sik cak, aku atene takok.
email golo-golo.. icu wiwitane gimana? larah-larahannya
gimenong?
kok tiba-tiba gumrojok tanpo laraban, sampeyan ndalang kathik
adegannya
goro-goro. lho yang goro-goro itu negara mana? belum, cak...
belum goro-goro berlangsung di negeri nusantara-pura cak.

sekarang lagi adegan perang gagal. antara punggawa kurawa
melawan tumenggung sabrangan yang rata-rata sama berwajah
mrenges, bercaling pendek dan merah padam. sementara punggawa
dan pangeran kurawanya, bermental suman (sengkuni),
mentang-mentang sedulur raja besar, mentang-mentang berguru
sakti, begawan druna, mentang-mentang berpanglima anti-pralaya,
maharesi bhisma.
semua sak kepenake dhewe make kekayaan negara, ngombe minyak,
dulang aspal, lauk semen dan camilan marmer, sruputan
terpentin..

semuanya untuk kegendhutan perut masing-masing, kebak angin.
jadi tak heran
kalau senengnya kentut dan singsot.... semua serba bersifat
gas..mudah ngabar kemana-mana. menyebarkan busuk perut dan
uluhati masing-masing.

belum goro-goro cak!
karena pasukan sabrangan itu sedang mencari tumbal untuk
kesejahteraan negeri bendera bathik-lorek pancadasa kartika
(bathil lorek berbintang 50), atau demi bendera biru berpalang
merah-putih.... anak cucu union-jack.
yang jadi masalah bukan perang gagalnya yang gak karu-karuan
itu. tapi punggawa kurawanya sebagian besar wayang simpingan.

wayang-wayang yang selama ini setia berjajar di kanan kiri ki
dhalang sambil berimpit menatap langit. mereka tranyakan berani
turun dari gedebok, karena ki dhalang siapa-ngira sedang gering
dan pikun. dengarkan cak sulukan ki-dhalang pengganti ini:

WREKSA GENG TINUNU (Pohon besar sedang terbakar)
ARSA MADHANGI JAGAT (Ingin menerangi jagad)
DUK MUNGUP-MUNGUP SA PUCAK ING WUKIR (Ketika "mungup-mungup"
(gak ada terjemahan yang pas) di puncak gunung)
MARBABAK BANG SUMIRAT (memancar merah semburat)
KENO SOROTING SURYO (Terkena cahaya mentari)
MEGO LAN GUNUNG-GUNUNG (Mega dan gunung-gunung)

jadi belum cak... belum goro-goro. karena perjalanan ksatrianya
belum
berhasil menerobos hutan mimang. malah sekarang sedang
dicari-cari
untuk dijadikan tumbal... kurawa dan sabrangan.... wis tah
cak...
disranta dhisik...

salam,

drajad
-------
(pemgamat tiban wayang pulitik)


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke