Usul ( jika sampai ke GM ) :
Menteri Kehakiman dan Jaksa Agung :
Handojo SH dan M. Mangkudilaga
jsujanto
----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 23 October 1999 21:17 PM
Subject: [Kuli Tinta] Ukuran keberhasilan GM


> Gus Dur-Mega sudah ada diatas sana atas 'skenario cantik dan elegant'
Amien
> Rais. Banyak yang memuji dan bereaksi positip, atau bersyukur kehadirat
> Tuhan atas 'happy ending' ini. Tetapi tentu tidak perlu larut dalam
euphoria
> yang lagi lagi dapat kontra produktip, misalnya melahirkan kelompok
loyalis,
> karena sebuah awal baru sedang kita tapaki.
>
> Dengan tidak mengurangi rasa syukur dan rasa hormat, dengan berat hati
> saya ingin mengatakan bahwa 'the dream team' ini baru dapat dikatakan
> berhasil dan mendapat legitimasi rakyat secara tulus apabila mampu
> menyelesaikan dengan cepat dan konsepsional terhadap 'tunggakan kasus'
yang
> sudah tertumpuk selama ini.
>
> Beberapa super prioritas yang menghadang the dream team ini adalah:
>
> - Menyelesaikan kasus Makassar sebelum api keburu membakar (Nampaknya tim
> Jakarta kurang responsif karena masih larut dalam euphoria, atau kecapean
> Sidang).
>
> - Menyelesaikan kasus Aceh dan Irian yang masih berlangsung dahsyat
> sekalipun kurang publikasi.
>
> - Menindak lanjuti kejelasan kasus Ketapang, Banyuwangi, Sambas dan
percikan
> api lainnya dimasa lalu dengan pola sama elegannya dengan skenario SU MPR
> (everybody relatively happy), dan jangan terjebak secara emosional
> menyelesaikan kasus 27 Juli dan Tanjung Priok hanya karena masalah
> keterwakilan diposisi pengambilan keputusan.
>
> - Menindak lanjuti Kasus Soeharto Inc., Andi Ghalib, Bank Bali plus
> penyelewengan perbankan dan pencurian uang rakyat yang terjadi selama ini
> (ratusan triliun) serta kasus KKN lainnya dengan dua sasaran, menegakkan
> keadilan dan kebenaran, dan menghimpun dana untuk Kas Negara hasil
penyitaan
> harta hasil KKN untuk memperkuat keuangan Negara. Jangan takut menindak
> koruptor secara adil dan beradab, karena rakyat dan dunia akan sangat
> mendukungnya. Jangan takut bayangan kerusuhan dan jangan takut pada
ancaman
> premanisme kalau mau diakui sebagai pemimpin bangsa.
>
> - Melaporkan kepada rakyat secara terbuka penggunaan 'utang baru kepada
IMF'
> sejak ditanda tanganinya MOU antara mantan Presiden Soeharto dengan
Michael
> Camdessus, yaitu Laporan penggunaan setiap dollar yang dihutang itu,
dengan
> dilampiri laporan pendapat auditpr independent. Rakyat perlu tahu berapa
> yang untuk intervensi kurs rupiah, berapa yang untuk Jaring Pengaman
Sosial,
> berapa yang bocor. Laporan dapat berawal dari Bank Indonesia, kemudian
> ditelusuri sampai penerima akhir uang itu, kemudian ada tindak lanjut Law
> Enforcement.
>
> Sesudah itu ada dua tindakan yang penting, yaitu yang pertama Laporan
> Penggunaan dana yang berasal dari hutang sebelumnya dan pendapatan dalam
> negeri, dan yang kedua Laporan semacam ini juga dilakukan untuk setiap
> penggunaan dana dimasa yang akan datang, baik dari hutang Luar Negeri
maupun
> dari sumber pendapatan asli dalam negeri, yang diikuti Law Enforcement
pada
> tiap pelanggaran dan penyimpangan yang ditemui.
>
> - Sebelum Bank Swasta mengucurkan Kredit Usaha, Bank Mandiri dan Bank
> Pemerintah lainnya paling lambat sebulan setelah pembentukan Kabinet harus
> sudah mulai mengucurkan kredit, sementara pembenahan perbankan swasta
> dipercepat, baik dengan meneruskan program rekapitulasi berdasarkan
skenario
> Pemerintah, maupun melepas penyehatan perbankan dalam kebijakan pasar
bebas.
>
> Dari keseriusan dan kejelasan penyelesaian tunggakan perkara ini termasuk
> tindakan penegakan hukumnya, saya berharap legitimasi bukan hanya datang
> dari dalam negeri tetapi juga dari masyarakat Internasional, yang tentunya
> berdampak baik bagi Indonesia.
>
> -Target kedepan yang penting adalah mencapai nilai tukar Rp. 5.000.- per
US
> Dollar sebelum akhir tahun ini, untuk dilanjutkan penguatannya sehingga
> mencapai kondisi sebelum krisis (sekitar Rp. 2.400.- per US dollar, atau
> seperti era 70-an, yaitu Rp. 415.- per US Dollar).
> Dengan melihat Sumber Daya Alam kita, pencapaian nilai tukar itu tidak
sulit
> dicapai. Kalau itu disertai penguatan disektor pendidikan, maka setelah
> Sumber Daya Manusianya mencapai level yang memungkinkan, bukan hal yang
> mustahil menjadikan nilai tukar satu rupiah sada dengan satu US Dollar.
> Siapa takut?
>
> Karena itu transparansi, keadilan dan kebersamaan harus terus dipupuk
bukan
> hanya mengurangi rasa saling curiga antar sesama anak bangsa, tetapi juga
> saling menyemangati untuk setiap orang Indonesia melakukan yang terbaik
bagi
> bangsanya, sehingga kita semua bangga menjadi anak Indonesia dalam arti
yang
> sebenarnya.
>
> Dengan demikian Kabinet yang sepantasnya dibentuk adalah yang sangat kuat
> (bermodalkan stock manusia yang tersedia) untuk 3 sektor utama, yaitu
hukum,
> ekonomi dan kesejahteraan sosial.
>
> Jangan lupa untuk mencarikan muka baru yang lebih tangguh untuk jabatan
> Ketua MA, Ketua BPK, Jaksa Agung, Kapolri, Gubernur BI, Ketua Bappenas dan
> Ketua Tim Percepatan Otonomi Daerah.
>
> Kabinet teknokratis Soeharto, dibawah Wijoyo Nitisastro, dengan segala
> kekurangannya, telah berhasil meloncatkan kesejahteraan Indonesia pada
awal
> Orde Baru, setelah badai G-30-S yang ganas itu. Setidaknya kita pantas
> berharap bahwa Kabinet GM mampu membuat prestasi sepadan atau melebihinya.
> Dukungan rakyat pada GM sekarang kurang lebih setara dengan dukungan
rakyat
> pada Soeharto kala itu.
> Kurang apa lagi?
>
> Saya yakin masih ada super prioritas yang terlepas dari perhatian saya dan
> tentu rekan rekan dengan senang hati menambah daftar tugas ini.
>
> Kalau dalam setahun hal-hal diatas belum ada kelanjutan dan kejelasannya,
> tidak terlalu naif kalau dikatakan reformasi belum menghasilkan apa-apa.
>
> Lupakan euphoria, mari kita mulai bekerja.
>
> Yap
>
>
>
>
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke