Dear Netters,
mungkin di milis ini, banyak yang wartawan atau milis ini dibaca wartawan.
Peran media massa dewasa ini memang sangat penting.
Cover both sides memang menjadi salah satu pedoman pekerja pers untuk
mencari dan memberi semua pihak kesempatan yang sama untuk beropini. Atau
wartawannya untuk check and recheck suatu fakta peristiwa; itu sudah menjadi
"tradisi" pers yang universal sifatnya.
Bicara soal "peran pers Indonesia dewasa ini", kita bertolakpangkal dari :
1. bahwa media massa di Tanah Air kita ini juga mencerminkan keadaan, jadi
secara politis ada yang masih pro Orba, anti- SQ, pro reformasi, dlsbg.
2. bahwa media massa sekarang, kebanyakan masih "dimiliki" oleh kelompok
Orba. Dalam hal ini : ada Redaksi yang memang independen (artinya pemiliknya
tidak boleh ikutcampur dalam urusan redaksi!) ; ada pula yang Redaksi
"dikemudikan" oleh para pemiliknya.
3. Menurut segment pasarnya, media massa kita ada:
a. hiburan
b. umum
Yang "umum" banyak menyoroti masalah politik dan yang "hiburan" lebih banyak
masalah hiburan (film, musik, bintangbintangnya, dll ).
Kedua kelompok itu masih bisa dirinci lagi.
Begitulah latarbelakang (menurut pengamatan saya).
Sekarang membicarakan perannya (bidang politik):
Yang ideal perannya adalah mempertahankan keutuhan Bangsa dan Negara dan
memberi pendidikan politik kepada umum, para pembacanya.
Nah, bagaimana prakteknya?
Karena "man behind the mass media", maka policy pemuatan berita dan
pembentukan-opini, sangat tergantung kepada Pemimpin Redaksinya dan Kepala
Desknya masing-masing.
Oleh karena itu, saya mereaksikan keinginan Bung Aswat guna membicarakan
"Peranan Pers Indonesia" menjadi :
"JIKA SAYA PEMIMPIN REDAKSI, SAYA AKAN.........."
Silahkan teman-teman untuk "menjadi PemRed".......
Menunggu kreasi Anda semua.
God Bless you all,
J.Sujanto
----- Original Message -----
From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
To: Kuli Tinta <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: Yap C.Young <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 23 October 1999 6:50 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Pesta usai sudah
>
> ----- Original Message -----
> From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: 23 October 1999 07:57
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: [padhang-mbulan] Pesta usai sudah
>
>
> Dengan sangat prihatin dan penuh empathy kepada saudara-saudara
> kita di
> Makassar, semoga buntut euphoria politik ini segera tuntas
> berakhir.
>
> Saya sangat yakin Sulawesi Raya atau Indonesia Timur sekalipun,
> mempunyai
> kemampuan yang cukup untuk berdiri sebagai satu negara berdaulat.
> Tetapi
> sayang sekali kalau hal itu terjadi karena kesalah pahaman yang
> bukan tidak
> mungkin dipicu oleh interest segelintir manusia.
> =========================
>
> Mengikuti berita pagi ini?
>
> Wawancara SCTV dengan seorang Prod DR di Makasar menurut saya
> justru malah membakar masa. demikian pula pernyataan Marwah yang
> mengatakan bahwa ia tidak bisa menerima kekalahan Habibie sebelum
> bertanding dan bahwa kekalahan itu menunjukkan dominasi Jawa.
> Selanjutnya ia mengatakan bahwa penolakan pidato HBB itu terjadi
> karena ada pembelotan suara yang terjadi di tubuh Golkar.
>
> Saya sungguh merasa heran bahwa seseang dengan pendidikan Dr bisa
> mempunyai pemahaman masalah seperti itu didalam menyikapi
> masalah bangsa saat ini. Bagaimana kalau himbauan Bung Yap juga
> bisa sampai ke media masa? Bebas mengeluarkan pendapat adalah
> bagian dari upaya penegakan demokrasi, namun kebebasan yang
> cenderung merusak sesuatu yang sedang diperbaiki bersama adalah
> tidak bijaksana bagaimanapun juga.
>
> Adalah sebuah rahmat bagi mereka yang bisa mengenyam pendidikan
> tinggi dan memperoleh informasi lebih dari yang lain. Namun,
> rahmat itu akan menjadi sia-sia apabila tidak digunakan dengan
> benar dan tepat. Saya pikir adalah sangat naif kalau penolakan
> Pidato Habibie digunakan sebagai pembenaran terhadap isu dominasi
> satu keompok atau suku. Habibie sendiri sebenarnya tidak benar
> ketika mengatakan bahwa salah satu diantara presiden atau wakil
> presiden harus mewakili suku terbesar yaitu Jawa. Seandainya saja
> sikap Habibie tegas dalam kasus KKN, Bank Bali, demikian pula
> posisinya dengan kekuatan Orba, maka niscaya awal yang sudah baik
> dulu bisa berlanjut dan niscaya ia mempunyai peluang sangat besar
> untuk menjadi presiden.
>
> Oleh karena itu, kini media masa benar-benar memegang peranan
> kunci untuk menyemai informasi guna menyamakan persepsi dengan
> tetap beresikap kritis terhadap pemerintah. Jangan sampai
> kepentingan segelintir orang yang merasa kehilangan existing
> benefit atau pertentangan intern di tubuh organisasi dibiarkan
> untuk mengoyak tujuan reformasi, yaitu untuk mewujudkan
> Indonesia Baru
>
> ��
> .
>
>
> .
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!