harman:
Yang ngangkat itu kan media massa dan jangan salah pernah dalam suatu forum
diskusi seorang mahasiswa dan juga moderatos yang mengatakan si AR itu bapak
reformasi.Tapi kalo yang situ maksud pengangkatan yang formal ala rezim
Soeharto ya tidak ada....nah ketahuan rupanya bung martin ini orangnya masih
suka bergaya ala soeharto yang sesuatu nya itu diangkat secara formal di
Istana Negara. sadr bung ini zaman sudah berobah, biar masyarakat yang
menetukan siapa yg reformis dan siapa yang tidak, setuju enggak......
Sams:
Lho yang teriak-teriak Bapak Reformasi di jalanan itu bukannya mahasiswa
? Lantas itu dikutip media massa, lantas disosialisasikan, dan jadilah
dia bapak Reformasi ?
Martin:
He.he..he.., anda ini kan wartawan. Oke deh, saya mau dengar kalau ada
rekaman anda dari mahasiswa yang demonstrasi (di jalanan) menyebutkan beliau
yang terhormat itu sebagai "bapak reformasi". Saya belum pernah dengar tuh.
Kalau memang ada rekan mahasiswa yang ikut berjuang (bukan stay di kampus
saja), apalagi yang menduduki MPR/DPR menyebut siapapun sebagai "bapak
reformasi", maka saya akan mengaku salah. Seingat dan setahu saya, tidak
pernah rekan-rekan mahasiswa yang ketika itu ikut dalam arak-arakan
reformasi menyebut siapapun juga sebagai "bapak reformasi"
Bantahan saya terhadap "bapak reformasi" itu bukan karena yang disebut
adalah Amien Rais. Tetapi, karena memang tidak ada "bapak reformasi".
Siapapun yang disebut bapak atau ibu reformasi, akan tetap saya tanyakan
"siapa yang angkat?", karena memang tidak pernah diangkat siapapun juga
sebagai bapak atau ibu reformasi.
Sams:
Ah Martin, senengnya kok salah sangka dan memutarbalikkan fakta. Ayolah
yang agak mikir sedikit dong kalau komentar.
Martin:
Makasih, ini mungkin sudah kali keberapa anda menjudge saya. Harapan saya,
mudah-mudahan anda lebih agak mikir sedikit (dong) kalau komentar daripada
saya.
Sams:
Nggak usah melarang-larang
segala macem. Isu malah wajib dilempar keforum ini biar semua bisa
menilai. Jangan omongan anda yang dijadikan patokan kebenaran.
Martin:
Saya tidak pernah melarang siapapun yang ingin menyebut Amien Rais sebagai
"bapak reformasi". Mau menyebut "bapak reformasi" kek, "bapak pembangunan"
kek, "bapak PAN" kek, atau "bapaknya anak-anak", bebas-bebas saja. Saya tak
pernah melarang. Saya hanya menanyakan, "siapa yang mengangkat seseorang itu
jadi bapak reformasi". Karena yang saya ingat dan ikuti, rekan-rekan
mahasiswa, begitu pula kelompok-kelompok yang ketika itu aktif dalam gerakan
langsung berhadapan dengan kekuasaan, tidak pernah mengangkat seseorang
menjadi "bapak reformasi". Baca lagilah komentar saya, jadi jawabannya bisa
nyambung.
Lalu, saya tak pernah menjadikan omongan saya sebagai patokan kebenaran. Ini
kan menyimpang dari topik. Memangnya siapa sih yang pernah mengatakan bahwa
postingnya adalah patokan kebenaran? Ah.., anda ini ada-ada saja...!
Sams:
Kebenaran itu relatif Bung ...
Martin:
Ah, enggak juga. Ada Kebenaran yang Satu dan mutlak.
Oke.., yuk mikir dulu!
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!