On Sun, 24 Oct 1999, Ahmad Dimpu wrote:
> Dear netters,
> Dalam tahun-tahun mendatang sepertinya wacana Politik
> Islam vs Non-Islam akan makin marak dan akan menjadi
> corak utama politik Indonesia.
WAM:
Betul.
Sekarang pun sudah mengental. Golkar tidak akan mendekat ke Poros tengah
kalau tidak terlalu _disakiti_ PDI-P. Selain itu, suka atau tidak suka,
PDI-P sudah diidentikkan dengan _kelompok non Islam yang menyamar_. Jadi,
amat tidak fair kalau kelompok Poros tengah dituduh primordial, sementara
PDI-P dianggap tidak.
Pada akhirnya, menurut saya, Golkar juga akan terpecah menjadi Golkar
Muslim dan Non-muslim. Suka atau tidak suka. Apa yang terjadi dalam tubuh
PDI-P (yang tidak mau diakui oleh PDI-P) ikut mempercepat kristalisasi hal
ini. Apalagi, nampak bahwa mereka yang selama ini getol menghujat Habibie
adalah kelompok tertentu. Pemakaian Atmajaya (plus UKI dan Trisakti)
sebagai _pangkalan penghujatan_ terhadap Habibie mau tidak mau menyadarkan
banyak orang Islam bahwa ada agenda terselubung di balik retorika untuk
menghancurkan Habibie dan Golkar. Hanya sedikit orang yang sadar hal ini.
> Dus,
> Yang tidak kalah pentingnya adalah masalah Jawa Vs
> Luar Jawa, Ini pun sangat-sangat rentan menimbulkan
> konflik.
WAM:
Benar.
Meskipun saya orang Jawa, rasanya amat tidak sehat kalau presiden RI terus
menerus dipegang oleh orang Jawa. Paling tidak, wapres harus dari luar
Jawa. Representasi mesti juga diakui. Bukan sekedar proses demokratis.
> Mungkin Untuk Amannya Harus ada juga sharing kekuasaan
> Antara Jawa Vs Non-Jawa, seperti layaknya Antara
> Presiden Vs Wapres sekarang ini.
WAM:
Gus Dur kan Jawa tulen. Mega? Rasanya juga Jawa. Jadi, gimana anda mau
menggunakan keduanya sebagai contoh?
> Mungkin 5 tahun lagi wacana Jawa Vs Luar Jawa ini akan
> semakin kencang. Atau wacana Negara Federal itu harus
> segera di buka kembali kah???
WAM:
Terserah saja.
> ------------------------
> Assyiikk....Negaraku kini lebih demokratis....
WAM:
Jangan senang dulu. Ada kelompok yang siap menggunakan kekerasan kalau
pilihannya tidak terkabul.
> Wassalam.
> =====
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!