Setahu saya, yang termasuk wilayah Republik Indonesia itu adalah seluruh
bekas wilayah Hindia Belanda, jadi Irian Barat (sekarang Irian Jaya) juga
termasuk, buktinya adalah Operasi Trikora yang saat itu _hampir_
menyebabkan Perang Indonesia-Belanda lagi jika saja Belanda tidak mundur
menghadapi ketegasan Indonesia dan tekanan dunia internasional yang
mendukung kembalinya Irian Barat ke RI. PBB pun mendukung langkah RI dengan
mengirim utusan khusus Ellsworth Bunker untuk menengahi konflik ini.
Berbeda dengan Timor Leste (ngomong-ngomong sudah resmi lepas nih ya?) yang
aslinya koloni Portugal, kalau itu memang bukan bagian dari RI,
pemerintahan Soeharto lagi ingin "baik hati" saja :-)


Wassalam,

Paladin A.


From: ��c= <[EMAIL PROTECTED]>
>Aaah yang bener aja........
>
>Tolong dong referensi sejarahnya disebutkan...
>
>Ketika proklamasi itu diproklamirkan, sebenarnya dimana sih
>wilayah Indonesia?
>
>��
>
>
>----- Original Message -----
>From: Cosmas Damianus Tufan <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: 21 October 1999 17:20
>Subject: RE: [Kuli Tinta] JACOB TOBING & AKBAR TANJUNG
>
>
>
>Nah itu dia, bung.
>
>Kalau mau jujur, sebenarnya kan yg namanya Irian Jaya itu,
>kan sewaktu proklamasi bukan bagian dari RI.  Lagipula secara
>etnis mereka jauh lebih cocok gabung sama Papua Nugini,
>secara perjalanan sejarah, mereka bergabung (atau digabung)
>dengan Indonesia tidak pada saat proklamasi tetapi beberapa
>tahun kemudian.  Belum lagi kalau mempertimbangkan faktor-faktor
>lain.
>
>Negaranya ndak perlu negara agama, tetapi bisa saja negara Papua.
>Apa harus kudu didasarkan atas dasar agama?  Kan enggak.
>Tergantung selera masing-masing.  Kalau dipaksakan negara agama,
>bisa repot, mas.  Itu salah satu contoh.
>
>Lainnya ya terserah masing-masing.
>
>salam.


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke