Ha ha haaa, kayaknya kita beda asumsi, boss. It depends on how you define
what the problem is. In case of potential or predictable problem,it
obviously should be covered within the planning with so called anticipation.
But it always the case, that we cope with the problem beyond the planning
scheme which need solution.
Kalau sesuatu sudah dapat diduga sebelumnya, saya menganggap itu bagian dari
perencanaan atau potensi masalah. Sedangkan masalah yang saya maksud adalah
yang ada diluar coverage perencanaan. Yaitu muncul dalam pelaksanaan dan
dapat mengganggu tercapainya sasaran apabila tidak diselesaikan. Juga
seringkali didapati penyelesaian potensi masalah yang sudah diprediksi dalam
perencanaan menuntut solusi yang berbeda, dengan berkembangnya situasi
dilapangan.
Dikaitkan dengan perencanaan, sebagai pemilihan alternatif terbaik untuk
mencapai sasaran, maka masalah yang dimaksud adalah beyond the planning.
Sementara potential problem (masalah yang mungkin timbul) telah diantisipasi
dalam perencanaan.
Coverage perencanaan biasanya hanya sebatas predictable problem. Karenanya
kapabilitas perencana sangat mempengaruhi kualitas perencanaan. Itulah yang
kemudian memunculkan skenario atau alternatif pencapaian sasaran. Tentu
dalam pelaksanaan masih mungkin timbul unpredictable problem. Terutama
rencana yang dibuat perencana yang kurang handal yang banyak menyisakan
predictable problem.
Seandainya semua masalah pasti sudah tercover dalam perencanaan, tentu cukup
komputer saja yang memimpin pelaksanaan kegiatan. Tidak perlu manajer atau
leader, yang salah satu tugasnya adalah mensolusi masalah yang baik yang
terantisipasi dalam perencanaan maupun yang tidak.
Begitu nggak sih?
Yap
(ini pandangan entp)
>From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Tue, 7 Sep 1999 21:22:18 +0700
>
>From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
>
>Secara umum biasanya penyelesaian itu untuk mengatasi masalah. Jadi ya
>masalah mendahului penyelesaian. Kalau nggak ada masalah apanya yang mau
>diselesaikan?
>
>Yap
>===================================
>
>Bila demikian lalu apa artinya perencanaan?
>
>Perencanaan kan dibuat untuk memastikan bahwa tujuan ditetapkan dan cara
>disusun untuk mewujudkan tujuan itu. Untuk itu, berbagai kemungkinan perlu
>diperhitungkan termasuk kemungkinan munculnya halangan atau distorsi
>didalam
>proses sehingga jalan keluar perlu dipikirkan. Apakah ini bukan berarti
>penyelesaian mendahului masalah.
>
>Coba deh direnungkan kembali sekali lagi didalam kenyataan hidup
>sehari-hari bagaimana berbagai tindakan harus diambil agar tidak timbul
>masalah dikemudian hari. Ini asumsinya rasional lho Bung....
>
>Nah, saya pikir, tindakan untuk membuat penyelesaian setelah masalah timbul
>adalah sebuah kebiasaan tambal sulam. Artinya kita akan membiarkan
>kemunculan sebuah masalah dan tidak mengantisipasinya sehingga setelah
>masalah itu muncul kita baru mengambil tindakan.
>
>Tindakan untuk menyelesaikan masalah setelah muncul disebabkan oleh
>ketidakmampuan individu pembuat keputusan dalam melihat masalah itu selagi
>masih sebagai potensi. Jadi belum muncul kepermukaan. Kira-kira ada nggak
>ya
>individu yang tidak bereaksi ketika melihat potensi kemunculan sebuah
>masalah. Seandainya Bung Yap mengetahui bahwa ada orang tidak bersalah akan
>terbunuh oleh keputusan yang hendak Bung Yap buat maka apakah Bung Yap akan
>tetap membuat keputusan itu? Ini dengan asumsi bahwa pembunuhan orang yang
>tidak bersalah itu adalah masalah.
>
>Jujur, saya sedang mencoba untuk menggunggat lingkungan mengenai sebuah
>pemahaman diluar kesadaran manusia yang selama ini selalu dikatakan benar.
>Trigernya adalah opsi HBB dan timing yang dipilih. (masih ingat bener
>tetapi
>tidak pener?)
>
>Mohon p e n j a r a h a n ide.
>(sebagai ganti pencerahan)
>
>��
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!