Jeng YL, yang baik.

Ndak usah sedih lan ndak usah kesel. Sudah sangat jamak di tiap pakem
wayang kulit, ada adegan goro-goro. Tandanya adalah 'bumi
gonjang-ganjing, langit kelap-kelip, katon lir kincanging alis'. Ya,
semua sedang riuh rendah dalam obok-obok besar, sehingga semua orang
membeliak, alis terangkat naik.

Dalam 'goro-goro' selalu ada 'cakil yang penthalitan' yang sama sekali
ora nggenah. Perjalanan para satria yang terpanggil untuk memberantas
angkara murka, selalu dicegatnya. Cakil, biasanya, tak cuma sendiri.
Ada gendruwo, ilu-ilu, tethekan, banaspati, serta tuyul.

Jika kita sedikit seksama, maka akan kita dapati, cukup banyak politisi
yang saat ini 'mbanyaki', 'pating braok', dan rata-rata 'ora idep
isin'. Sudah ketahuan belang panu-kudis-kurap-nya pun, masih juga
berani sesumbar 'ini dadaku, mana dadamu'. Coba, to, apa yang begini
ini tidak nggilani.

Cakil, tak cuma pethakilan dan penthalitan, tetapi juga ada lambang
'mulut besar' di sana. tak cuma perilakunya yang benar-benar
'nggilani', seperti Agus Miftah, Baramuli, Sri Bintang, tetapi juga
sulit bagi kita membedakan, dia itu ngomong, atau kentut. Sama sekali
tak memberi manfaat, kecuali bau busuk yang memancing kita untuk
misuh-misuh.

Dalam ketidakberdayaan baik ekonomi maupun politis, opsi-opsi yang
ditawarkan 'unyil' memang lebih merupakan cara bunuh diri yang
sempurna. tawaran kemerdekaan yang pasti disergap oleh mereka yang
sudah sejak lama benci-RI, sementara opsi otonomi-penuh yang diperluas
itu mana conto-nya? Politik amputasi ini mungkin memang bisa mengatrol
citra pemerintahan 'unyil', tetapi jelas tak cukup untuk menutup aurat
yang sudah sedemikian bobrok dan telanjang. Coba, bagaimana kasus Bank
Bali yang membuat gusar institusi-institusi finansial dunia, yang
membuat negeri ini babak belur, morat-marit, seperti diserbu burung
rajawali raksasa (dalam dongeng itu).

Unyil, dan bolo-bolonya, memang berada dalam posisi yang sangat repot.
Namun seperti cakil, yang memang harus tampil, mereka pasti akan
berbuat hal-hal yang nekad belaka. Lihatlah ulah para antek yang
akhir-akhir ini begitu getol pamer dada unjuk otot, dengan kemul-kemul
agama, menafikan kehendak demokratis warga bangsa ini.

Namun juga seperti cerita wayang tadi, adegan 'goto-goro' ini memang
harus dilalui. Sang ksatria segera akan memperoleh jalannya yang
lempang, untuk menegakkan kebenaran. Semoga cita-cita saya, juga jeng
YL, segera terlaksana, tiba pada tujuannya.

Jeng, YL.
Hari-hari terakhir ini memang rada panas dan 'sumuk'. Sedikit menahan
diri, berlapang dada, dan menarik nafas dalam-dalam, adalah obat yang
mujarab.

Salam,

Gigih
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke