At 11:11 26/10/99 +0700, you wrote:
>On Tue, 26 Oct 1999, Cosmas Damianus Tufan wrote:
> 
>> duh ....
>> duh ..
>> duh ..
>> ha ha ha ha h aha
>> ha ha ha ha ha ha
> 
>> kok lucu ya
>> omongan kok diplintir sampai sedemikian rupa
>> mendingan Mega diam aja deh 
>> 
>> ha ha ha ha ha ha ha ha
>
>WAM:
>Jawab saja posting saya. Di bagian mana yang anda anggap lucu atau
>melintir omongan. Biar kita semua bisa tahu siapa yang jadi penipu di
>sini. Hanya karena anda simpatisan PDI-P bukan berarti anda harus berpura2
>bodoh kan? Atau, anda memang bodoh?
>

Seperti yg saya pernah bilang. Salah satu ciri org2 anti-PDIP/Mega adalah
begitu gampang menuduh org lain bodoh. Sedikit-sedikit bilang org yg tdk
sependpt dng mrk dengan kata-kata seperti itu. Bodoh, goblok, masih ingusan
dsb. Dan gampang sekali menuduh org dng berbagai tuduhan negatif.
Seolah-olah itu sdh 100 persen pasti.

Sdr. WAM terlalu mencar-cari kesalahan Mega/PDIP. Sekecil apapun kesalahan
yg menurutnya bisa dibesar-besarkan langsung dilakukan. Seperti postingnya
itu. Masakan Mega hanya mengatakan akan mengunjungi korban kerusuhan, terus
dibilang Mega telah berbohong. Sebab tdk ada kerusuhan, dan korbanya itu
org PDIP. WAM bilang "kenapa tdk bilang saja mengunjungi korban yg org2 PDIP?"

Yg disebut kerusuhan, tdk hanya berupa perusakan, pembakaran, dll. Tetapi
perkelahian, atau penyerangan pihak yg satu kepd pihak yg lain sedemikian
rupa sehingga membawa banyak korban dan kerusakan materi yg cukup
signifikan, hal itu sdh tergolong kerusuhan. Apa yg terjadi di RS Jakarta,
sdh bisa dikatakan kerusuhan. Ttg korbannya sendiri: Dari mana Sdr. WAM
tahu bhw itu PASTI orang2 PDIP saja?

Di Detik.com jelas2 disebut beberapa korban terdiri dari wartawan juga. Dua
wartawan DR pun nyaris menjadi korban kebrutalan aparat, yg mengakibatkan
kerusakan cukup parah di RS tsb. Aneh, yg dikecam bukan polisi, tetapi
malah korbannya. Apakah semata karena mrk itu dianggap simpatisan PDIP? 

Dari mana WAM tahu bhw bom yg meledakkan mobil di tengah2 kerumunan massa
itu adalah bom yg berasal dari PDIP sendiri? Bukankah ada kemungkinan lain,
bahwa ada sabotase di sana? Ingat, fitnah itu perbuatan yg tidak mulia.



==================================
Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]>
==================================


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke