Ha..ha..ha. kata orang bijak, pendapat yang sedang emosional tidak perlu diambil hati dan dipikirkan lebih mendalam. Tapi, saya mau komentar. Masalah Acheh (beginilah spelling yang sering dipakai oleh pejuang Acheh), menurut saya adalah masalah bagi semua orang yang masih merasa dirinya manusia dan menentang segala bentuk kekerasan. Bagi saya, siapapun korbannya dan apapun agamanya, harus solider. Dan siapapun pelakunya dan apapun agamanya, harus ditentang dan dituntut di muka hukum. GJA, dalam banyak hal dan sejak lama telah aktif untuk pembelaan kasus Acheh di dalam dan di luar negeri. Karena itu, tak heran, bila ia diminta oleh tokoh-tokoh pergerakan Acheh di luar negeri (yang pasti beragama Islam) untuk memberikan kata pengantar dalam buku tentang Acheh. Orang tidak harus beragama Islam untuk dapat memahami dan solider duka dan nestapa rakyat Acheh. Dalam berbagai kesempatan, saya yang beragama Kristen inipun berkali-kali bertemu teman-teman pergerakan dari Acheh. Bagi saya, APAPUN ALASANNYA, pembantaian manusia tidak dapat dibenarkan. Apalagi, umat Islam di Acheh adalah umat yang taat beragama dan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. Duka Acheh adalah duka anda, duka saya, duka kita semua. Membuatnya (kasus itu) menjadi sempit, justru merugikan perjuangan suci rakyat Acheh sendiri. In fact, posting yang saya forward itu bukan saya dapat dari GJA. Tetapi dari Majelis Penerangan Gerakan Acheh Merdeka di Swiss, lalu saya forwardkan ke anda semua dengan harapan memperoleh sejumput perhatian keprihatinan dari sekian banyak masalah yang sering kita diskusikan. Dan uniknya, kita (member kuli tinta) sering bicara politik, dukung A, tolak B, tetapi sering lupa bahwa di Serambi Mekah sana dan di tempat-tempat lain, pembantaian umat manusia masih terjadi. Bila kita tidak emosional, kita akan dapat melihat segala sesuatunya dengan jernih dan siap untuk menerima pemikiran-pemikiran baru. Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin> ____________________________________________ [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] "Love your enemies, do good to those who hate you" -----Original Message----- From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: 25 Oktober 1999 8:06 Subject: Re: [Kuli Tinta] GJA on Acheh's : KECUT ! > >From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]> >DR. GEORGE JUNUS ADITJONDRO: >"TIGA TAHAPAN REFERENDUM UNTUK ACHEH" >(Majalah SIPIL terbitan Forum Solidaritas untuk Pelanggaran HAM di Acheh). >...................... deleted , dibusek >semua................................................. >======================================================= > >Para Netters Kulitinta, >Maaf terpaksa saya menggunakan term Jawa lagi ketika melihat artikel >semacam diatas diposting pada hari-hari ini : Kecut !. Kecut artinya masam. >Bisa juga berarti basi karena tidak cocok waktu , jadi bau atau basin. > >Saya melihatnya begini. Pertama, dari siapa yang bisa kita dengar untuk >masalah Aceh. Kita harus mencermati pendapat Dr. Aditjondro pada masalah >Timor Timur. Latarbelakang Nasrani-nya amat menguntungkan untuk bisa >mendalami menukik jauh perasaan Timor Timur. Tentu saja itu kelengkapan >dari integritasnya yang selalu berpihak pada kemanusiaan yang merupakan >faktor utama. > >Lain Aceh, lain Timor. Masalah Aceh adalah masalah sosial yang erat >berkaitan dengan perasaan keislaman. Kesalahpahaman mengerti soal >tersebut adalah penyebab keruwetan saat ini. Kesalahpahaman mengerti >perasaan orang lain. Kesalahpahaman seorang nasionalis semacam >Bung Karno ataupun Nasionalis Militer semacam Suharto. Dari itu kita harus >hati-hati dengan intervensi "orang lain" yang mungkin sok-mengerti yang >bisa jadi mengulang kesalahan-kesalahan dimasa lampau. Marilah kita >sekarang ini memberikan kesempatan seluas-luasnya pada orang-dalam >dahulu. Orang luar jangan gampang-gampang pentang bacot dulu ! >Beri kesempatan lebih banyak pada orang-orang macam Dr.Hasballah. > >Yang kedua, kita semua mengetahui bahwa sekarang sedang muncul era >harapan baru. Era pemerintahan baru Gus Dur-Megawati yang kita harapkan >punya pendekatan baru untuk berusaha kembali merekatkan mengeratkan tali >persatuan yang telah semakin longgar. Beri kesempatan yang luas pada >mereka buat berusaha maksimal dulu. Beri kesempatan Gus Dur memecahkan >masalah Aceh. Kemudian setelah waktu yang cukup, barulah akan kita >nilai , apakah kesempatan terakhir itu bisa digunakan baik atau tidak. >Setelah itu. kalau gagal, barulah kata-kata kotor dan PORNO itu : >referendum buat Aceh, akan kita keluarkan lagi dari dalam laci dan kita >desakkan bersama. > >Sekali lagi saudara-saudara, perasaan kebangsaan dan keadilan saya amat >tersinggung dengan pemuatan posting bagus tapi sangat tidak tepat waktu >dan kurang punya otoritas itu. Kurang dipikir dalam , kurang bertanggung >jawab, >dan.....KECUT dan PORNO dan BASIN ! . > >Wassalam. >Abdullah Hasan. >( Maaf , sangat emosi ! ) ______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
