Sekali lagi Bung Cosmas,

Syarat sebuah negara adalah Pemerintah, rakyat, dan kedaulatan
atas wilayah. Dimanakah wilayah negara pada saat proklamasi itu?
Ketika para pemuda bersumpah pada 28 Oktober 1928 itu mengenai
satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa, maka dimanakah batasan
nusa itu? Apakah batasan itu sama dengan batasan wilayah ketka
negara Indonesia diproklamirkan oleh Soekarno dan Hatta?.

Kalau kita membuka-buka sejarah lagi maka kita akan mengetahui
bahwa pengusiran Belanda dari bumi Nusantara terjadi secara
bertahap dan penuh dengan perang pisik dan diplomasi. Bahkan
hingga tahun akhir 60 an, Pemerintahan  Soekarno masih dihadapkan
oleh masalah itu.  Disamping itu,  Anda mesti juga tahu sebagai
misal APRA atau Angkatan Perang Ratu Adil, Westerling, Negara
Pasundan, dll. Kita mungkin bisa membuka sebagai misal Perjanjian
Linggar Jati atau KMB. Oleh karena itu, pengusiran Belanda  dari
Irja adalah bagian dari proses untuk mengusir penjajah Belanda.
Agar diingat juga bahwa perjuangan pengusiran itu juga telah
dilakukan oleh para pejuang Irian sebelum Pemerintahan Soekarno
sempat membantunya karena pemberontakan dan kehadiran
negara-negara boneka Belanda di pula Jawa.

Seperti referensi Bung Paladin, wilayah nusantara adalah wilayah
yang dulu dijajah Belanda. Seandainya saja Penjajah Inggris dan
Belanda tidak melakukan pertukaran antara Maluku dengan Kalimatan
Utara maka mungkin Maluku adalah bagian dari Malaysia dan
Kalimantan Utara adalah bagian dari Indonesia.  Kini, Indonesia
merasa sangat berhak atas Sepadan dan Ligitan karena dokumen itu
ada.

Mengenai tekanan Internasional itu, saya berpendapat sebagai buah
keberhasilan tekanan pisik dan diplomasi RI. Ingat, Belanda
dibantu oleh Australia yang dekat dan Amerika secara tidak
langsung. Namun, Rusia berada di belakang Indonesia dengan
membantu persenjataan. Pepera adalah bahasa Internasional seperti
halnya jejak Pendapat Timtim yang baru lalu. Intinya adalah
pengusiran penjajah Belanda dari wilayah Nusantara yang diduduki.
Oleh karena itu, Timor Leste yang dijajah Portugis tidak menjadi
wilayah Indonesia.


��



----- Original Message -----
From: Cosmas Damianus Tufan <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 22 October 1999 07:40
Subject: RE: [Kuli Tinta] JACOB TOBING & AKBAR TANJUNG




Irian Jaya kan bergabung dengan Indonesia
setelah adanya PEPERA di bawah PBB.

Waktu proklamasi kan Irian masih di bawah Belanda, Bung.
Segera setelah merdeka, Bung Karno mengumandangkan
REBUT IRIAN Barat, karena Bung Karno MENGANGGAP bahwa
Irian Barat adalah wilayah Republik Indonesia.
Dibentuklah Komando Mandala di bawah komado
Mayjen (waktu itu) Soeharto.  Penyusupan pasukan
ke wilayah Irian Barat memakan korban antara lain Laksamana
Yos Soedarso yg terkenal dengan Peristiwa Laut Arafuru.
Terus penerjunan sukarelawan ke Irian Barat, antara lain
Team Naga di bawah Mayor (waktu itu) Benny Moerdani.

Karena tekanan internasional, akhirnya Belanda menyerah
dan memberikan mandat atas Irian Barat kepada PBB sebagai
masa peralihan.  Setahun kemudian, barulah diadakan PEPERA
(Penentuan Pendapat Rakyat).   Saya kira jelas, Bung.




______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke