Debat klasik Sutan Takdir Alisyahbana vs Armijn Pane muncul kembali. 
Bagaimana sebuah Kearifan mau diberikan ? Gratis, dipersembahkan, 
atau cara modern yang penuh dengan keringat ?

Kitapun tahu. Kebudayaan-Pijet ditilep semangat jaman. Rengekan dan 
sesenggukan Mbak Mumu ( musyawarah-mufakat) mengharukan dan 
mencemaskan para dewasa. Tapi Milleneum Baru tidak mungkin ditahan 
siapa: V O T I N G  !

Hamzah Hazz...Hamzah Hazz....Hazz.....Haz....HZzzz............
Mules, keringat dingin, stress. Bahkan mencret dan sedikit 
berkunang-kunang. Kali ini Kearifan masih memberi. Lain waktu 
dunia modern bakal lebih lugas. Bodoh terus, bakal kalah terus. 
Tidak mampu melihat existensi orang lain ( Picek dan Picik ) ya 
bakal kemasukan gol terus....   

Tuhan Yang Maha Lembut dengan amat puitis telah memberikan 
perlambang terang. Kekalahan dan Tunanetra. Terserah kita semua. 
Apakah mata batin kita cukup bening untuk mengerti perlambang...........

Hamzah Hazz... Hamzah Hazz.. Hazz..Hazz...HZzzzz...........

Wassalam.
Abdullah Hasan. 
( usul agar nama Hamzah Hazz diganti saja.......Smile, please.. )



______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke