-From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
"..Mungkin itulah cara Gusti Allah untuk memperingatkan
atau bahkan menghentikan manusia yang tidak bersyukur
atas segala rejeki dan kesempatan yang mereka terima..."
=========================================
Mas Gigih , Sdr. Sekalian,
Komentar Mas Gigih amat religius. Mengajak kita tunduk rendah
hati. Dia mencoba menggandengkan peristiwa bawah dengan
kuasa langit. Kesadaran semacam itu pasti amat membantu gandengan
kita semua yang dibawah ini menjadi lebih erat dan tulus. Apalagi bila
kesadaran yang demikian itu bisa konsisten. Umpamanya mampu pula
menimbang apakah hal-hal yang sekarang ini bukannya jeweran kuping
dari Gusti Allah karena kita sering memperlakukan manusia lain secara
amat tidak adil dan amat kurangajar ? Marilah berendah hati !
Dalam urusan Gus Dur dan Miing saya mengimpikan sesuatu. Gus Dur
bicara terang didepan segenap bangsa, serta orang NU pada khususnya :
" Saya mengharapkan agar kalian jangan terlalu gampang tersinggung. Saya
bukan malaikat , saya ini juga manusia yang gemar guyon. Saya tidak suka
kebudayaan ancam-mengancam seperti yang dilakukan beberapa orang yang
mencintai saya kemarin. Apalagi pada seseorang yang telah minta maaf lima
kali. Saya punya joke......( beliau menceritakan sebuah joke yang membuat
orang yang hadir terpingkal-pingkal )....." . Dst. Dst.
Kejadian Miing amat kritis dan penting. Habibie ( entah karena ndablek atau
jiwa demokrat Barat yang dipunyai) telah mewariskan sesuatu yang seharusnya
diteruskan. Presiden tidak kebal dari sasaran karikatur dan guyonan.
Presiden bukan Nabi yang bisa menimbulkan emosi atau darah atau jempol
darah sekalipun. Seyogyanya kita tidak merusaknya dengan guyonan yang
terlampau vulgar seperti yang diderita Habibie.
Figur Gus Dur ataupun Megawati yang punya pengikut fanatik sama sekali
kurang menguntungkan kehidupan yang lebih mengedepankan logika dingin
banding emosi kekerasan. Menjadi kewajiban kita-kita untuk mengkampanyekan
desakralisasi pemimpin. Gus Dur bisa salah. Mega bisa khilaf. Sama seperti
manusia lain. Semuanya bisa disingkirkan bila tidak perform demi kepentingan
ratusan juta manusia lain. Tanpa tekanan. Tanpa massa brutal muka serem
dibunderan HI. Tanpa bakar-bakaran gedung walikota. Tanpa ngamuk.
Wassalam.
Abdullah Hasan.
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!