Apapun dalih anda, mafkan saya bahwa saya sekarang semakin yakin anda
itu sebenarnya cenderung tidak netral juga, dan agak kurang " jernih".
Sekarang saya mau bertanya sama si bung Yap ini, Bisakah anda
membedakan seorang Amien Rais sebelum mendirikan PAN dengan Amien
sekarang yang telah jadi ketua PAN?

Jadi Politics-auditor dalam kasus PDIP?
Hahaha...sadar bung Yap! Dengan sangat menyesal saya ingin bertanya
lagi bahwa Layakkah seorang Ketua Umum PAN menjadi koordinator auditor
bagi PDIP, sekali lagi,
Layakkah?

Tolong bung Yap membedakan Amein "the politicans" dan Amien "the
academist". 

Bisakah beliau netral dengan posisi tawar yang seperti ini?

> Jadi kenapa harus heran kalau mas Amien Rais menjadi
> Ketuanya?

Jelas heran, karena pak Amien tidak akan bisa netral. Pertanyaan anda
ini jelas tidak layak.
 
> Dalam tim audit itu mas Amien membawahi beberapa
> subsistem, dan memberi arah 
> kemana audit harus dilakukan. Apakah betul Anda
> meragukan keahlian mas Amien 
> dalam konteks ini? Saya tidak.

Hmm... siapa yang meragukan keahlian Amien Rais, Tapi Mana Netralitas
itu.

Pilihlah tokoh tang Non-Partai dan Non-Partisan.

> Hahaha... ini prejudice namanya. Begitu mudahnya
> Anda menelanjangi diri 
> sendiri.
> Nggak ada unsur premanisme atau penodongan disini.
> Justru memberi kehormatan 
> dengan menempatkan the right person on the right
> place.

Maaf, sekali lagi anda telah menggunkanan kacamata yang salah. He is
Not The Right Man In The Place.
 
> Apakah Anda pikir hanya accounting technicalnya saja
> yang perlu diaudit? 
> Sempit amat.
> 
> Emosional? Ah, anda becanda.
> Semoga suatu ketika Anda berkesempatan tahu bahwa
> istilah audit bukan hak 
> milik disiplin keuangan semata.

I Know That...

> Lagian kalau mengikuti pola pikir Anda, dimana
> logikanya tentara jadi 
> bupati, insinyur jadi direktur bank, dokter gigi
> jadi bintang film dan 
> sebagainya. Tapi saya nggak bicara itu. Asal tahu
> saja.

Lah... 
Pola fikir yang mana?

Hahaha...Jabatan politis itu kan tidak ada sekolahnya, bukan jabatan
profesional, yang ada hanya tempat belajarnya, yaitu Masyarakat dan
Rakyat. Siapa saja toh boleh jadi pejabat, asal diterima
masyarakat/Rakyat.
 
> Cobalah cari tahu lebih banyak lagi, supaya nggak
> serampangan bicara.

Yang serampangan bicara itu sebenarnya siapa sih?
Arogan sekali! Kenapa merasa lebih ahli dan lebih hebat dari yang lain?
Why did you fell better than others?(My English is Payah deh...).

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke