Siang ini secara paralel RCTI menayangkan wawancara dengan Marwah
sedang SCTV wawancara dengan pengamat Militer MT Arifin.

Marwah favouritnya teman saa semakin kelihatan kapasitasnya. Ia
mengkritik wartawan yang menggunakan kata Wiranto Mundur yang
menurut dia  sebenarnya bukan begitu. Ia masih optimis bahwa
Wiranto akan bersedia pada saatnya nanti.

Nah, di stasiun yang lain, MT Arfiin mengatakan bahwa pencalonan
Wiranto adalah kehendak Habibie yang meminta Wiranto untuk
menjadi Wapresnya. Lebih lanjut, Arifin mengatakan bahwa ia
memiliki data akurat bahwa sore harinya militer mengadakan rapat
(tanggal 13 Oktober 99) bahkan diikuti oleh seluruh Pangdam.
Keputusannya adalah menolak tawaran Habibie itu.

Dengan demikian, seperti posting saya sebelum ini, TNI seperti
beberapa minggu sebelumnya melalui Hartas bersikap untuk berpikir
seribu kali untuk menerima tawaran itu.

Mengapa Marwah tetap ngotot?

��


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke