JANGAN MIKIR YANG BUKAN-BUKAN LAH????
JANGAN BERBURUK SANGKA ATAU MENCARI-CARI BERITA YANG NGGA' BENER ATAU BELUM
DI KETAHUI KEBENARANNYA



----- Original Message -----
From: Cosmas Damianus Tufan <[EMAIL PROTECTED]>
To: 'Kuli Tinta' <[EMAIL PROTECTED]>; 'Kampus UGM'
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, October 26, 1999 7:41 AM
Subject: [Kuli Tinta] Apa benar berita ini ?


>
> apa benar?
> kalau benar, terus bagaimana ?
>
> -----Original Message-----
> From: erwandi
> Sent: Monday, October 25, 1999 5:42 PM
> To:
> Subject: Apa benar berita ini ?
>
>
>
> Apa benar berita ini ? Ada yang bisa kasih konfirmasi ?
>
> erw
>
> Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
> PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
> E-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
> Xpos, No 38/II/24-30 Oktober 99
> ------------------------------
>
> ADA AKBAR DAN AMIEN DI BALIGATE
>
> (POLITIK): Tanri Abeng, Akbar Tanjung dan Amien Rais menerima
> cipratan dana bobolan Bank Bali menurut audit PriceWaterhouseCoopres
(PwC).
> Arung Gauk Jarre ternyata bukan nama PT, namun nama seseorang. Ia
> adalah seorang Presiden Direktur  PT Mundalindo Graha Perdana, Arung Gauk
> Jarre dulu ditulis sebagai sebuah PT yang ikut mengembalikan dana ke
escrow
> account Bank Bali di Bank Indonesia yang jumlahnya mencapai Rp40
> miliar. Arung bukan PT dan seorang pun tahu, Arung adalah kawan dekat
Tanri
> Abeng, Menteri Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara. Dulu "PT Arung Gauk
> Jarre" hanya disebut sebagai PT yang pemiliknya kerabat dekatnya Tanri.
> Menurut audit PwC versi long form 402 halaman yang baru saja diserahkan
> Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke DPR, banyak nama politikus dan pejabat
> tinggi pemerintah yang tertera di laporan itu.
>
> Tanri Abeng adalah salah satunya. Menurut laporan PwC itu, Tanri
> Abeng menerima kiriman uang lewat rekening bank PT Bintang Sido Raya,
> perusahaan yang mayoritas sahamnya milik Tanri senilai Rp 1,2 miliar. Uang
> itu dikirim oleh Arung Gauk Jarre, dari uang yang diterima Arung dari
Djoko
> Tjandra, Direktur Pelaksana PT Era Giat Prima (EGP) sebesar Rp 49 miliar
di
> Bank BNI cabang Kuningan.
>
> Temuan ini sebenarnya tidak mengejutkan, beberapa sumber di Mabes
> Polri mengatakan, polisi sudah mengetahui bahwa PT Bintang Sido Raya
> menerima aliran dana itu, dan Tanri Abeng tahu. Cuma, polisi masih takut
> menyeret Tanri menjadi tersangka karena ia seorang menteri yang dekat
dengan
> Habibie, Presiden Republik Indonesia saat itu.
>
> Selain Tanri, ada nama Akbar Tanjung dan Amien Rais di laporan PwC
> itu. Akbar, yang pekan lalu menerima laporan PwC itu dari Billy Joedono,
> Ketua BPK bungkam seribu bahasa. Ia tak mau menjawab pertanyaan apakah ia
> menerima cipratan dana itu. Sumber Xpos, mantan anggota Komisi VIII DPR
> periode lalu, mengatakan, Akbar bisa saja menerima cipratan dana itu yang
> jumlahnya mungkin miliaran tanpa ia melakukan tindakan apa pun dan tanpa
ia
> tahu apa pun tentang pembobolan dana itu. "Ia mungkin disetori Marimutu
> Sinivasan atau Setya Novanto, dua Wakil Bendahara Golkar yang terlibat
dalam
> pembobolan itu," ujar sumber tadi.
>
> Ya, Akbar bisa saja tak tahu menahu, namun jika tiba-tiba di
> rekeningnya muncul angka miliaran rupiah dan ia tidak mengusut dari mana
> uang itu berasal dan untuk apa, ia bisa dituding terlibat. Karena
keterlibatan
> Akbar ini, Ekky Sjahruddin, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar yang
dulu
> ketika masih jadi anggota Komisi VIII gencar membongkar skandal ini,
mengatakan
> laporan PwC itu tak akan dibuka untuk publik seluruhnya. Pernyataan Ekky
ini
> aneh, karena dulu ia termasuk anggota Komisi VIII yang paling galak
meminta
> laporan panjang PwC itu. Nah, tampaknya setelah tahu bosnya masuk dalam
> daftar penerima duit Bank Bali itu, ia berkewajiban melindungi. Dulu,
> kepentingannya adalah menjatuhkan Habibie, musuh politik Akbar, kawannya
di
> HMI dulu. Tak tahunya, Akbar juga menerima setoran itu.
>
> Nah, laporan panjang PwC itu juga menyeret nama terkenal. Nama Amien
> Rais masuk dalam daftar panjang penerima uang bobolan Bank Bali itu. Wah,
> ini makin seru, karena Amien kini bukan orang sembarang. Ia adalah Ketua
> MPR-RI, lembaga negara paling tinggi. Sumber Xpos mengatakan, Amien
mungkin
> menerima hibah uang dari Habibie, kawan dekatnya dulu di ICMI dan yang
> membantunya jadi Ketua Pengurus Pusat Muhammadyah. Nah, Habibie mungkin
> meminta orang lain lagi untuk hibah uang yang dijanjikannya itu, dan
mungkin
> saja orang yang disuruhnya itu mencuilnya dari aliran dana bobolan Bank
Bali.
> Menurut Billy, hasil pelacakan-pelacakan transfer PwC memang menyangkut
> puluhan orang penting, yang membuat Billy sendiri kaget. Itulah sebabnya
ia
> merasa ngeri untuk mengumumkannya, dan dengan alasan rahasia bank ia
menolak
> memberikannya ke DPR karena dari sana laporan PwC itu akan bocor ke
> mana-mana dan menyeret para politikus yang dihormati masyarakat dan
> menyeret pula banyak pejabat tinggi yang masih berkuasa.
>
> Nah, kalau Amien Rais dan Akbar Tanjung masuk dalam daftar itu, ini
> akan mengejutkan sekaligus menyulitkan tindakan yang harus diambil
> Presiden Gus Dur dan Wakil Presiden Megawati. Dua orang ini amat berjasa
> bagi kelancaran kedua tokoh itu menuju tampuk kekuasaan. Amien lah yang
berjasa
> membawa Gus Dur ke kursi Presiden dan Akbar lah yang memberi jalan
Megawati
> jadi Wapres dengan mengundurkan diri dari pencalonan wakil presiden dan
> menyerahkan suara Golkar faksinya ke Megawati. Dengan jasa-jasa yang luar
> biasa besar itu, bagaimana Gus Dur dan Mbak Mega bisa bersikap adil dalam
kasus
> ini? Ini akan sulit, padahal skandal Bank Bali memerlukan penyelesaian
> segera, agar pinjaman IMF segera cair dan Pemerintahan Gus Dur bisa
berjalanan.
> (*)
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke