Para petinggi Indonesia, pejabat dan elit organisasi, ramai ramai memberi 
justifikasi bahwa pemberian opsi ke 2 bagi Timlo, kemerdekaan, adalah 
keputusan yang tepat untuk mengurangi beban Indonesia, karena lebih banyak 
negatipnya daripada manfaatnya.
Artinya memang opsi itu sengaja diberikan agar dipilih, sehingga beban kita 
berkurang.

Hari ini pendukung pendapat itu tambah dua, Achmad Tirtosudiro, orang paling 
cendekia dikalangan Islam, karena dia Ketuanya Cendekiawan, dan Amien Rais, 
Bapak Repotnasi, eh Reformasi.

Yaaah, kalau niatnya tulus mau dimerdekakan mengapa nggak pakai pola Inggris 
dengan melalui commonwealth?

Artinya kemerdekaan yang diberikan secara tulus dan bahkan ikut membantu 
mempersiapkannya  sampai bisa "cul culan ngadek dewe" (mampu berdiri 
sendiri,Red.) Bukan tricky macam sekarang ini, yang menyiratkan ketidak 
relaan dan sama sekali nggak bisa dibilang murah biayanya.

Mudah mudahan saya salah dengar, bahwa biaya untuk mengatasi pengungsi 
diperkirakan 1.5 triliun. Tadinya muncul angka 23 milyard dari Depsos saja 
sudah saya anggap besar, nggak tahunya 1.5 T.
Apa benar kita masih punya uang sebanyak itu? Atau nambah hutang lagi?
Apa sudah termasuk biaya Darurat Militer? Apa sudah dihitung biaya recovery 
korban bakar bakaran? Apa sudah termasuk biaya menghidupkan kembali korban 
saling bantai, nyawa, luka hati, cacat fisik? Naudzubillah min zalik.

Sebuah unforced error yang terlalu mahal. Dan potensial memalukan, karena 
secara telanjang menunjukkan kepada dunia seberapa jauh kita mampu berpikir 
panjang. Dunia akan dengan enteng mengejek, itulah Indonesia, kalau 
pemimpinnya saja cuma segitu, apalagi rakyatnya.... aduh ikut kena 
gua......eh anda juga ding.

Yap


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke