akhirnya selesai juga usaha terjemahan ini. terimakasih
untuk sdr. vana dari wjseto@egroups. hanya mohon maaf
terpaksa terjemahannya dalam bahasa indonesia, agar dapat
saya kirim ke alamat lain.
terus terang usaha ini hanya memenuhi permintaan seorang
anggota milist [EMAIL PROTECTED] untuk menterjemahkannya.
saya tidak mempedulikan apakah SABDA PAMASA ini dibuat jaman
penjajahan, masa orde lama atau kapan, juga tidak
mempermasalahkan siapa penulisnya atau maksud ramalannya.
yang jelas dalam serat yang diringkas dalam 15 tembang ini
ada contoh, ada peringatan dan ada jalan untuk mengatasi
masalah yang menimpa tanah jawa (kalau memang serat ini
ditulis sebelum kemerdekaan, berarti memang si penulis masih
berwawasan kenegaraan di JAWA). yaaa semoga menghibur dikala
deg-deg-an menanti hari esok nan penuh harapan dan
ancaman... memilih presiden yang pertama.... presiden
dipilih oleh MPR hasil PEMILU, lain dari 3 presiden
terdahulu bukan, mekanisme pemilihannya?

selamat membaca (bagi yang berminat) dan mohon maaf bagi
yang tidak memerlukan serta mohon maaf bila banyak salah
ketik.

salam,

mbah soeloyo
iklan milis: WOJOSETO MAILING LIST
langganan: [EMAIL PROTECTED]
brenti: [EMAIL PROTECTED]
tanya: [EMAIL PROTECTED]
dolin:  http://www.egroups.com/list/wjseto

------------------------------------
SABDA PAMASA
1. Risaking kang Tanah Jawa, kambah dening wewe putih tebu
wulung gegamannya, Wong Jawa abosah-basih, wong ndeso keh
kang sedhih, keles dening bawanipun, nalangsa mring Jawata,
antuk sihira Hyang Widhi, Cahya Jenar mijil saking mbang
wetan.
(Rusaknya tanah jawa, (karena) dijamah oleh wewe putih yang
bersenjata tubu wulung, Orang Jawa kacau balau, orang desa
banyak yang sedih, takut karena kuasanya, (akhirnya)
mengeluh kepada dewata, mendapat belas-kasih dari Hyang
Widhi (Tuhan), (dengan) munculnya cahaya kemerahan di ufuk
timur.)
sedikit dugaan tafsirnya: wewe putih = belanda, tebu wulung
= senapan atau meriam atau kadang diduga sebagai orang-ambon
yang dahulu banyak menjadi tentara belanda, atau orang
keling ding didatangkan untuk menjadi centheng-2 belanda.
Cahaya merah dari timur tak lain adalah bangsa jepang yang
mulai melahap semua tanah jajahan eropa di asia timur dan
tenggara.
2. Anyunari tanah jawa, padhang sumilak mratani, Wewe putih
duk umiyat, palarasan mundur sami, bali mring dhangkaneki.
Ingkang cahya gra duduring, ana ing tanah Jawa, kawan dasa
catur sasi nuli sirna, wong jawa entuk ngapura.
(Menyinari tanah jawa, membuat terang benderang, Wewe putih
ketika melihat (cahaya merah itu), segera mundur teratur
kembali ke asalnya. Cahaya merah itu segera menyinari tanah
jawa, 44 bulan lamanya lalu lenyap. orang jawa mendapat
ampunan)
tafsir: kedatangan bala tentara jepang membawa terang
beberapa tokoh perjuangan, sadar bahwa bangsa kulit putih
dapat dikalahkan oleh bangsa asia, dengan bukti belanda
langsung menyerah dan kembali ke negerinya. Pendudukan
jepang berlangsung selama 44 bulan (apa benar?), kemudian
menyerah kalah, dan orang jawa merdeka… (indonesia ?).
Penggal cerita ini dapat dibaca di buku karangan Ktut Tantri
(orang belgia yang menjadi penyiar RRI ketika pemerintahan
republik baru terbentuk, dan merupakan saksi mata perjuangan
PUPUTAN TUNGGARANA Bali dan peristiwa 10 Nopember (judulnya
kalau tidak salah Poetera Sang Fadjar yang menceritakan
kehidupan Soekarno Muda, hingga peristiwa G30S PKI)
3. Luwar saka ing bebaya, jumeneng ngadeg pribadi, hamengku
ing tanah Jawa, jumeneng atindak adil, mimitran liyan
nagari, lampah nyatuntun-tinuntun, tan ana sleyang karsa,
eca manahe pra alit, nagari harja mirah sandhang tuwin
tedha.
(Lepas dari bahaya, menobatkan diri, memangku tanah jawa
(maksudnya berkuasa), bertahta dengan bertindak adil,
brteman dengan negara lain, saling tuntun (mencapai tujuan
bersama, lepas dari penjajahan), tidak ada pertentangan
(kepentingan), orang kecil enak hatinya, negara sejahtera
murah sandang dan pangan)
tafsir: walaupun tidak begitu tepat, keadaan itulah yang
terjadi setelah indonesia memerdekakan diri sendiri, tanah
jawa jadi pusat pemerintahan (bahkan sempat ibukotanya di
Yogyakarta), kemudian banyak bergaul dengan negara-negara
sederajat, terbukti dengan adanya konferensi asia-afrika,
padahal negaranya sendiri sedang panas menjelang pemilu
(1955). lahir gerakan non-blok dimana indonesia menjadi
motor yang penting, yang memberi inspirasi negara-negara
jajahan di asia-afrika untuk menuntut kemerdekaan dari
penjajahnya.
4. Numbul darajating praja, anglir surya sonareki, warata
satanah Jawa, tumeka ing kanan kering, kang miyat cahya
yekti, blereng pra sami anungkul, tan kwasa miyat cahya,
padhang sunarira wening, sami prapta mangastuti jaya-jaya.
(Melesat derajat negara, seperti sinar matahari, merata se
tanah Jawa, sampai ke kanan kirinya, yang melihat cahaya
itu, silau semuanya sehingga menunduk, tidak kuasa memandang
cahaya sejati, karena terang dan beningnya cahaya itu, semua
berdatangan (ke tanah jawa) menyatakan bersatu saling bantu
menuju kejayaan)
tafsir: boleh nggak disamakan dengan peristiwa negara RIS
kemudian menjadi NKRI kembali?
5. Mangsuli risaking Jawa, lawang sapta ngesti aji. Wong
Jawa wis tan bisa bah, sangeting gung sangsayeki, umpami
nyabrang kali, kelelep tengahing kedhung, kaline banjir
bandhang, toya mulek ngelem jalmi, weh sangsaya Wong Jawa
akeh kang lena.
(Kembali (membicarakan) rusaknya Jawa, (yang merupakan)
pintu tujuh kerajaan, Orang Jawa sudah tidak dapat bergerak,
(karena) besarnya kesengsaraan, (bila) diumpamakan orang
menyeberangi kali, tenggelam ke dalam lubuk, padahal kali
sedang banjir-bah, air berpusar menenggelamkan orang itu.
Karena penderitaan banyak Orang Jawa menemui ajal.




______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke